Lil’ Something (Chapter 2)

Lil' Something

Dear,
Kwon Yuri , Cho Kyuhyun

Little,
Ryeon Hyunri (Dahyun TWICE)
Lee Donghae

Cover,
Luxie Art @ Story Poster Zone

Story,
pure mine

Chapter 1 || Chapter 2

HAPPY READING

“Sesuatu yang kecil justru lebih berarti,”

Seraut wajah yang berada di hadapan Kwon Yuri saat ini nampak tidak asing. Bahkan sangat familiar dan sangat dikenal baik olehnya. Pria tampan dengan sejuta hal yang mampu membelit setiap orang ke dalam jurang pesona. Bahkan Tuan dan Nyonya Cho sempat terkesiap akan ketampanan yang dimiliki oleh sosok Lee Donghae.

Yuri mengingatkan dirinya untuk bernapas. Kendati begitu, sosok Donghae tidak pernah melepaskan pandangan pada dirinya. Membuat Yuri tidak nyaman. Bagaimana pula Yuri tidak mengenal Donghae? Pria tampan itu saat ini tengah menjadi mentornya selama melakukan skripsi. Dan Yuri tidak tahu pasti, mengapa sosok tampan itu bertandang ke rumahnya.

“A-Ada apa, ssaem?” Donghae tersenyum manis.

“Jangan terlalu formal Yuri, panggil saja Donghae. Ah! Karena kau lebih muda dariku, panggil saja Oppa.” Yang Donghae katakan mampu memutar-balikkan dunia Yuri. Memanggil pria tampan itu dengan panggilan Oppa. Namun pada akhirnya Yuri mengangguk. Menurut setidaknya lebih baik daripada tidak.

Pada saat itu pula, Yuri menyadari tatapan menyelidik dari Tuan dan Nyonya Cho yang diam-diam mengintip. Yuri merutuki tingkat keingin-tahuan orang tua Cho tersebut.

“Jadi, ada perlu apa oppa?

Donghae tersenyum. Senyum yang mampu memabukkan siapapun. Bahkan Yuri benci mengakui bahwa ia turut terpesona. Bodohkan dirinya karena sedang menyukai pria lain selain suaminya sendiri? Tidak, Yuri rasa tidak masalah. Selama wanita itu hanya menyukai senyum sepintas, itu tidak masalah.

“Sebenarnya, aku ingin memberitahumu bahwa skripsimu harus diselesaikan secepat mungkin. Kau bersungguh-sungguh ingin menjadi seorang perawat ‘kan? Kau harus menyelesaikan skripsi itu lusa. Jika tidak, peluangmu akan menipis.”

Yuri benci mendengar kalimat terakhir. Nampak seperti cemoohan yang luar biasa menyakitkan. Peluang menipis. Tidak! Bagaimanapun juga ia harus menjadi seorang perawat. Keinginannya sedari dulu harus terwujud. Ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.

“Lalu, kepada siapa aku harus menyerahkannya?”

Donghae mengembuskan napas, “Tentu saja kepadaku nona Kwon‒ah maaf, nona Cho.”

Mendengar hal tersebut membuat wanita itu bersemu. Kenyataan bahwa marganya telah berubah. Yuri kembali menatap Donghae. Berusaha sebaik mungkin tersenyum.

“Baiklah, terima kasih karena sudah memberitahuku oppa. Aku akan menyelesaikan skripsiku secepat mungkin,”

Donghae tersenyum tipis. Begitu pula dengan Yuri. Kemudian keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Anehnya, keduanya saling bertatapan. Hingga dehaman seseorang berhasil membuyarkan lamunan yang telah tercipta tepat di tengah-tengah.

“Yuri, apa temanmu ini kekurangan teh? Sepertinya teh miliknya sudah habis,” dan coba tebak, siapa lagi jika bukan Nyonya Cho. Mendengar hal tersebut, Donghae cepat-cepat menggeleng. “Tidak Nyonya, terima kasih. Saya akan segera pulang.”

Donghae beranjak dari duduknya, “Kalau begitu, Yuri aku akan pulang. Nyonya, saya permisi pulang.” Nyonya Cho tersenyum setelah mendengar perkataan Donghae. Sama halnya dengan yang Yuri lakukan.

“Hati-hati oppa!

