[Trilogy of SS] Cold Summer (Chapter 3)

Cold Summer

#1 Trilogy of “Strange Season” – Cold Summer

Dear,
Kwon Yuri , Oh Sehun
Nam Yuri , Kim Taehyung

Little,
Xi Luhan , Kim Seokjin , Chou Tzuyu

Cover,
InaGaemGyu Art @ Poster Fanfiction Art

Story,
pure mine

Sequel of “Too Late (Vignette)”

Note : Kali ini dua-duanya kupanggil Yuri ya? Oleh karena itu, mohon diperhatikan situasi dalam fanfic. Biar tahu mana yang Kwon Yuri, mana yang Nam Yuri. Tapi tenang aja, dua-duanya mukanya kembar kok.

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3

HAPPY READING

“Musim panasku, dingin.”

Mungkin saja Tuhan akan berbaik hati padanya, dengan cara mengenyahkan sosok Xi Luhan dalam pandangan. Perkaranya, Xi Luhan tidak kunjung pulang. Pria itu menghabiskan waktu dengan sangat baik bersama Tzuyu. Kwon Yuri tidak habis pikir, pria yang dulu sangat ia sayangi, justru bersama dengan orang lain yang sempat ia benci.

Inginnya Yuri kembali ke kantor, namun Seokjin dan Hyungwon tidak kunjung selesai dalam bercakap. Yuri kembali sendiri ke kantor? Tidak, pasalnya terdapat sesuatu yang harus gadis itu selesaikan seusai makan siang ini. Pula, makan siang kali ini Hyungwon yang membayar. Tidak sopan bila gadis itu pergi secepat mungkin tanpa menunggu yang membayar selesai terlebih dahulu.

“Kalian tidak lebih cepat sedikit? Aku harus bertemu dengan kepala pekerja yang berada di gedung selatan.” Seokjin menoleh. Ditatapnya Yuri dengan seraut aneh yang tidak pernah dijumpai. Lebih ke‒

“Sekarang?”

“Iya.”

‒sebuah kerisauan.

­-

Sehun melahap makanannya tanpa minat. Pasangan yang senantiasa mencuri atensi, diam-diam mengamati setiap pergerakan yang dibuatnya. Chou Tzuyu dan Xi Luhan. Jadi ini, alasan dibalik terputusnya hubungan dirinya dengan gadis asal negeri lain itu? Bersama dengan Xi Luhan? Yang benar saja.

Pria itu lekas membayar, kemudian melangkah cukup cepat keluar dari tempat tersebut. Tanpa ia sadari, sosok Chou Tzuyu serta Xi Luhan mengamati kepergiannya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

Tzuyu menatap pria tampan yang berada di hadapannya. Xi Luhan berbalik menatap.

“Kau melihatnya? Mantan kekasihmu itu?”

Luhan tersenyum timpang, “Tentu saja, tidak kusangka dia semakin cantik.”

Tzuyu tersenyum meremehkan, ia tahu Luhan baru saja memuji kecantikan seorang Kwon Yuri. “Kau kekasihku, ingat?”

“Astaga, aku hampir lupa Chou.”

Dan keduanya larut dalam percakapan menyimpang yang diciptakan.

Nam Yuri melihat sekeliling. Panasnya bandara siang ini membuat gadis itu mengenakan kacamata hitam serta topi pelindung. Montmare tidak sepanas ini, lantas mengapa kota kelahirannya bisa sepanas seperti berada Mars? Sejak beberapa menit yang lalu, gadis itu telah berpisah dengan Kim Taehyung. Membuat hati gadis itu cukup sedih.

Tapi ya, tidak juga.

Keberadaannya yang sepintas mampu meningkatkan suasana hati gadis itu. Yuri melenguh kecil, memikirkan apa yang akan terjadi hari ini dan seterusnya. Dari yang didengar, seseorang akan bertandang ke apartemennya. Nam Yuri tidak tahu siapa, namun ia akan menjamu tamu tersebut dengan baik. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa ia sangat lelah.

