Rough (Ficlet)

Rough

Dear,
Kwon Yuri , Park Jimin

Cover,
Miss31Art

Story,
pure mine

HAPPY READING

“Semua terasa sulit,”

Permadani malam saat itu lebih menarik daripada menatap sesuatu yang berada tepat di samping beranda rumahnya. Gadis bersurai sebahu mengerucut kesal kala kehadirannya tidak dianggap oleh seorang pemuda bermata sipit dengan suara merdu tersebut. Pandangan gadis itu senantiasa tertuju pada apa yang menjadi titik fokus pemuda itu. Lagi, gadis itu mendegus kesal. Menurutnya tidak ada yang menarik selain satu gugusan bintang yang menggantung di selatan. Namun, apa yang pemuda itu lihat tepat di hadapannya saat ini? Hanya terdapat enam atau bahkan tujuh bintang dengan cahaya redup.

“Di sebelah selatan lebih baik, Jim.” Pemuda itu lantas menoleh‒yang pada akhirnya memberikan sedikit atensinya kepada gadis Kwon dengan piyama merah muda tersebut. Yang baru saja berkata kini menatap ke sebuah gugusan bintang di selatan, yang gadis itu katakan kepada Jimin.

“Gugusan itu membentuk sebuah rasi bintang yang tidak asing, Yuri.” Ujar pemuda itu dengan seutas senyuman. Yuri menoleh, menatap senyum kecil pemuda itu yang cukup menarik minatnya dari dulu. “Kau tahu?” dan pemuda itu kembali melayangkan sebuah pertanyaan yang mengundang guratan tipis pada kening Yuri.

“Tahu apa?”

“Scorpio‒rasi bintang yang saat ini kau lihat, indah ‘kan?” Yuri terdiam. Menatap seraut tampan Park Jimin yang selama ini menarik perhatiannya dalam diam. Tetangga juga teman satu lesnya. Humoris, tidak begitu pandai namun tanggap, akan tetapi merupakan seorang pemuda yang sudah menggoreskan luka di hati banyak gadis. Dan jika bisa dikata, sama halnya dengan hati gadis bermarga Kwon tersebut.

“Memang indah,” Yuri mengepalkan tangannya susah payah, sesuatu dalam tubuhnya meminta pertolongan. Gejolak ganjil yang sama sekali tidak Yuri inginkan. Tidak. Jangan untuk saat ini. Di saat gadis itu sibuk menikmati sebuah pemandangan malam bersama dengan seorang yang istimewa.

Kepalanya terasa pening, Yuri berusaha mati-matian untuk menahannya. Sementara di kiri seberang, Park Jimin masih sibuk meneroka permadani langit dengan senandung ria. Tidak menyadari perubahaan tubuh gadis itu yang cukup mengejutkan. Sesuatu menarik perhatian Park Jimin‒untuk menoleh ke arahnya.

Ponsel gadis itu terlepas dari genggaman. Begitu juga dengan tubuhnya yang terlepas dari semua kendali pikiran. Otot syaraf-nya dalam keadaan ganjil, sehingga pemuda Park itu menatap Yuri dengan kedua mata membulat.

“Tunggu di sana, Yuri. Aku akan memberitahu ibumu dan kakakku‒barangkali bisa memeriksa keadaanmu.” Sosok Park Jimin menghilang dari pandangan. Meninggalkan Yuri sendiri di beranda rumahnya dengan keadaan tertunduk. Keringat dingin kian menetes, kedua tangannya bergetar pelan.

Tidak lama setelahnya, Park Jimin menghampiri diiringi eksistensi kedua orang tuanya yang harap-harap cemas. “Yuri! Bertahanlah sayang!” Dengan bantuan Jimin, gadis berada di mobil. Yuri yang setengah sadar hanya mampu tersenyum tipis. Jimin menopang kepalanya pada sebuah pangkuan. Dilihatnya wajah tampan Jimin. Rahang tegas, namun terbesit sebuah kekhawatiran.