Donghae berlalu. Menggunakan mobil kelabu yang selalu digunakan ketika berada di universitas. Setelah kepergian Donghae sirna dari pandangan, wanita itu berbalik. Tidak terlalu terkejut namun cukup mengejutkan, kehadiran Tuan dan Nyonya Cho mengisi pandangannya saat itu juga.

“Yuri, siapa dia?”

“Kenapa dia lebih tampan dari anakku sendiri?”

Perkataan Tuan Cho mengundang seraut wajah bingung dari Nyonya Cho dan Yuri.

“Menyewa? Adikku? Tuan, aku tidak akan menyewakan adikku kepada siapapun termasuk‒”

“Aku tidak bermaksud lebih Seokjin,” Ryeon Seokjin menatap sang presdir dengan kalut. Sedari tadi bertanya dalam hati, mengapa pria berumah tangga seperti Cho Kyuhyun hendak menyewa adik kandungnya.

“Aku melihat sebuah keceriaan muncul saat adikmu tersenyum. Aku berharap aku bisa memiliki anak seperti itu, jadi aku ingin menyewanya. Menyewanya sebagai anak, hanya perumpamaan Seokjin. Tidak mengadopsi, hanya misalnya.”

Dari sendu yang telihat, Seokjin merasakan sebuah kesedihan membentang dalam diri Kyuhyun yang tidak pernah ditunjukkan oleh siapapun. Seokjin pun tahu, presdirnya itu telah berumah tangga lebih dari satu tahun dan tidak kunjung memiliki buah hati.

“A-Aku, akan berbicara dengan Hyunri terlebih dulu, Tuan.”

Tiada momen hangat yang berlebih. Sekedar saling bertautan tangan serta Kyuhyun yang mengecup kening wanita itu‒karena terpaksa. Yuri benci menyadari hal tersebut. Kyuhyun melakukannya secara terpaksa. Meski pada dasarnya wanita itu tidak menyimpan rasa, tetap saja. Coba saja pikir, perempuan mana yang bersedia menjadi bahan keterpaksaan.

Yuri meluruskan kakinya. Menatap langit kamar dengen perasaan bercampur-aduk. Sekilas ia menatap pintu kamar mandi. Kyuhyun berada di dalamnya. Membasuh diri selepas makam malam usai. Kedua tangannya mengepal, entah mengapa terjadi secara alamiah. “Harusnya kau menyadari perasaanku oppa,

Bila saja gadis itu berada dalam rengkuhan maut, ia akan menyerahkan segalanya. Termasuk kehidupannya saat ini. Tidak berjalan dengan baik, diluar ekspetasi dramatisnya. Merasa tidak memiliki cukup hal untuk dilakukan, wanita itu menyambar laptop serta kacamata baca. Melanjutkan skripsinya demi menggapai keinginan. Perawat.

“Melanjutkan skripsimu lagi?”

Yuri menghentikan ketikannya sejenak. Wanita itu menilik sejenak, lalu meneruskan kembali. “Tentu saja, memangnya ada hal lain yang bisa kulakukan?”

Nampaknya Kyuhyun menyadari adanya sindiran dalam perkataan Yuri. Selagi pria itu kelelahan, Kyuhyun memutuskan untuk diam. Duduk di tepi tempat tidur sembari mengeringkan rambutnya. Yuri melanjutkan skripsinya. Ia tidak peduli dengan eksistensi Kyuhyun atau apalah itu. Yang paling penting, ia bisa menyelesaikan tugasnya dengan cepat.

“Kau harus tidur Yuri,” Yuri tidak peduli. Mendengar, namun berlagak seolah tidak mendengarnya. Kyuhyun mendegus pelan. Mengembalikan handuk di tempat semula. “Jangan bertingkah sekolah kesehatanmu imortal.”

Yuri menghentikkan kegiatannya. Berdecak pelan diiringi gerutuan aneh‒dalam hati. “Aku tahu itu oppa, tapi akan lebih baik jika aku menyelesaikannya secepat mungkin.”

Kyuhyun melenguh. Mencari posisi tepat untuk terlelap. “Terserahmu saja, aku hanya memberitahu.” Kedua mata pria itu terpejam. Membuat rasa kantuk Yuri sirna. Perilaku Kyuhyun kepadanya. Di luar dugaan. Belum pernah pria itu menyikapinya seperti ini.

“Asal kau tahu, istriku tidak boleh sakit. Itu membuatku khawatir.”

Sekon berikutnya, Yuri membatu.

