[Trilogy of SS] Cold Summer (Chapter 1)

Cold Summer

#1 Trilogy of “Strange Season” – Cold Summer

Dear,
Kwon Yuri , Oh Sehun
Nam Yuri , Kim Taehyung

Little,
Kim Seokjin , Chou Tzuyu

Cover,
InaGaemGyu Art @ Poster Fanfiction Art

Story,
pure mine

Sequel of “Too Late (Vignette)”

Chapter 1

HAPPY READING

“Musim panasku, dingin.”

Tidak pernah sekalipun, seorang Kwon Yuri mengingat masa lalu. Masa lalu miliknya hanya sebuah kesalahpahaman bodoh yang berakhir tragis disertai insiden kecil pula. Tahun ini, gadis bermarga Kwon tersebut memutuskan untuk memulai hidup baru. Menitih lembaran baru yang mampu menuntunnya pada masa depan yang lebih baik. Dengan pakaian resmi, gadis itu tidak henti-hentinya menatap pantulan diri pada cermin. Penampilannya saat ini sangat berbeda. Lebih formal dan lebih dewasa.

Langkah gadis itu nampak percaya diri. Di hari pertamanya bekerja, ia harus bersikap sebaik mungkin. Terbuai dalam pesonanya sendiri, gadis itu lupa bahwa ia harus membelokkan tungkainya ke barat. Untung saja ia sadar. Dan Kwon Yuri kembali melangkah dalam arah yang benar.

Menjadi bagian dari salah satu perusahaan terkenal yang berada di Seoul. Sungguh sebuah kebanggan tersendiri bagi diri gadis itu. Kwon Yuri, kini ia tidak ragu lagi dalam melangkah. Segalanya akan baik-baik saja bila ia melakukan dengan benar. Tanpa keraguan, tanpa perlu mengada-ngada dan harus percaya diri.

“Selamat pagi!” Ia menyapa beberapa pekerja yang datang secara bersamaan. Tidak dapat dipungkiri, banyak orang yang senang akan kehadiran Kwon Yuri. Ia berada di lantai utama, terdapat sesuatu yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Tidak lupa juga, ia menyapa beberapa orang bagian administrasi yang baru saja datang.

Setelah bertemu dengan kepala pekerja untuk meminta kartu identitas, gadis itu melangkah kembali. Tujuannya berada di lantai lima. Tempat pekerja dengan bagian yang sama sepertinya. Ia merasa, harinya akan sangat baik.

“Semoga saja keberuntungan akan selalu datang Tuhan…”

­-

Pria itu menyeret kopernya asal. Terlalu malas bahkan untuk membawa barang pribadinya sendiri. Umpatan demi umpatan telah tercipta jauh-jauh menit sebelumnya. Menunggu seseorang yang diperuntukkan untuk menjemputnya, ia tidak suka menunggu. Kacamata hitam tertata dengan manis menutupi sepasang netra tajamnya. Dan yang disadari pula, peluh kian menetes dikarenakan musim panas tengah melanda kota Seoul. Belum lagi keadaan bandara hari ini cukup ramai. Membuat gerah yang menjadi-jadi.

“Sebaiknya aku memanggil taksi saja.” Karena terlalu lama menunggu, pria itu memilih untuk memanggil taksi sebagai satu-satunya cara pulang ke rumah. Cukup memakan waktu kurang-lebih tiga puluh menit, pria itu tiba di rumah.

“Sehun!” seorang gadis berlari ke arahnya. Keduanya berpelukan. “Hya! Aku merindukanmu!”

“Aku juga Chou, bagaimana keadaanmu? Baik-baik saja ‘kan?” gadis bersurai biru gelap tersebut mengangguk mantap.

“Aku baik-baik saja, tapi akan lebih baik jika kau berada di sisiku, Oh Sehun.” Chou Tzuyu menggaet tangan Sehun. Membawa pria itu masuk ke rumah dan duduk di ruang tengah. Datanglah seorang wanita paruh baya yang nampak elegan dengan riasan sederhananya.

“Ibu!”

Sehun memeluk Nyonya Oh. Wanita itu tersenyum senang, anak lelakinya kembali berpulang ke Seoul. “Aigoo, kau baik-baik saja nak? Bagaimana keadaanmu di sana? Apa kau bertemu dengan gadis cantik di sana?” Sehun melirik sejenak ke arah Tzuyu yang terdiam di tempat. Tzuyu tersenyum tipis, menandakan bahwa ia baik-baik saja dengan perkataan Nyonya Oh.

