Beloved (Ficlet)

beloved

Dear,
Kwon Yuri , Park Chanyeol

Cover and story,
pure mine

HAPPY READING

“Aku tidak menyukai saat seperti ini,”

Pernikahan yang dilandasi dengan perjodohan antara dua keluarga terkadang sangat menyakitkan. Kedua orang yang dijodohkan pasti tidak saling menyukai. Namun, seperti di film maupun drama, pada akhirnya mereka akan saling mencintai dan hidup dengan semestinya. Begitu juga dengan yang dirasakan Park Chanyeol. Pemuda berusia dua puluh lima tahun yang dijodohkan dengan gadis berusia dua puluh tujuh tahun. Bahkan, saat itu Chanyeol lebih senang menyebutnya dengan wanita tua daripada seorang gadis. Akan tetapi, di saat pertemuan mereka, Chanyeol beranggapan akan menyebut seorang Kwon Yuri sebagai seorang gadis.

Wajah manis dan senyum menghangatkan milik Kwon Yuri membuat Chanyeol terhipnotis. Saat ini, keduanya telah menikah. Pernikahan yang menginjak usia dua bulan ini tidak membuahkan hasil apapun dalam hubungan keduanya. Yah, seperti sebuah keturunan yang diharapkan oleh kedua orang tua mereka. Bahkan di saat tidur, mereka harus terpisahkan oleh sebuah guling. Hanya satu yang meningkat.

Perasaan mereka.

Klise memang, tapi pada akhirnya mereka benar-benar saling mencintai. Tahu akan suatu hal? Menjalin hubungan setelah menikah. Mungkin itu terdengar unik, dan hal itu yang keduanya rasakan sekarang ini.

Kwon Yuri menjadi sangat perhatian dan Park Chanyeol terdengar lebih romantis melewati perkataannya. Akan tetapi, tidak terlintas dalam benak mereka ingin melakukan hal lebih. Mereka masih ingin menjalin hubungan seperti sepasang kekasih pada usia muda.

Akan tetapi, ada satu hal yang tidak Chanyeol senangi mengenai seorang Kwon Yuri.

Pekerjaannya.

Pekerjaan seorang Kwon Yuri menjadi dancer andalan salah satu perusahaan musik. Dancer? Ada yang salah dengan pekerjaan tersebut? Tentu, Park Chanyeol memiliki jawaban tersendiri atas pertanyaan tersebut. Namun pemuda itu tidak memberitahu jawabannya kepada Yuri yang selalu bertanya-tanya.

Saat ini, Chanyeol tengah menunggu seorang Kwon Yuri keluar dari studio menarinya. Park Chanyeol bersandar pada mobilnya dan mengenakan sebuah kaca mata hitam yang membuatnya semakin bergaya. Sehingga tidak jarang dari beberapa gadis menatap ke arahnya dengan kagum.

Chanyeol tidak pernah berpaling arah dari pintu utama studio yang Yuri tempati saat ini. Hingga dalam beberapa menit kemudian, ia melihat seorang Kwon Yuri keluar dengan lelaki berparas cukup tampan dan tersenyum manis ke arahnya. Chanyeol berdeham cukup keras hingga mengundang tatapan dari keduanya. Yuri tersenyum lantaran mendapati kehadiran sang suami tercinta. Dan lelaki di sampingnya mentap Chanyeol dengan pandangan cukup aneh.

Ah! Oppa, aku akan memperkenalkanmu kepada seseorang.” Chanyeol menaikkan satu alisnya ketika Yuri memanggil lelaki itu dengan panggilan ‘Oppa’. Nada panggilan gadis itupun sedikit berbeda. Sedikit istimewa mungkin?

“Chanyeol, ini Donghae oppa. Dia partner-ku dalam festival musim semi nanti,” Donghae mengulurkan tangannya dengan begitu enggan. Chanyeol dapat melihatnya, jika lelaki bernama Donghae itu tidak menyukainya.

“Donghae oppa, ini Park Chanyeol.” Chanyeol menjabat tangan Donghae dengan sama enggan-nya. Yuri menatap keduanya aneh, tatapan kedua lelaki di hadapannya itu cukup aneh.

“Siapa? Kekasihnya?” tanya Donghae dengan tatapan menyelidik.

Park Chanyeol menggeleng dan berdeham, “Bukan, aku suami-nya!” Chanyeol sedikit menekankan kata terakhir. Hal itu membuat Donghae membulatkan matanya terkejut.

“Yuri? Kau sudah menikah?” merasa tidak percaya dengan perkataan Chanyeol, Donghae bertanya kepada Yuri. Yuri mengangguk dengan seutas senyuman.

“Iya, dia suami-ku oppa. Maaf tidak memberitahumu tentang pernikahan kami, sebenarnya ini sudah dua bulan semenjak pernikahan kami.” terlihat sorot mata kekecewaan di iris kecoklatan Donghae. Chanyeol tersenyum aneh, seperti meremehkan dan tersenyum menang.