“Yuri! Ya! Nam Yuri!”

Gadis itu mendapati seseorang menyerukan namanya lantang. Dari sekian banyaknya orang yang berada di luar bandara, Nam Yuri mampu mengenali satu orang dengan bariton yang mudah dikenali. Berbadan tegap, memiliki wajah tampan yang sangat diakui oleh banyak orang.

“Oh, Jin? Sudah menunggu lama? Apa kau tidak bekerja?”

Pria di hadapannya lantas menggeleng. “Aku baru saja datang, sekarang waktu yang tepat untuk istirahat makan siang. Kalau begitu, aku akan mengantarmu pulang.”

Nam Yuri tersenyum simpul, pria bermarga Kim yang memiliki senyum menawan itu selalu membantunya dalam keadaan apapun. Dan selalu hadir dalam situasi apapun. Bahkan ketika berada di Montmare, pria itu tidak lupa untuk mengirimkan pesan setiap jam.

“Tidak salah aku hampir menyukaimu, Kim Seokjin.”

Seharusnya Kwon Yuri tidak mudah percaya. Karenanya, semua kenyataan ini nampak begitu pahit. Sangat pahit hingga tidak mudah untuk dihindari. Seolah roda takdir tidak berputar seperti semestinya. Seakan Yuri selalu berada di bawah. Tidak pernah merasakan sensasi roda kehidupan di atas.

Gadis itu memang telah berpisah dengan sosok Luhan. Setelah hari kelulusan, dengan alasan yang cukup rumpang. Apa ada alasan yang lebih aneh dari, pergi ke luar negeri dan memiliki gadis lain? Ah iya, jadi yang dimaksud Luhan saat itu, Tzuyu.

Tzuyu memang lebih cantik dan sempurna daripada dirinya. Segala yang tidak tedapat dalam diri Yuri, terpat dalam diri seorang Chou Tzuyu. Hari ini, tidak ada hal penting yang mampu mengisi hari-hari membosankan miliknya. Hanya ponsel serta laptop yang secara bergilir mengisi hari dengan seksama. Berkutat dengan berkas-berkas penting serta tertidur. Tidak ada yang lebih baik selain melakukan kedua hal tersebut.

Minggu bukannya hari yang menyenangkan. Gadis itu tidak terlalu menyukai hari minggu. Menunggu di apartemen, barangkali sebuah paket penting datang. Saat gadis itu begitu larut dalam drama yang dilihat, ponselnya bergetar. Menampilkan nama seseorang yang seringkali membuat kesal.

“Apa yang dia inginkan?” Yuri mencibir pelan. Meski tidak menyukai sosok pria Kim yang kini meneleponnya, Yuri tetap membalas panggilan telepon tersebut.

“Halo?”

“Halo, Yuri! Wah kau sibuk?” pria di seberang terlalu akrab memanggil Yuri. Sehingga gadis itu menyerngit aneh.

“Apa? Tidak juga,”

“Kalau begitu mari kita bertemu di tempat biasa.” Lagi-lagi gadis itu dibuat heran. Tempat biasa yang Kim Seokjin bicarakan. Yuri tidak ingat bahwa ia dan Seokjin penah pergi ke suatu tempat bersama secara berkala.

“Apa? Di mana?”

“Aish, sudahlah. Aku akan menjemputmu dalam tiga puluh menit, Nam Yuri.”

“Apa? Hei‒namaku Kwon Yuri. Bukan Nam Yuri! Apa kau hilang ingatan eoh?” si penelepon terdiam. Setelah sosok Kwon Yuri mengatakan hal tersebut, Seokjin diam. Setelah menunggu cukup lama, Yuri menilik kearah layar ponselnya. Sambungan belum terputus. “Ha-Halo? Ya! Kim Seokjin!”