“Ibu, kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja aku baik-baik saja, dan tidak ada gadis cantik di Perancis bu, mereka sama saja.” Mendengar jawaban Sehun, Nyonya Oh mencibir pelan. Kemudian ia melirik Tzuyu yang terpaku dengan wajah tertunduk.

“Baiklah, lalu bagaimana keadaan Ayahmu di sana? Apa dia baik-baik saja? Apa dia memiliki simpanan?”

Sehun terkekeh, “Astaga bu, sepertinya Ibu benar-benar mengkhawatirkan Ayah. Ayah baik-baik saja bu, Ayah juga tidak memiliki simpanan seperti yang Ibu pikirkan. Ayah setia bu,”

Nyonya Oh tersenyum senang. “Baiklah, maaf Sehun. Ibu harus menandatangani kontrak dengan perusahaan lain. Kalau kau lapar, ada makanan di meja makan buatan bibi Chae. Kau pasti suka Sehun, dan yah kau bisa beristirahat.”

Nyonya Oh mengatakan hal tersebut dengan pandangan seutuhnya tertuju kepada Sehun. Wanita itu seolah tidak menganggap kehadiran Tzuyu yang menatap sayu ke arahnya. Sehun tahu, Ibunya itu tidak menyukai sosok Chou Tzuyu. Padahal, Tzuyu merupakan sosok yang mampu memutar-balikkan dunianya dalam sekejap.

Sepeninggal Nyonya Oh, Sehun dan Tzuyu berada di ruang makan. Mereka menghabiskan waktu dengan makanan buatan bibi Chae. Selama itu pula, Tzuyu tidak mengeluarkan suaranya sama sekali. Membuat Sehun merasa bersalah. Perilaku Ibunya kepada Tzuyu tidak pernah baik. Tzuyu bagaikan orang asing yang patut dijauhi bagi sudut pandang Nyonya Oh.

“Chou, kau baik-baik saja ‘kan?”

“Ah, iya aku baik-baik saja Sehun.” Tzuyu tersadar dari lamunannya. Ia kembali melahap makanan dengan lambat. Sehun menyerngit. Perilaku Tzuyu membuatnya bertanya-tanya dalam hati.

“Lusa, aku akan bekerja di perusahaan Ibu. Kuharap kau mengerti Tzuyu, tapi tentu saja kita masih bisa bertemu.” Tzuyu mengangguk pelan. Ia mencoba memahami kegiatan penting kekasihnya. Sehun masih menangkap adanya gurat keraguan. Ia benci melihat kekasihnya meragu. Entah itu dalam hal apapun.

Lima menit kemudian, Tzuyu mendongakkan kepalanya. Menatap kekasihnya mantap. “Aku akan menjadi sekertarismu Sehun, apa itu berita bagus?”

“Yul!” Kwon Yuri menoleh. Senyumnya tercipta ketika mendapati seseorang yang merupakan rekan kerjanya.

“Hei Yoona, bagaimana semalam? Apa Joonmyeon benar-benar melamarmu?” Senyum Yoona menghilang. Tergantikan oleh seraut murung mengerikan‒yang artinya pertanda buruk. Ia turut prihatin, nampaknya memang diluar ekspetasi.

“Dia melamarku di depan Ayah dan Ibuku Yul! Wah, dia romantis sekali! Aku senang sekali Yul~”

“Astaga~ Lihatlah temanku ini, dia senang sekali rupanya.” Yoona tersenyum senang. Begitu juga dengan yang Kwon Yuri lakukan. Ia turut senang mendengarnya. Meskipun Yoona sempat berbohong terlebih dahulu. Rupanya Yoona pandai dalam berakting.

“Baiklah, kalau begitu kita harus ke kantor. Kau tidak ingin terkena denda dari Presdir Oh ‘kan?” Kwon Yuri menyetujui dengan anggukan. Kemudian, keduanya menuai langkah ke tempat kerja. Dengan perasaan senang serta senyum merekah.