Ah, baiklah. Aku akan pulang dulu, Yuri.” Chanyeol menatap kepergian Donghae dengan kesal. Bagi Chanyeol, perilaku Donghae menunjukkan jika lelaki itu menyukai Yuri.

Setibanya di rumah, ada yang berbeda dari sikap Chanyeol. Yuri berulang kali berbicara, dan anehnya Chanyeol tidak menanggapi. Berbeda dengan Chanyeol yang biasanya. Yuri mendudukkan dirinya di teras rumah. Selagi menikmati sore yang hangat. Dalam pikirannya, ia bertanya-tanya. Bingung dengan perilaku Park Chanyeol tentunya. Yuri bersandar, ia memejamkan mata sejenak.

Yuri membulatkan matanya setelah menyadari sesuatu. Di lihatnya wajah tampan Park Chanyeol yang berjarak beberapa senti. Dan ia menyadari satu hal jika Park Chanyeol baru saja menciumnya. Menciumnya tepat di bibir.

“A-Apa yang kau lakukan?”

Chanyeol kembali menciptakan jarak. Pemuda itu mengembuskan napas perlahan. Kemudian, mengambil kursi dan berada tepat di hadapan Yuri.

“Kapan kau akan berhenti bekerja?” Yuri terkejut. Dengan cepat gadis itu menatap Chanyeol tajam.

“Kenapa kau bertanya seperti itu?”

Chanyeol beralih pandang sejenak, lalu ia menatap Yuri lagi. “Intinya aku tidak suka dengan pekerjaanmu. Tidak bisakah kau berhenti mulai besok?”

“Chanyeol, sebentar lagi akan diadakan festival musim semi. Aku berperan sebagai penari utama, dan dengan senangnya kau menyuruhku berhenti? Apa kau sudah gila?” biasanya, Chanyeol akan ikut membantah dan meninggalkan Yuri setelahnya. Tetapi untuk kali ini, justru seorang Park Chanyeol menatap ke iris kecoklatan Yuri dengan teduh. Membuat Yuri cukup terbius dan emosinya sedikit mereda.

“Aku tahu,” ujar Chanyeol. “Aku hanya ingin memberontak. Apa itu tidak boleh?”

Yuri meliukkan alisnya, “Memberontak?”

“Selama ini aku hanya diam ketika orang lain menyentuhmu saat menari. Akupun tidak mampu berbuat apapun ketika orang-orang melihatmu dengan tatapan liar-nya. Bahkan, ketika mereka tepat berada di sekitarku, mereka secara terang-terangan ingin menidurimu.” Kedua tangan Chanyeol menangkup pipi Yuri yang terdiam.

“Tidakkah kau menyadari satu hal? Selama ini aku menderita karena mendengar perkataan mereka tentang istri-ku. Aku tidak ingin kau menjadi bahan pembicaraan mereka. Apalagi menjadi incaran dalam daftar gadis yang akan ditiduri. Aku tidak ingin semua itu terjadi. Aku mencintaimu Yuri, aku mencintaimu.”

Dan keduanya larut dalam ciuman hangat mereka di sore hari.

Saat itu juga, Yuri mengerti akan betapa besarnya cinta seorang Park Chanyeol kepadanya.

END

Awww
Mau dong dijodohin sama Chanyeol :v
Aduh, suka banget deh bikin yang aneh-aneh.
Ya sama aja kayak yang buat O.O

See babe ©Firda©

Advertisements

12 thoughts on “Beloved (Ficlet)

  1. Beda dua tahun abis itu di jodohin dan pernikahan mereka udah berjalan selama dua bulan .. udah saling cinta tapi belum ngeresmiin nya 😀

    Donghae kalah sebelum berperang wkwk

    Liked by 1 person

  2. annyeong haseyo! hola Firda-chan. duh. maapkan daku yg baru nongol lg yah? uh. fantastic baby! tiap kali nongol, aku sllu kelimpungan karna trnyata kamu udah mendatangkan cerita borongan. gak sanggup hayati ngabisin dlm semalem.

    eh? perjodohan? pernikahan? nikah dijodohin? aigoo. tapi syukurlah karna mereka gak butuh waktu lama buat dapetin chemistry. PDKT dan melakukan kencan kayak abege. dih, manishnyaa!

    yosh! poor Donge yg kaget & gak nyangka kalo ‘incerannya’ udah gak single. bahkan udah merried.

    scene trakhir menyenangkan. karna apa? karna Chanyeol akhirnya nunjukin sisi manis yg scra sadar ngungkapin besar rasa Cinta dia ke Yuri. aigoo.. joha. joha. joha!!

    kayak biasa Firda-chan, aku bakal baca slowmotion. karna list ff kamu msh panjang. sampe ktmu diff lainnya.

    Liked by 1 person

    1. Wahh seneng deh baca komentarmu yang panjangnya hampir sama kayak drabble Ku 😂😂😂😂

      Tapi aku suka banget lo kalo komentarnya panjang, itu biking aku semangat ngelanjutin ff yang terbengkalai..

      Pokoknya komentarnya kak teta aku tunggu lo 😊😊😊

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s