[Special Yuri’s Birthday] Invitation (Ficlet)

invitation

Dear,
Kwon Yuri , Lee Taeyong

Cover and story,
pure mine

HAPPY READING

“Karena sebuah undangan,”

Akhir musim gugur. Cukup dingin, sehingga mampu membuat setiap orang mengenakan mantel yang cukup tebal. Musim dingin sebentar lagi tiba. Setiap orang mulai membeli keperluan musim dingin yang harus tercukupi jika saatnya tiba. Begitu juga dengan yang dilakukan Yuri. Tidak membeli, hanya saja mempersiapkan pesta ulang tahun yang sebentar lagi tiba. Kali ini, ia membeli kartu undangan bertema Mickey Mouse kesukaannya. Terlihat kekanakkan, tetapi Yuri menyukai hal sepert itu.

Ia berniat untuk mengundang beberapa teman dan tentu saja orang yang disayanginya. Tiba-tiab saja senyumnya memudar. Ia teringat akan sesuatu. Orang yang ia sayangi tidak menyadari perasaannya. Itu membuatnya sedih. Sejurus kemudian, gadis itu kembali tersenyum. Menciptakan senyum manis karena adanya secercah pemikiran baru. Lagipula, orang yang disayanginya merupakan teman satu kelasnya. Jadi, ia akan mengundang orang itu.

Tidak terasa, hari ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu. Dengan segala persiapan, Yuri berhasil menciptakan suasana pesta ulang tahun yang indah dan menyenangkan. Bersama dengan teman-temannya, ia terduduk di tengah-tengah ruangan. Alunan musik senantiasa menggema. Membuat setiap orang tidak sabar untuk berdansa. Tetapi tidak untuk Yuri.

“Menunggu Jimin?”

Yoona bertanya dengan nada yang cukup khawatir. Sedari tadi, di saat setiap orang menikmati pesta, justru sang pemilik pesta memilih untuk berdiam diri. Yuri menggeleng pelan. Masih dengan ekspresi muram-nya. “Tidak.”

“Sudahlah Yuri, lupakan saja Jimin. Ada banyak pemuda yang menantimu sedari dulu. Kau bisa memilih salah satu dari mereka. Kau bisa melihat siapa yang benar-benar berjuang untukmu. Tidak ada salahnya Kwon Yuri,” Yuri ingat, Yoona selalu mengatakan hal tersebut. Bahkan saat ini Yuri tahu persis bagaimana pengurutan kalimat tersebut.

“Yuri, kau tahu Lee Taeyong?” tanya Yoona setelah meneguk sekaleng soda. Yuri mengangguk malas. Ia tidak ingin membahas pemuda lain selain Park Jimin. Kwon Yuri menyukai Park Jimin. Hal yang sudah diketahui oleh banyak orang termasuk Park Jimin.

Yoona mengembuskan napas, ia tahu Yuri dalam kondisi malas untuk membahas orang lain selain Park Jimin. “Ayolah, banyak yang mengatakan jika ia tertarik padamu. Kau tahu bahwa Taeyong sangat dingin bukan? Sebuah keajaiban dia menyukaimu. Dia tampan sekali Yuri, sangat disayangkan jika kau tidak mencoba untuk melihat ke arahnya.”

“Ambilah!”

Huh?” Yoona terkejut, benar-benar terkejut dengan reaksi yang Yuri berikan.

Yuri memutar bola matanya malas. Berakhir pada iris kecoklatan Yoona. “Ambil saja Lee Taeyong, aku tidak peduli.”

Yoona mengerucut kesal. Gadis cantik itu tidak tahu harus berbuat apa lagi agar sahabatnya itu dapat tersenyum. Setidaknya sekali. Yoona meneguk soda untuk yang kedua kalinya. Selagi meneguk, pandangannya mendapatkan sesuatu yang menarik. “Yuri, lihatlah!”

Iris coklat Yuri mengikuti ke mana jemari Yoona mengarah. Dekat pintu. Pemuda bersurai kelabu yang dicarinya berada di sana. Bersama dengan seorang gadis. Dan, tangan mereka saling bertautan. Yuri mengepalkan tangannya. Seolah, seluruh darahnya naik ke ubun-ubun dan siap untuk pecah.

Tanpa ragu sedikitpun. Yuri beranjak dan hendak menghampiri seorang Park Jimin. Seorang yang disukainya. Bersama dengan gadis lain? Rasanya Yuri ingin menyerukan nama Park Jimin diiringi beberapa rutukan saat ini. Yoona hendak mencegah pergerakan Yuri. Tetapi gadis itu tidak bisa. Yang ada, bisa-bisa saja tubuh Yoona hancur karena terhempas oleh pukulan Yuri.