­-

Pena milik Yuri terantuk pelan dengan meja kerja yang penuh dengan berkas-berkas penting. Yuri mengatupkan mulutnya malas. Sebentar lagi, jam makan siang akan tiba. Ia tidak sabar menanti. Perutnya meminta tolong untuk diisi. Dan yah, Yuri ingin membeli minuman kesukaan di restoran baru.

Selalu saja terdapat orang yang kesukaannya mengacau hidup orang lain. Sebut saja Kim Seokjin. Pria tampan, yang bertugas untuk memimpin koordinasi para pekerja. Mapan, terlahir dari keluarga kaya raya. Dan dipercaya bahwa ia merupakan keponakan dari Presdir Oh.

Seokjin menghampiri Yuri. Dengan wajah tampannya, siapa saja mungkin tertarik. Tapi tidak dengan Yuri. Ia menganggap Seokjin memiliki ketampanan yang sama atau bahkan setara. Bahkan di saat pertama kali bekerja, Yuri telah mengutarakan segalanya mengenai wajah tampan Seokjin.

‘Kau itu tidak ada tampan-tampannya dibandingkan mantanku, kau berada di rata-rata. Jika kau memang kepala koordinasi di perusahaan ini, tunjukkan kinerjamu yang sesungguhnya. Bukannya mengganggu orang lain dengan modal ketampanan.’

Perkataan tersebut sukses meluncur di saat Seokjin merayu Yuri pada malam pertama bekerja. Atau lebih tepatnya, semalam. Yuri menyadari eksistensi Kim Seokjin di hadapannya. Kendati demikian, gadis itu memilih untuk diam. Berpura-pura tidak tahu, lalu mengantuk.

“Aku tahu kau berpura-pura,” Yuri tetap masih memejamkan matanya. Ia tidak ingin menanggapi perkataan Seokjin yang ujung-ujungnya mampu mendidihkan hemoglobinnya. Dan barangkali saja, Seokjin akan pergi karena kelelahan.

“Yur‒eh? Seokjin sunbae, selamat siang.” Ujar Yoona yang hendak menghampiri Yuri. Seokjin membalas hal tersebut dengan seutas senyum tipis. “Permisi sunbae, aku ingin memberitahu Yuri bahwa kami harus pergi keluar mencari makan siang.”

“Ah, baiklah silahkan! Aku akan pergi,”

Sosok Kim Seokjin berlalu. Menyisakan Yoona yang menatap Yuri dengan decakan yang dibuat-buat. “Aku tahu kau berpura-pura Yul, sudahlah! Seokjin sunbae sudah pergi, sekarang ayo kita mencari makan siang sebelum aku mati kelaparan.”

Yuri menegakkan tubuhnya. Kini ia bisa bernapas lega. Seokjin telah pergi, dan saatnya mencari makan siang dengan Yoona. “Ayo Yoon‒”

“Nona-nona!” Yuri mendegus kesal. Pria itu datang lagi, dengan jas hitam yang melekat pada tubuhnya. “Kupikir, sebaiknya aku mentraktir kalian.”

“Oh? Benarkah Seokjin sunbae? Wah terima kasih sunbae,” Yoona nampak senang, sementara Yuri tidak menginginkan hal tersebut. “Ayo Yul, kita dapat makanan gratis.”

Rasanya dunia Yuri hancur saat itu juga.

Sehun mengemudikan mobilnya di lahan parkir salah satu restoran yang berdiri atas nama perusahaan sang Ibu. Hari ini, ia memutuskan untuk bertemu dengan Tzuyu di sana. Semalam, pria itu tidak mendapati sosok Tzuyu yang manis dan ceria seperti biasa. Setelah kepulangannya saat itu, Tzuyu cenderung diam. Benar-benar berbeda dari biasanya.

Sehun menuai langkah percaya diri ke dalam restoran tersebut. Beberapa pegawai yang melihatnya sontak menunduk hormat. Anak dari pemilik restoran yang harus dihormati. Sehun tidak mempedulikan tundukan hormat yang dilayangkan kepadanya. Mata elangnya mengedar, mencari objek hidup yang semalam berhasil mengusik pikirannya.

Dan di sanalah, ia mendapati sosok Chou Tzuyu. Dengan jas pekerja kelabu dan rambut tergerai. Sehun menghampiri sang kekasih. Tzuyu dalam posisi membelakangi, nampaknya gadis itu tidak menyadari kedatangannya‒bahkan di saat semua pekerja sibuk memberi hormat kecil-kecilan.