“A-Ah iya, maaf aku terlalu memikirkanmu. Aku ingin menelepon sepupuku, tapi aku memikirkanmu. Jadi, aku menelepon orang yang salah. Dan maaf memanggilmu dengan nama itu. Kututup‒”

“Hei‒Kim Seokjin! Yahh, dia menutupnya.”

“Aku membutuhkan sesuatu untuk hari pertamaku besok, bisa membantuku hyung?” Kim Taehyung menatap saudara tertuanya. Pria Kim yang baru saja meletakkan ponselnya dengan raut aneh. Taehyung menangkap keanehan yang tercipta pada wajah tampan Kim Seokjin. Saudara kandung yang berbeda tiga tahun dengannya. “Apa terjadi sesuatu, hyung?

Sadar akan kehadiran Taehyung, Seokjin menggeleng dengan seutas senyum aneh. Mampu menciptakan guratan aneh pada benak Taehyung pula. “Tidak Tae, hanya saja aku mendapatkan pesan aneh.”

Taehyung mengangguk, berusaha untuk mempercayai perkataan saudaranya yang cukup aneh. “Ah‒bukankah kau ingin bercerita tentang gadis yang kau temui di Montmare?” Seokjin mengalihkan topik. Membuat kegiatankecil Taehyung terhenti.

“Tidak hyung, jangan sekarang. Kau tahu, dia sangat cantik.”

Seokjin tersenyum tipis, “Kau selalu mengatakan gadis yang kau temui itu cantik, Tae. Kau pikir aku percaya?”

“Semua perempuan di dunia ini memang sama hyung, belajarlah untuk menghargai diri mereka dari dalam. Bukan dari luar,” Seokjin hanya mampu menanggapi perkataan Taehyung dengan gelengan singkat. Lebih baik diam, daripada harus beradu argumen dengan si adik.

“Hmm, terserahmu saja.”

Sehun tidak menyukai takdir barunya ini. Chou Tzuyu menjadi sekertarisnya, itu bukan perkara baik. Setelah kandasnya hubungan mereka waktu itu, Tzuyu senantiasa memberikan tatapan berbeda. Yang membuat Sehun bingung dan tidak tahu harus berkata apa. Meski begitu, ia masih berharap lebih. Apabila suatu saat Tzuyu akan kembali ke dekapannya.

Pria itu menatap layar ponselnya‒yang memperlihatkan fotonya dengan Tzuyu sewaktu berada di taman bermain. Senyum gadis itu, Sehun merindukannya. Sehun menggeleng cepat. Tidak boleh larut dalam pesona Chou Tzuyu, merupakan hal yang membuat pria itu ingin menata hidup kembali. Tanpa senyum malaikat serta tatapan teduh Chou Tzuyu.

“Masuk!”

Lamunan pria itu terinterupsi ketika suara ketukan pintu menyapa gendang telinga. Sehun berdeham, menatap berkas yang sebelumnya tidak tersentuh.

Pintu perlahan terbuka, sebuah kepala menyembul terlebih dahulu. Cukup ragu untuk menuai langkah. Karena terlalu lama meragu, Sehun menoleh. Mendapati sosok gadis dengan surai kehitamannya berkibas pelan akibat pergerakan kepala gadis tersebut.

“Jika tidak cukup penting, kau bisa pergi dan kembali bekerja. Jangan membuang waktu berhargaku,”

Kwon Yuri mendegus pelan. Andai pria itu bukan presdir di sini, mungkin ia akan melemparkan tong sampah kecil pada wajah dinginnya. Tidak ada pilihan lain, Yuri memilih untuk melangkah. Memberikan berkas penting yang baru saja didapat.

“Ini berkas yang baru saja jadi, saya pergi.”

Tidak ingin berlama-lama, gadis itu berbalik. Hendak pergi dari ruang kerja Oh Sehun. Namun, langkahnya kembali terhenti ketika suara berat pria Oh berbunyi.