Pagi sekali, Kyuhyun telah disibukkan diri dengan kedatangan dua orang yang semalam terlintas dalam pikiran. Tidak, lebih tepatnya hanya satu orang. Gadis yang memiliki senyum indah bak malaikat. Serta gadis itu mampu memberi kesan tersendiri dalam diri Kyuhyun hanya dengan mengucapkan sepatah kata saja.

Ryeon Hyunri menatap Kyuhyun aneh. Yakin, Seokjin telah mengatakan yang sebenarnya kepada Hyunri perihal sewa-menyewa. Bahkan dalam hatinya, gadis itu bertanya-tanya. Mengapa pula sosok seperti Cho Kyuhyun harus menyewanya sebagai seorang anak? Serta dari yang ia ketahui, Cho Kyuhyun telah berkeluarga. Meski tidak dikaruniai seorang anak.

Hyunri berpikir sejenak, apa jangan-jangan?

“Jadi, kau bersedia Nona Hyunri?” lamunan Hyunri terbuyarkan. Suara berat seorang Cho Kyuhyun berhasil menyadarkannya dari perasaan-perasaan aneh. Hyunri menoleh ke arah kakaknya. Selama ini, kehidupannya bergantung pada sang kakak. Biaya sekolah, makan, serta tempat tinggal. Sang kakak telah mengobarkan segalanya. Membuat Hyunri tidak memiliki pilihan lain.

“Iya, tuan. Saya bersedia,” Hyunri teringat akan bayaran yang didapatkannya. Bayaran luar biasa yang mampu menghidupi keluarga kecilnya selama setengah tahun. Seokjin terlihat aneh dengan senyum terpaksa. Meski begitu, sang adik telah menyetujui. Tidak mungkin membatalkan, karena bagi Kyuhyun, tidak ada yang namanya pembatalan.

“Kalau begitu, sepulang sekolah nanti, masuk saja ke ruangan ini. Sekarang, kau bisa pergi. Ah‒pertama-tama, aku akan memberimu uang harian.” Hyunri terkesiap. Jumlah nominal yang berada di tangannya lima menit kemudian sangatlah banyak. Lebih. Setara dengan jumlah tabungannya selama lima hari. Yang benar saja, Cho Kyuhyun hendak menghamburkan uang atau bagaimana? Mengapa uang nampak merupakan perkara yang mudah bagi pria itu?

“Apapun yang dilakukan pria itu, jika berbahaya, kau harus menghubungiku secepat mungkin Hyun.” Seokjin nampak khawatir. Tentu saja, Hyunri merupakan satu-satunya keluarga yang pria itu miliki. Mana mungkin akan membiakannya begitu saja.

Oppa, aku akan membagikan setengah uangku. Ini, presdir memberiku terlalu banyak.” Seokjin terhenyak. Di saat seperti ini, Hyunri masih mengingatnya. Memiliki uang banyak, membagikannya dengan anggota keluarga. Hyunri, bukan tipikal orang serakah seperti kebanyakan orang di luar sana.

“Terima kasih Hyun, jaga dirimu baik-baik. Sekarang, pergilah! Aku tidak mau melihatmu dihukum lagi Hyun,” Hyunri tersenyum. Perhatian sang kakak selalu membuatnya merasa lebih baik.

“Baik Oppa, aku akan baik-baik saja.”

Yuri menatap bingung ke arah pintu ruang kerja Kyuhyun. Sebelum dirinya tiba, ia mendapati dua orang‒laki-laki dan perempuan keluar dari ruangan suaminya. Yuri mampu berasumsi bahwa laki-laki berpakaian kemeja merupakan pekerja di perusahaan ini. Namun untuk si perempuan, dia mengenakan pakaian sekolah menengah.

Tidak baik halnya, bila wanita itu berpikir bahwa orang asing tersebut meminta pinjaman uang. Keduanya tidak menunjukkan hal yang mencirikan, maka Yuri menepis pemikiran tersebut. Wanita itu menggeleng, ada baiknya bila ia cepat-cepat masuk dan kembali ke rumah.

Yuri mengetuk pintu. Setelah mendapat perintah masuk, wanita itu lantas menurut. Dilihatnya seorang Cho Kyuhyun tengah berkutat dengan beberapa dokumen‒yang entah isinya apa. Yuri menatap Kyuhyun. Menyadari akan kehadiran yang baru dipersilahkan masuk, Kyuhyun mendongak.