“Chou?”

Tzuyu membalikkan badannya, “Ah, Sehun? Duduklah,”

Sehun mengambil tempat di hadapan gadis itu. Pria itu mengamati wajah cantik Tzuyu‒yang entah kenapa masih bagaikan candu seperti dulu. Pertemuan pertamanya dengan Tzuyu di saat ia menginjakkan kaki di universitas. Kala itu, Tzuyu sedang berbicara dengan teman-temannya di depan kelas seni. Karena kecerobohan Sehun, ia menabrak Tzuyu dan menumpahkan kopi panas yang gadis itu bawa.

Pertemuan klise yang sampai saat ini masih terkenang baik dalam pikiran Sehun. Cara tersenyum gadis itu benar-benar berbeda. Iapun memiliki pikiran yang di atas rata-rata. Serta, ia mampu mengatur emosinya sebaik mungkin. Chou Tzuyu, gadis berusia dua puluh enam tahun yang memiliki sifat seperti wanita dewasa.

“Semalam, kenapa kau tidak menghubungiku?” Sehun memecah keheningan‒yang biasanya tidak terjadi diantara keduanya. Tzuyu memberanikan diri untuk menatap kekasihnya. Meski terkesan aneh dan memaksa. Sehun menyadari, bahwa sesuatu sedang terjadi dan mengusik pikiran kekasihnya.

“Aku lupa memeriksa ponselku, Hun.” Sehun nampak harus percaya. Namun dalam hati, setelah melihat raut gundah Tzuyu, Sehun enggan untuk mempercayainya.

“Kau berbeda Chou, kenapa?” Itulah pertanyaan yang mengganjal dalam benak Sehun semalam. Tzuyu menggigit bibir bawahnya. Mengapa pula gadis itu harus bersikap aneh hari ini? Hal tersebut justru membuat Sehun heran.

“A-Aku…” Tzuyu menarik napas pelan, kemudian mengembuskan cukup kuat. “Sepertinya kita tidak bisa bersama lagi, Hun.”

“Apa? Kenapa?”

Sehun membulatkan kedua matanya tidak percaya. Seketika itu, hatinya yang tertata rapi runtuh dalam sekejap. “Kenapa kau? Apa yang membuatmu ingin mengakhiri hubungan ini Chou? Tidak tahukah bahwa aku sangat mencintaimu?” Tzuyu merasa sebuah lapisan tipis bening telah berada dalam pandangannya.

“Iya Sehun, tapi‒”

“Tidak tahukah bahwa kau satu-satunya gadis yang mampu menaklukkanku?” Rahang pria itu mengeras, bersiap untuk meluapkan emosi‒mungkin. “Sejak aku bertemu denganmu, aku tidak pernah datang ke dunia malamku lagi. Aku berubah Chou, karenamu! Untukmu! Olehmu! Dan sekarang kau ingin mengakhiri hubungan ini? Cih‒bisa kau beritahu aku apa yang mempengaruhimu Chou?”

Tzuyu menggeleng, siap-siap saja baginya untuk menangis. “Tidak ada yang mempengaruhiku, Hun. Aku hanya tidak ingin berhubungan lagi denganmu, kupikir hubungan kita ini tidak…”

“Tidak serius?” Sehun menyahut lagi. “Chou, kau pikir selama ini aku tidak serius? Lalu untuk apa aku selalu mengingatkanmu meski berada di Perancis? Untuk apa aku selalu mengirimkanmu paket dari Perancis? Dan untuk apa aku memimpikan masa depan denganmu?”

Tidak dapat dipungkiri, air mata telah tercipta. Juga membuat beberapa pasang mata tertuju pada keduanya. “Chou…” Sehun menggenggam tangan gadis itu. Menyelipkan buku-buku jarinya dengan milik Tzuyu. “Kumohon, apa ini karena Ibu?”

Tzuyu menggeleng, “Tidak, Hun. Ibumu memang membenciku, tapi dia tidak pernah menyuruhku untuk melakukan hal semacam ini.”

“Lalu kenapa Chou? Siapa yang menyuruhmu?” Sehun berdiri dengan napas terengah. Kini keduanya benar-benar menjadi pusat perhatian.