“Tunggu dulu, nona Kwon.”

Dengan berat hati, gadis itu berbalik. Menatap seraut tampan nan dingin yang pernah menjajah hatinya dulu. “A-Ada apa, Presdir?”

“Temani aku rapat sore nanti, jika ada waktu.”

“Eh?”

Yuri terdiam. Mencerna perkataan Sehun yang baru saja terlontar. Sehun masih melanjutkan pekerjaannya. Berbeda dengan Yuri yang menatap pria itu heran. Merasa bahwa pekerja bermarga Kwon tersebut diam ditempat, Sehun menoleh. Dan mampu menggetarkan hati Yuri‒sedikit.

Pesona Sehun. Tidak berubah. Justru kian menjadi setelah lama berpisah. Yuri tidak dapat memungkiri bahwa ia mengakui ketampanan Sehun. Bagaikan titisan malaikat yang datang perlahan ke kehidupannya.

“Apa kebetulan, kau tidak ada waktu?”

Yuri tersadar, sedikit merutuki tingkah konyolnya. Yuri menggeleng, tersenyum tipis. Barangkali mampu memikat hati Sehun. Oh tidak! Apa yang dipikirkannya?

“Tentu, presdir. Saya ada waktu sore ini, tugas saya hampir selesai.”

Sehun mengangguk, sejenak mengamati sosok Kwon Yuri dari atas hingga bawah‒dan seterusnya. “Pukul tiga, tempat parkir.”

“Baik, Presdir.”

Yuri menunduk hormat. Kemudian berlalu dengan sedikit lengkungan manis pada bibirnya. Sehun menatap kepergian gadis itu dalam diam. Tanpa disadari, pria itu tersenyum kecil. Sangat kecil hingga ia tidak mampu menganggap hal tersebut sebagai salah satu senyuman sederhana.

Yuri menutup pintu ruang kerja Sehun. Gadis itu menyakini satu hal untuk saat ini. Bahwa ia tidak sepenuhnya hendak menyingkirkan Sehun dari pikirannya. Bagaimanapun juga, Sehun merupakan orang yang menorehkan luka paling berkesan dalam hidupnya. Juga, seorang yang mampu memutarbalikkan dunia Yuri hanya dalam sekali tatap.

Gadis Kwon tersebut menuai langkah ringan, hendak melewati meja sekertaris Chou yang kebetulan berada tepat di samping ruangan Sehun. Langkah Yuri terhenti. Kembali teringat dengan kejadian tempo hari. Ketika sosok Chou Tzuyu bersama dengan mantan kekasihnya‒Xi Luhan.

Well‒Yuri berpendapat bahwa, Chou Tzuyu merupakan gadis yang sangat sempurna. Tidak salah jika dalam hidupnya diperebutkan oleh banyak orang. Termasuk kedua pria yang pernah memikat hatinya. Yuri memilih untuk tidak mempedulikan kehadiran Tzuyu, meski kehadirannya sangat diketahui.

Sebuah dering ponsel memecah konsentrasu Tzuyu saat itu, tepat ketika Yuri hendak melewatinya. Tanpa berpikir panjang, Tzuyu menerima panggilan masuk tersebut dan mendekatkan ponselnya ke telinga kanan.

“Hei! Luhan? Ada apa?”

Langkah Yuri terhenti. Seolah sebuah magnet baru saja menariknya. Hanya karena mendengar nama Luhan.

“Sore ini? Ah, baiklah. Di tempat biasa oke?”

Bahkan sebelum Tzuyu menyelesaikan percakapannya dengan Luhan, Yuri melenggang pergi.

Melihat kepergian Yuri, serta lenyapnya eksistensi gadis Kwon tersebut dalam lift, Tzuyu menurunkan ponselnya. Menampilkan layar ponsel yang menyala redup. Terlihat pula aplikasi pemutar musik dalam keadaan jeda.