“Yuri? Apa yang‒”

“Ketinggalan Kyu, berkas yang akan kau gunakan saat rapat.” Kyuhyun mendegus ingat. Benar, ia melupakan hal paling penting di hari ini. Yuri meletakkannya di atas meja. Sesegera, Kyuhyun memeriksa apabila sesuatu tertinggal lagi.

“Terima kasih Yuri, kau bisa pulang.”

Ini yang Yuri benci.

Tanpa mengatakan sepatah kata apapun, Yuri berbalik. Tungkainya bergerak cepat, sehingga menimbulkan suara ketukan heels yang dikenakannya cukup nyaring. Kyuhyun menatap punggung Yuri tanpa rasa bersalah apapun. Meski begitu, guratan-guratan halus muncul pada keningnya. Yuri melangkah kesal. Bahkan di saat menutup pintu, debumannya cukup menggelegar. Juga mampu membangunkan sekertaris Yoon yang sedang tertidur pulas di mejanya.

“Dia pikir dia siapa? Mengusirku?”

Yuri kesal. Serta kekesalannya membawa mobil wanita itu menuju ke suatu tempat yang tidak pernah ia kunjungi. Melalui sebuah alamat, Yuri menemukan sebuah bukit kecil yang jauh dari keramaian kota. Bahkan dari tempatnya berada saat ini, ia mampu melihat tingginya gedung pencakar langit yang berada di Seoul.

“Ya Tuhan, aku tidak kuat.” Yuri merebahkan tubuhnya. Membiarkan ketenangan merasukinya. Semua ini, harus ia hadapi dengan baik. Kehidupan bahagia yang ia impikan, tidak terjadi. Yuri membuka kembali kelopak matanya ketika sesuatu berada di sampingnya. Kehadiran seseorang yang tidak diketahui siapa.

“Kau berhasil sampai di sini tanpa tersesat? Luar biasa juga,” dari suara tersebut, Yuri tahu.

“Donghae oppa?

Donghae meringis pelan, “Ternyata kau bisa mengenaliku secepat itu.”

Yuri kembali menatap pohon yang menjadi payungnya saat ini. Tidak masalah. Ditemani Donghae? Yang paling penting, ketenangan tetap menjalar.

“Apa kalian bertengkar? Maksudku, kau dan suamimu.” Rasanya Donghae bagaikan seorang paranormal yang mengetahui bagaimana perasaan Yuri saat ini. Tidak bertengkar juga, lebih tepatnya Yuri merajuk. Merajuk karena Kyuhyun yang memulai.

“Dia terlalu dingin, bahkan dia mengusirku. Ishh‒menyebalkan!”

Yuri teringat dengan apa yang baru saja dialaminya tadi. Demi Tuhan, baru kali ini rasanya Yuri membenci Kyuhyun. Kyuhyun memperlakukan layaknya pekerja rendahan yang baru saja memberinya laporan harian‒atau apalah itu.

Donghae menyadari kekesalan yang wanita itu rasakan sekarang. Ia tersenyum tipis. Berada di samping Kwon Yuri dalam keadaan seperti ini, sungguh bukan harapannya sama sekali‒dulu.

“Jadi,” Donghae bangkit. Menatap Yuri yang setia dengan posisi terlentang. “Bagaimana jika kita berjalan-jalan setelah ini? Mungkin, kau akan merasa lebih baik.”

“Boleh juga.”

Kyuhyun mendudukkan dirinya. Rapat telah berakhir, menyisakan dirinya di ruang rapat sendiri. Terlalu lelah, pria itu hendak memejamkan mata di tempat jika saja sekertaris Yoon tidak datang dan mengatakan sesuatu yang membuatnya sedikit bersemangat. Keceriaannya, sudah datang.

Kyuhyun mendapati Ryeon Hyunri menunggu di ruangannya. Gadis itu masih mengenakan pakaian sekolah. Membuat Kyuhyun sedikit miris melihatnya.

“Hyunri?”

“Ah, ya presdir‒”

Samchon, kau bisa memanggilku seperti itu.” Hyunri mengiyakan dengan wajah tertunduk. Rasanya cukup canggung. Kyuhyun mengambil mantel hitam yang berada pada gantungan di samping pintu. Lalu, mengambil sesuatu dari laci meja kerjanya.

“Pertama-tama,” Kyuhyun memeriksa dompetnya. “Aku harus membelikanmu pakaian.”