Tzuyu tidak mampu menahannya lagi. Dengan cepat gadis itu melenggang pergi. Ia tidak peduli dengan tatapan orang-orang. Gadis itu, tidak mampu membendung air mata yang hampir pecah beserta dengan isakan. Sehun membiarkan gadis itu pergi. Yang jelas, hatinya benar-benar sakit untuk saat ini.

Ia memejamkan mata sejenak. Mencari sedikit kedamaian. Setelah itu, pandangannya tidak mendapati keberadaan Tzuyu beserta mobilnya. Tzuyu melesat bagaikan petir. Begitu pula dengan perkataannya yang sangat menyanyat hati.

Awalnya Sehun hendak melangkahkan tungakainya, kembali ke rumah tentu saja. Namun pergerakannya terhenti ketika obsidiannya beradu dengan iris hazel seorang gadis yang berada di sudut ruangan, ditemani oleh dua orang. Tatapannya kini terperangkap dalam tatapan Sehun. Sehingga gadis itu terdiam. Membantu. Tidak tahu harus berbuat apa. Alih-alih mencoba menghindar, justru gadis itu teringat dengan kejadian lima tahun lalu.

“Sehun…”

Montmare sangat menyenangkan. Semilir anginnya mampu mengobati diri yang membutuhkan kedamaian serta ketenangan. Begitu juga dengan gadis yang memiliki iris kelabu dan surai kecoklatan yang menikmati tur mandirinya selama berada di Perancis. Liburan kali ini, memberikan kesan tersendiri bagi gadis itu. Melihat kota impian yang sedari dulu sangat ia dambakan.

Jaket coklatnya mengambang atas-bawah dengan lucu karena cara berjalan yang tidak biasa. Ia menaburi loncatan kecil pada cara berjalannya. Sehingga, ia nampak berada dalam sebuah suting music video‒dimana ia menjadi pemeran utama yang terlalu senang karena dapat bertemu dengan sang kekasih di kota tercinta.

Tapi tentu saja, gadis itu tidak mungkin menemui sang kekasih di kota ini. Barangkali perlu diralat, gadis itu tidak memiliki kekasih. Sehingga percuma saja. Dalam kegiatan memotretnya, sebuah benda bergetar dalam saku jaketnya. Cepat-cepat gadis itu menenggelamkan tangan dan mencari benda kesayangannya itu.

“Halo? Hei‒apa di sana siang?” gadis itu tersenyum setelah mendapatkan jawaban dari seberang. Perlahan, tangan kanannya memotret bagian tercantik dari sudut-sudut yang berada di kota Montmare.

“Tenang saja, aku akan membelikanmu cideramata.” Langkahnya menepi ke sebuah kedai minuman. Musim panas di Montmare membuatnya haus. Perlahan gadis itu melepaskan jaketnya‒tentu saja dengan ponsel yang masih berada tepat di samping telinga.

“Lupakan saja janjiku dengan Chanyeol saat itu, aku hanya bercanda. Yang paling penting aku akan membelikannya cideramata juga, jadi tolong peringatkan pria itu untuk diam dan tidak mengeluh. Mengerti? Sepertinya aku akan mendengar penuturannya jika aku kembali.”

Sembari mendengarkan si penelepon, gadis itu membaca daftar menu. Kemudian, ia melambaikan tangan untuk membuat salah satu pelayan datang ke mejanya.

“Akan kututup, aku harus makan.”

‘Ya! Nam Yuri! Ya‒’

“Kenapa suaranya bisa sekeras itu? Dasar aneh!”

TBC

Yess, di saat ada banyak ff chaptered yang belum tuntas, justru aku menyibukkan diri dengan ff baru. Kali ini, aku memakai cara berbeda untuk menciptakan ff chaptered.

Yep,

TRILOGY OF “STRANGE SEASON”

Tahukah maksudnya?

Jadi, ya series dari ff ini ada tiga. Cold Summer merupakan yang pertama. Tahukan kenapa judulnya Cold Summer? Yah, jadi para cecan dan cogan di atas akan merasakan hal yang berbeda dari musim yang dialami.

Cold Summer.

Musim panas yang dingin.

Kok bisa?

Nah itu!