Tzuyu mendesah. Kepandaiannya dalam berakting mampu menyisakan sedikit ledakan dalam diri Yuri. Dilihat dari respon gadis bermarga Kwon tersebut ketika mendengar nama mantan kekasihnya. Sesungguhnya, Tzuyu mendengar ajakan Sehun untuk membwa Yuri pergi menemaninya di saat rapat. Tidak dapat dipungkiri pula, gadis itu masih menyimpan rasa. Kepada Oh Sehun.

Yuri menggigit bibir bawahnya cukup minat. Sementara di kemudi, Sehun menatap jalanan dan sesekali bersenandung. Astaga, mimpi apa ia semalam? Bagaimana mungkin sosok Kwon Yuri bisa berada di dalam mobil yang sama dengan Oh Sehun?

Rapat telah usai, lima menit yang lalu. Dan kini, Sehun mengantar Yuri pulang. Awalnya Yuri menolak, namun melihat cuaca kurang bersahabat, Yuri menerimanya. Mobil pria itu pada akhirnya berhenti. Tepat di depan gedung apartemen Yuri. Sehun menilik gedung tersebut. Terlalu sederhana bagi para pekerja di perusahaannya.

“Kau sungguh tinggal di sini?” Sehun memastikan.

“Hmm,” Yuri mengangguk. Seraya melepas sabuk pengaman dan melangkah keluar. “Terima kasih, Presdir.”

Sehun menggeleng, “Panggil aku Sehun, hanya di saat kita berdua.”

Yuri merasa, sebuah lampu hijau terulur ke arahnya. “Ya, baiklah… Sehun.”

“Selamat sore, nona Kwon.”

Dan Sehun membiarkan gadis itu terdiam, di bawah rerintikkan hujan yang mulai turun. Tersadar bahwa cuaca sangat tidak bersahabat, gadis itu bergegas memasuki gedung apartemennya. Dengan seutas senyuman yang nampaknya tidak akan luput dari pandangan untuk malam ini.

Yuri memasuki apartemennya, melepas alas kaki yang digunakan, kemudian berangsur ke dapur. Derai hujan kian menjadi, mengingatka Yuri akan peristiwa pahit yang pernah di alaminya dulu.

Setelah mengutarakan perasaannya kepada Sehun. Dan saat itulah hujan datang. Menyapu air mata Yuri yang nampak menyedihkan. Mengingat perilaku Sehun hari ini, Yuri berpikir dua kali.

“Apakah dia sudah berubah?”

Kim Taehyung tidak henti-hentinya tersenyum. Hari pertama bekerja di perusahaan yang sama dengan saudaranya. Dalam bidang pemasaran, pria itu sangat berbakat. Dan sasaran perusahaan yang ingin ditempatinya merupakan Perusahaan Oh yang dangat berkembang dan berpengaruh di Korea Selatan.

Pagi ini, ia bersama dengan Seokjin. Sembari menyapa beberapa pekerja, Taehyung pun mengedar pandang. Meneroka isi kantor yang luar biasa luas.

“Nah, Tae. Presdir dalam perjalanan ke sini, tunggu saja di lobi. Aku akan mencari beberapa data yang barangkali akan menjadi tugas utamamu setelah ini.” Taehyung mengangguk senang. Selayaknya anak kecil yang dijanjikan sebuah mainan baru.

Seokjin melenggang pergi. Membiarkan Taehyung menikmati suasana baru kantornya.

“Astaga Yul! Kau pulang bersamanya?” Pekikan seseorang mengubah atensinya. Taehyung memutar pandang. Tertuju pada meja khusus yang digunakan untuk meletakkan brosur dan persyaratan-persyaratan penting menjadi pekerja di sana‒ia tahu karena pernah bertamu ke meja tersebut.