TBC

Entah kenapa aku lagi mood ngelanjutin, padahal masih di masa hiatus.
Please siders tobat ya, nggak kasihan sama saya apa?

RCL menentukan Chapter selanjutnya.

Bye~ ©Firda©

Advertisements

11 thoughts on “Lil’ Something (Chapter 2)

  1. Ceritanya ini gimana sih kak? Kok aku ga paham, hyunri itu sma apa smp? Kok dia umur segitu diangkat anak sih, jadi menimbulkan spekulasi lain aja 😁

    Like

  2. Yuri punya perasaan cinta ke kyuhyun tapi kyuhyun nya malah gak peka atau emang dia nunggu yuri buat bilang tentang perasaanya ke kyuhyun .. padahal seharusnya kyuhyun yang bilang cinta duluan tapi emang dasarnya si kyuhyun belum sadar sama perasaannya buat yuri -_- dan bikin yuri sedih + kesel

    Beneran itu si hyunri diangkat jadi anak sama kyuhyun ?? Gak di jadiin yg lebih dari anak kan ?? Mendadak takut sama rencana kyuhyun yang satu ini

    Yuri berhak marah sama kyuhyun -_- karena sikap kyuhyun yang gak hargain yuri sebagai istri (contohnya waktu yuri di usir sehabis nganter berkas ke kantor kyuhyun)

    Tuan cho + nyonya cho malah ngebandingin kyuhyun sama donghae apalagi pas tuan cho bilang kalo ada seorang laki-laki yang tampannya lebih dari anaknya sendiri (kyuhyun) wkwk

    Donghae ini suka sama yuri ya ? Ko dia tau kalo yuri ada di bukit itu ..

    Duh yah perlakuan kyuhyun ke hyunri bikin dag dig dug .. takut karena kasih sayang kyuhyun ke hyunri ini malah bikin kyuhyun cintanya bukan sama yuri 😦 .. baru di angkat anak aja udah di kasih duit + di beliin baju, apalagi nanti

    Mereka ketemu gak itu ?? Kyuhyun-hyunri .. yuri -donghae

    Di tunggu nextpartnya eonni 🙂

    Like

  3. Kyu gitu banget sih ke Yuleon. Gk menghargai bgt Yuleon sebagai seorang istri.
    Kenapa sih Kyuhyun harus menyewa Hyunri sebagai anak? Hyunri kan udh bukan anak SD lagi.

    Like

  4. bingung sendiri, kyuhyun itu mencintai yuri gak sih?? dan knpa kyuhyun mau hyunri jadi anaknya??…

    ditunggu part selanjutnya!!! jangan lama-lama yaa 😀😀 semangat lanjutin buat ffnya!!!

    Like

  5. Lucu juga pas tuan cho bilang ada yng lbih tampan dari kyu.Kayaknya donghae suka sama yul dia bisa tahu yul ada dimana.Sumpahh disini kyu nggak peka bnget dia layak ke karyawannya aja nyuruh yul pulang nggak peka lgi.jngan sampe kyu malah suka sama hyunri next eonni

    Like

  6. Sebenerny ap mksd kyuhyun dg adany hyunri…trus apakh yuri juga tdk tau menau ttg semua ini….
    Trus seb ny kyuhyun itu suka sma yuri tp kyak ny dia msih gengsi buat ungkapin ny….gitu y..hehe

    Like

  7. Awalnya aku fikir si hyunsi ini bocah 5 tahun, iyaa, kyu bilangnya membawa keceriaan
    dan knapa dia mau angkat hyunri jadi anak ? Akan membuat keceriaan ktanya. Mksdnya, hyunri itu kan remaja, bisa aja kyu terjebak kata anak jadi lebih kan ?
    1 thun udah nikah, tapi ko kyuhyun sikap nya kaya gtu, kalo mslah blum punya anak wajar lah, baru bntr juga kan hbungaannnya

    Like

  8. Bagaiman kalo kyuhyun suka ama hyunri lebih dari dia sekedar ingin menjadikan anak .
    Apalagi waktu hyunri datang dia sangat bersemangat pas yuri datang dia biasa aja ..
    Donghae itu suka deh sama yuri ..

    Like

  9. Rada gak paham. Atau emang aku gak paham sama sekali? Aku bingung banget. Hyunri itu disukai kyu atau kyu emang pingi aja punya anak kayak hyunri? Pusing aku…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s