Di musim panas ini, para pemain bisa merasakan hawa dingin yang merasuk dari konflik-konflik yang akan diketahui nanti. Semoga dengan konsep baru, readers tambah tertarik dan siders nambah tobat Ya Allah :3

Oke, sekian ya…

See ya~ ©Firda©

Advertisements

16 thoughts on “[Trilogy of SS] Cold Summer (Chapter 1)

  1. Woah dpt feelnya ni and bikin penasaran tpi msih blum brapa fhm ni.knapa tzuyu ninggalin sehun n siapa yg sehun lihat ??dan nam yuri tu siapa??ditunggu lnjutannya .fighting

    Liked by 1 person

  2. Walaupun belum paham karena ceritanya langsung ke nam yuri tapi ff nya bener-bener daebakkkk

    Yuri putus dari luhan ??
    Tzuyu putus sama sehun karena apa ? Dan kenapa nyonya oh gk suka sama tzuyu ?

    Sehun ngeliat siapa ?? Yuri kah ??

    Kim seokjinnnnnn
    Wajah tampan tapi gak bisa naklukin yuri wkwk malah di bilang wajahnya pas-pasan sama yuri 😀 sabar sokjin

    Siapa itu nam yuri ??

    Di tunggu nextpartnya eonni 🙂

    Like

  3. oke ini menarik banget. tapi thor aku ada satu pertanyaan buat author, apa kwon yuri sama sehun terus yg satunya nam yuri sama taehyung bakalan jadi satu ceritanya? atau sebenarnya itu cerita yg berbeda dan sendiri-sendiri? author ngerti nggak maksudnya? aku kok jadi bingung ya mau ngejelasinnya ._. tapi thor kok pacarnya sehun harus tzuyu sih, entah kenapa aku nggak suka sama tzuyu ._. cuma ya itu terserah author sih mau jadiin dia sbg cast nya author

    Like

  4. Agak bingung nihh ,bukannya di ff too late yul pacaran ama luhan kok sekarang jomblo sih ,trus disini sehun cinta bnget lgi sama tzuyu kirain cuma pelampiasan aja btw kenapa tiba2 tzuyu mutusin sehun .dan siapa nam yuri next eonni

    Like

  5. Oh jadi nam yuri sama kwon yuri beda ? Aku sempet mkir mereka orang yg sama . Haha aku ga tau tentang siapapun kecuali wajah yuri sma kyuhyun doang ini seriusan kaka . Abaikaan ka hehe

    jadi nanti kwon yuri jodohnya siapa hihi ? Oke, selalu di nantikan ka firda, semua ff nya pasti . Fightiiing

    Like

  6. Masih bingung sama cerita nya thorr.
    Tzuyu kenapa sama Sehun? Nam Yuri juga siapa nya Kwon Yuri/?
    Next nya ditunggu biar paham ini thor
    Fighting

    Like

  7. Kwon yuri dan nam yuri? Apa mereka kembar tapi beda marga gitu? Kwon yuri putus sama Luhan? Eih, kenapa harus? Padahal Yuri udah bisa nglupain Sehun. Please…. kalau nanti Yuri emang sama sehun. Jangan lama”lama ngepostnya. Hu… sumvaah aku gak iklas kalau nanti yulhun gak bersatu.

    Like

  8. Nam Yuri sm Yuri eonni org yg sama??
    Kenapa putus sm Sehun oppa??
    Yoona eonni sudah kenal sm yuleon lama ya kok dihari pertama kerja sudah tau cerita ttg dilamar Suho oppa??
    V oppa blm ada..
    5 tahun yg lalu maksudnya gmn??
    Ditunggu part selanjutnyaaa..

    Like

  9. Ohh aq lupa sm ff Too late’nya.. hehehehehee..
    Jadi lupakan commentku yg tadi..
    Tp Luhan gege putus sama Yuri eonni???
    Ketemu lagi sm Sehun secara tidak terduga di Restoran??
    Ditunggu banget kelanjutannya..

    Like

  10. Wah daebak yuri nya ad dua tp bda magra tentuya.. .yeye ad kim seokjin aku ska sma namja stu in soalya imuz he…pnasarn ap ya yg bkin tyuzu mngakhiri hbungan nya sma sehun.. .kyakya si sehun knal tu sma yuri dan gtupn sblikya jdi pnasarn.. ..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s