Ia menatap, gadis bersurai kecoklatan dengan tubuh kurusnya menatap seorang gadis yang membelakangi pandangan Taehyung. Sesaat setelah gadis kurus berseru, gadis bersurai kehitaman tersebut menutup mulut gadis yang berada di hadapannya.

Kening Taehyung berkerut, merasa tidak asing dengan penampilan gadis yang membelakangi dirinya. Dan di saat gadis itu hendak berbalik, saudaranya datang dengan seorang pria tampan.

“Ah, Taehyung. Perkenalkan, dia Presdir di sini. Anak pertama keluarga Oh,” Seokjin memperkenalkan.

Taehyung beranjak dari duduknya. Kini pikirannya tertuju pada pria bermarga Oh yang nampak terlalu muda untuk mengemban kedudukan Presdir di sini.

“Selamat pagi, Presdir. Saya Kim Taehyung.”

Sehun menjabat tangan Taehyung. “Oh Sehun.”

Taehyung terdiam sejenak, nama yang tidak asing baginya. Tetapi, ia tidak peduli. Sesaat setelah Oh Sehun membawanya pergi ke ruang kerja pribadi sang Presdir.

“Yul? Dia, anak baru?”

Yuri menoleh. Mendapati sosok Oh Sehun yang diikuti oleh Kim Seokjin dan seorang pria tampan dengan iris biru tua. Yuri mengendikkan bahu, ia terfokus pada seseorang yang berjalan di depan dengan balutan jas biru tua. Siapa lagi jika bukan seorang yang telah mengantarnya pulang semalam? Oh tidak, Yuri benar-benar kembali dalam masa lalunya. Kembali terjerat dalam pesona Sehun. Sisi positifnya, Sehun menampilkan perlakuan lebih. Yang mungkin saja, membuat Yuri yakin bahwa Sehun hendak ‘bersahabat’ dengannya.

“Bukankah dia tampan? Astaga, sepertinya dia cukup akrab dengan Kim Seokjin. Dia bahkan menyikut lengan Seokjin saat berjalan tadi.” Yuri tidak sepenuhnya menyadari perkataan yang terlontar dari bibir Yoona. Sungguh, saat ini ia terfokus dengan pesona seorang Oh Sehun.

“A-Aku pergi dulu, Yoona.”

Ya! Ke mana? Hei, aku ikut!”

Dan keduanya larut dalam kejar-kejaran kecil yang menggelikan.

TBC

TEASER Next Chap

.

“Yu-Yuri?”

“Ya? Apa kau mengenalku?”

.

“Kau tahu apa yang harus kita lakukan bukan?”

“Cukup tahu, dan jangan membuang-buang waktu mulai saat ini.”

.

“Astaga, margaku Nam. Bukan Kwon.”

“Ta-Tapi…”

.

“Sebuah pelampiasan?”

“Ya, apalagi jika bukan itu?”

.

Waks, maafkan dakuh yang telat apdet,
Ternyata April-Mei menjadi bulan yang sangat padat karena pensi dan berbagai lomba.
Bahkan ku hampir mimisan setiap bulannya karena kecapekan.

Berikan aku semangat dengan RCL kalian, my beloved readers

Semoga aja nggak pada ngilang^^

See ya~©Firda©

Advertisements

9 thoughts on “[Trilogy of SS] Cold Summer (Chapter 3)

  1. Weitsss
    Sehun udah mulai bersikap baik sama yuri bahkan lebih baik dari sebelumnya .. walaupun ekspresi datar + dinginnya masih terpampang di wajahnya

    Yuri gak jadi enyahin sehun dari hatinya karena sifat sehun udah berubah

    Ahh taehyung ternyata adiknya seokjin .. dan nam yuri itu temennya seokjin ..

    Wkwk ngakak pas seokjin nelpon yuri .. salah sambung 😀

    Taehyung liat kwon yuri di perusahaan Oh .. dan dia ngiranya nam yuri ya ?? Taehyung emang pernah liat sehun ??