Tuan dan Nyonya Kwon berada pada bagian depan. Sesekali pula Nyonya Kwon menghubungi seseorang melalui ponselnya. Yuri tersenyum nanar, sementara itu ia merasa bahwa detak jantungnya kian melemah.

Sepasang netra itu mengerjap, membuat sekeliling menyunggikan senyum kelegaan atas sadarnya Kwon Yuri. Meski terasa pening, ia berusaha untuk mengatur kestabilan tubuhnya. Pertama kali orang yang berada di hadapannya ialah sosok Park Jimin. Terlelap sembari menggenggam erat tangannya. Gadis itu lagi-lagi tersenyum miris. Ia tidak bisa berada dalam kebohongan begitu lama. Buktinya, Jimin mungkin telah mengetahui penyakit yang dideritanya.

“Kenapa hidupku harus seberat ini, Jim? Hanya ingin mencintaimu saja tidak bisa.” Selepas gadis itu terdiam, sosok Park Jimin terbangun. Tidak seperti yang terlihat, pemuda itu sepertinya tidak benar-benar terlelap saat gadis itu berkata. Yuri terdiam. Apa Jimin mendengar perkataan gadis itu sebelumnya?

“Kau mencintaiku, Yul?”

Yuri menarik tangannya yang berada dalam genggaman Jimin. Gadis itu membelakangi sosok Park Jimin. Tidak peduli jika pemuda itu menatap dirinya lamat. Gadis itu tidak tahu harus menampilkan reaksi apa atas pertanyaan Jimin.

Gadis itu mendengar deru nafas Park Jimin yang terasa begitu berat. Hatinya siap untuk mendengarkan apapun yang akan terlontar dari mulut pemuda Park yang selama ini diidamkan banyak orang, termasuk dirinya sendiri.

“Maafkan aku Yul, tapi aku tidak memiliki perasaan yang sama kepadamu.”

Ya, Yuri sudah menduganya. Bahkan hubungan Park Jimin dengan Kang Seulgi sudah beredar luas di universitas. Seharusnya gadis itu tahu bahwa pemuda Park itu tidak memiliki perasaan sedikitpun terhadapnya.

Yuri membiarkan keheningan melanda selama beberapa menit‒yang bagaikan beberapa hari baginya. Park Jimin kembali bersua, perkataan yang membuat Yuri merasa bahwa percuma saja mempertahankan pemuda itu sejak dulu.

“Aku tahu tentang penyakitmu sejak dulu, dan selama ini aku berada di sampingmu karena kasihan Yuri. Jadi tidak ada gunanya kau mencintaiku, karena cintaku tertuju pada gadis lain yang sehat dan ceria seperti Kang Seulgi.”

Air mata gadis itupun menetes. Demi Tuhan dan segala yang dimiliki, gadis itu memutuskan untuk mengakhiri perasaannya kepada Park Jimin. Karena segalanya terasa berat dan harapan yang tumbuh berjalan semakin jauh.

“Ternyata, Park Jimin itu sialan ya?”

END

Dan entah mengapa aku merasa bersalah karena sudah menelantarkan blog ini berbulan-bulan lamanya. Maafkan aku teman-teman, jangan pada hilang ya^^

ADAKAH YANG KANGEN HANBIN-YURI, KAWAN-KAWAN?

Advertisements

7 thoughts on “Rough (Ficlet)

  1. Gimana ga sakit hatinya yuri, pas jimin bilang kalo dia cuman kasihan sama yuri + jimin lebih suka sama perempuan yang sehat dan ceria -_-

    Liked by 1 person

  2. Omooo apa”an si jimin uaaa dia ternyata benar” kejam 😡😡 jadi kesel deh kasian yuleon uda sakit ditambah sama hati yg hancur aigooo yg sabar yuleon jadi sedih 😭

    Liked by 1 person

  3. Omooo kenapa jimin kejam bgt sih, kalo dia emang ga suka ama yuleon yauda gausa dekat” dengan yuleon 😡😡
    Rasa kasianmu malah membuat seseorang menjadi terluka oppa 😭😭😡😡

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s