Tiba-tiba saja pergerakan tungaki gadis itu terhenti. Dadanya tertohok. Sakit. Seolah ribuan panah beracun berhasil menembus hingga ke ulu hatinya.

Park Jimin, berciuman dengan gadis itu.

Di pesta ulang tahun Yuri.

Akh!” Yuri berseru pelan. Seseorang mendekap tubuhnya. Sosoknya yang tinggi berhasil menyembunyikan Yuri dari pandangan kedua orang yang tengah berciuman di dekat pintu. Serta, Yuri tidak mampu melihat keadaan keduanya saat ini.

Aromanya. Aroma mint yang tidak pernah Yuri rasakan. Tetapi anehnya, ia merasa nyaman berada dalam dekapan orang tersebut. Memberanikan diri, Yuri mendongak.

“Ta-Taeyong?”

Pemuda itu melepaskan dekapannya. Wajah tirus nan tampan. Mata elang. Surai hitam pekat. Serta tubuh proposional. Siapa yang tidak mengenal seorang Lee Taeyong?

“Jangan melihat ke arah mereka, aku tidak ingin melihatmu sakit hati karena si bodoh Jimin.” Yuri mengerutkan keningnya. Ia tidak cukup mengerti atas perkataan Taeyong. Pemuda tampan di hadapannya ini sukses menghipnotis dirinya.

“Kenapa kau datang ke mari?” bodohnya, Yuri hanya mampu bertanay seperti itu.

Taeyong tersenyum tipis, sangat tipis. Bahkan, itu senyuman pertama milik Taeyong yang pernah Yuri lihat. “Tentu saja karena undanganmu,”

“Ta-Tapi seingatku, aku tidak pernah menuliskan namamu di daftar tamu undanganku.” Ujar Yuri setelah mengingat-ngingat.

“Memang tidak,”

Yuri menatap Taeyong bingung. Benar-benar bingung. “La-Lalu?”

“Aku ke sini karena undangan yang berasal dari dalam dirimu. Tidakkah kau menyadarinya? Hatimu telah mengundangku beberapa menit yang lalu. Hatimu mengijinkanku untuk menempati ruang di sana.” Yuri terdiam. Ia menatap Taeyong dengan tatapan tidak percaya. Taeyong berkata sedemikian? Seorang Lee Taeyong? Apakah yang berada di hadapannya ini benar-benar seorang Lee Taeyong?

Taeyong mendekat, pemuda itu berusaha untuk membisikkan sesuatu tepat di telinganya.

“Selamat ulang tahun Kwon Yuri,” Taeyong tersenyum di sela bisikannya. “Dan terima kasih karena hatimu berkenan untuk mengundangku kemari.”

END

Maaf ya, Firda emang suka buat yang absurd.
Firda aja orangnya absurd.

Oia, di sini ada banyak pengunjung baru ya?
Aduh senangnya 😀

Tapi sayangnya followersnya masih seratus ke bawah.
Berharap aja setelah ini makin banyak followers.

Btw, aku tetep bersyukur kok.
Yang pengunjung baru,
Kenalin ya, aku Firda dari garis 99

Next time~ ©Firda©

Advertisements

11 thoughts on “[Special Yuri’s Birthday] Invitation (Ficlet)

  1. Udah lahh jimin lupain aja .. masih ada taeyong yg siap mengganti nama jimin di hati yuri 😀

    Undangan buat taeyong dari hati langsung nih 😀 uuuu so sweettt

    Liked by 1 person

  2. Wadaww!! Author-nim ketje. Baru tau nih kalo kamu 99 line. Kalo gitu bisakah saya meng’kaka’kan diri saya? Krna -oh astaga ternyata kita terpaut 8 taun dgn dirimu yg lbh muda. Hikz. Tiba-tiba jd minder gue. .

    Aigoo~ so simple! Kamu banget deh kalo udah simple gini. Tapi ini sbnrnya fluff-romance ato apa yah? ‘Undangan’ versi Taeyong dr Yuri itu sesuatu banget, tauk? Hihi. Bikin kesemsem aja dah. Makasih lah buat Jimin. Krna dia, Taeyong jd ada kesempatan peluk peluk.

    Duhh~ msh ada list lg? Brpa bnyk nih? Aku lanjut dulu dah kalo gitu..

    Liked by 1 person

  3. Nyesek bnget tuhh liat orng yng kita suka ciuman sama orng lain di pesta ulang tahun kita lagi,gak tau malu bnget ya.untung aja ada taeyong,ah taeyong emng penyelamat beruntung yuleon disukain sama pria dingin kayak anime ,aduhh so sweet bnget kata2 nya taeyong pasti yuleon baper nih

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s