    Sebenernya yang dilakuin tzuyu sama luhan tu apa ?? Mereka emang bener-bener sepasang kekasih ?? Tzuyu nya aja masih cinta sama sehun dan luhan juga masih aja ngeliatin yuri + muji yuri (chapter sebelumnya)

    Teaser next-chap bikin penasaran .. apalagi pas ada kata-kata pelampiasan .. di tunggu buat selanjutnya eonni 🙂

    Like

  2. Kalo nam sma kwon itu sama persis, gimna org ngebedain
    dan kenapa seokjin selalu mnatap aneh yuri, pasti ada hbungannya sma nam yuri kan ?
    Dan taehyung di jodohkan sama orang yg namanya yuri ? Ya bakalan bingung dong
    dia ktemu nam yuri di LN
    dan ktemu kwon yuri di setiap hari karena bekerja di kantor yg sma
    dan, apa jngan2 nam sma kwon adik kaka ? Tapi ko beda marga ?
    Ah sudahlah pusiiing hehe. Pkonya mangatsee kaka

    Like

  3. Kalau dilihat sehun kayaknya cuma buat pelampiasan aja ke yuleon.Btw tzuyu cuma pura2 aja kali ya pacaran sama luhan.Waah taehyung kerja di tmpat yng sama pasti dia bakal nyangka nam yuri next eonni

    Like

  4. Ohh ternyata benar taehyun adik seokjin kan..tpi seb ny siapa nam yuri itu..masih brtany”….Lalu knapa seokjin juga mengenal nam yuri..

    Like

  5. So kwon yuri and nam yuri totally a different person…
    Yuri was in love with sehun and was dated with luhan.
    Seokjin start to likes yul too…
    Taehyung already know sehun before?
    Nam yuri is seokjin’s cousin but taehyung did not know her at all…
    Tzuyu now date with luhan…

    Nam and kwon does not know each other…
    Taehyung will be married to yuri?
    But i love your story so far..

    Cant wait for next chapter…
    Thanks for the updated…

    Like

  6. Wae? Kenapa Luhan harus balik konflik dah konflik 😁
    Emang tzuyu beneran pacaran ama luhan? Apa mereka cuman akting aja di depan yuri ama sehun 😮 tapi kalo diliat” mereka masih punya perasaan ke mantan masing” 😁
    Sehun? Apakah dia benar” berubah? Aku harap iya 😁 kasian yuleon yg ga jadi ngeyahin sehun gara” sikap sehun yg sedikit berubah 😁 iyap sedikit berubah 😂😂
    Taehyung liat yuri? Dia kira Kwon yuri itu Nam yuri 😮
    Ouh men kenapa muka kwon + nam yuri harus sama pusing+bingung deh wkwk tapi seru juga sih wkwk 😂😂
    Teasernya bikin penasaran sumpah mereka pada salah org semua rupanya hahaha 😂😂 lalu bagaimana sama kita yg baca apa kita bakal salah orang juga? Ahh entahlah wkwk 😂😂😂
    Pelampisan? Sumpah deh uda penasaran bgt
    Ditunggu next chaptnya eon 😊 jangan lama” ya uda terlalu penasaran 😁
    Fighting 💪💪💪💪

    Like

  7. Luhan sama Tzuyu itu emang pacaran atau sekedar pura” ? Tapi kelihatannya iya deh. Mungkin cuman buat manas-manasin aja. Tapi…..

    Si sehun moga” aja berubah. Dia bisa melupakan si tzuyu dan milih falling in love sama yuri.
    Semoga…

    Like

  8. Jin oppa suka sm yuleon karena mirip nam yuri??
    V oppa juga kira yuleon itu nam yuri..
    Sehun oppa cm mafaatin yuleon kah?? Jgn sampai deh..
    Ditunggu chapter selanjutnya..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s