Too Late (Vignette)

Too Late

Dear,
Kwon Yuri , Oh Sehun

Cover and story,
pure mine

Sequel of “Thanks? (Drabble)”

HAPPY READING

“Semua ini, sudah terlambat”

Oh Sehun.

Pemuda tampan, berbakat, kaya raya, serta memiliki berjuta pesona. Setelah berhasil melewati ujian kelulusan pada sekolah menengah akhir-nya, pemuda itu berlanjut ke universitas Seoul. Dan beruntung, pemuda itu berhasil melewati tes masuk ke universitas dengan mudahnya.

Terkenal, sangat terkenal hingga sepenjuru universitas mengetahuinya. Bahkan, pesona seorang Oh Sehun telah memikat banyak gadis. Terutama dengan gadis yang berasal dari Taiwan dan terkenal dengan kecantikkan serta bakat menarinya.

Tanpa berbasa-basi, Sehun segera mengungkapkan perasaannya kepada gadis bernama Chou Tzuyu tersebut tanpa ragu. Dan kini, pasangan terheboh pada universitas Seoul ialah Oh Sehun dan Chou Tzuyu.

Seorang gadis bergegas untuk menyebrangi zebra cross sebelum lampu lalu lintas berubah menyala hijau –bagi para kendaraan. Dengan tergesa-gesa, gadis itu sempat menabrak bahu pengguna jalan yang lain. Hingga ia harus meminta maaf sejenak, kemudian berlari lagi.

“Yuri!” gadis pemilik surai kecoklatan itu menoleh. Ia tersenyum lantaran mendapati salah satu temannya berlari menghampiri.

“Kau terburu-buru sekali hingga tidak mendengar seruanku tadi,” gadis itu menyikut lengan Yuri dan mengajaknya untuk merajut langkah lagi. Yuri tersenyum tipis, menyamakan langkahnya dengan langkah seorang Im Yoona.

“Iya, kupikir aku akan terlambat.”

Yoona berdecak pelan, “Kau selalu berpikir yang tidak-tidak. Oh, bagaimana dengan pendapat kekasihmu itu ketika kau kembali ke Seoul? Apa dia senang?”

Yuri tersenyum simpul, pandangannya mengedar ke arah jalanan kota Seoul yang begitu ramai. “Hmm, tentu saja. Bahkan dia akan mengantarkanku pulang. Lagipula, dia juga berada di universitas yang sama denganku.”

Oh? Benarkah? Kenapa kau tidak pernah memberitahuku? Memangnya, siapa kekasihmu itu? Apa dia orang terkenal? Ini salahmu karena tidak pernah memberitahuku mengenai kekasihmu itu.” Yuri tersenyum lagi mendengar perkataan sahabatnya itu.

Setelah lulus dari sekolah menegah akhir, gadis itu memilih untuk mengikuti ayahnya yang ditugaskan untuk pindah ke China. Sementara ibu dan kakak perempuannya berada di Seoul, ia harus bersedia untuk menanggung rasa rindunya itu. Ia rela untuk pindah ke China dan memisahkan diri dengan sahabatnya –Yoona. Namun sesungguhnya, tujuan utama gadis itu pindah ialah untuk menjauhi seorang pemuda yang membuatnya terpuruk dalam kesunyian. Sedih, gadis itu selalu merasakan sebuah kesedihan kala mengingat bagaimana peristiwa dua tahun lalu terjadi.

Akan tetapi, kali ini hatinya merasa lebih baik karena kehadiran seorang pemuda asal China yang satu tahun sebelumnya bertemu dengannya di China. Lebih dulu daripada Yuri, pemuda itu mengikuti keberadaan kedua orang tua-nya untuk pindah ke Seoul. Dan kali ini, Yuri akan mengikuti jejak sang kekasih. Selama ini, berhubungan melewati ponsel sama sekali tidak menyenangkan.

“Yuri? Perubahanmu selama dua tahun sangat drastis ya?” Yuri menoleh ke arah Yoona yang kini menatapnya dengan senyum aneh.

“Sangat drastis bagaimana? Kau ini ada-ada saja Yoona, memangnya perubahaan apa yang ku alami?” Yuri menimpali, lalu memusatkan pandangan pada beberapa papan reklame yang terpasang di sudut jalan.

Hmm… Kau terlihat lebih kurus, lebih pandai, lebih dewasa, dan lebih cantik. Tidak seperti dulu, kau selalu menggunakan poni tebal dan kacamata berlensa tipismu itu. Tapi sekarang? Wow, kau benar-benar berbeda. Kau lebih cantik dariku Yuri…” Yuri menghentikkan langkahnya. Ia membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan Yoona.

“Yoona, dulu aku memang seperti itu. Dan aku tahu sekarang aku-emm sedikit berbeda memang. Tapi kalimat terakhir itu terdengar seperti sebuah penghinaan tersendiri bagiku.” Yoona menautkan kedua alisnya. Ia tidak mengerti dengan jalan pikiran Yuri saat ini. Sehingga gadis itu memilih untuk berpikir dan mengikuti langkah gamang Yuri.

Ya! Kwon Yuri! Itu memang benar, sekarang kau semakin cantik melebihi aku. Itu bukan sebuah penghinaan Yuri! Ya! Yuri! Aish, kau ini!”

Yuri dan Yoona melangkah pelan setelah melewati gerbang universitas Seoul. Senyum Yuri merekah, begitu juga dengan Yoona yang suka sekali melihat senyuman Yuri. “Nah, Yuri! Sekarang kau harus memberitahuku siapa kekasihmu itu.” Yuri mengulum senyum ke arah Yoona. Kemudian, gadis itu merajut langkah lagi. Pandangannya meneroka ke berbagai arah dengan antusias dan senang. Akhirnya, ia akan bertemu dengan teman-temannya dulu yang kini berada di sini.

Yoona mengikutinya sembari mencari seseorang. “Oh? Itu Sehun,”

Deg

Degupan jantung Yuri seakan tertahan. Hatinya bergetar pelan, dan sesuatu dalam masa lalunya melintas. Nama itu. Nama yang selama ini selalu dihindarinya, dengan mudah hadir kembali ketika ia baru saja menginjakkan kaki di tempat baru ini. Dan parahnya, Yoona memanggil pemuda itu untuk menghampirinya.

“Ada apa Yoona? Apa kau tidak tahu aku sedang sibuk?” Sehun mendatangi Yoona dengan seorang gadis cantik yang bergelayut manja pada lengannya. Yoona mencibir pelan ke arah Sehun.

“Sibuk apanya? Yang kau lakukan hanya bermesraan dengan Tzuyu, dasar! Apa kau tahu di mana Joonmyeon?” tanya Yoona yang sesekali mengedar pandang, memastikan jika orang yang dicarinya tiba-tiba muncul.

“Joonmyeon?” ralat Sehun. Yoona mengangguk mantap, Sehun mengendikkan bahunya seolah tidak peduli. “Aku tidak tahu, dia kekasihmu, cari saja sendiri.”

Yoona berdecak pelan, “Kau ini, dia itu sepupu-mu setidaknya kau bisa membantuku. Kau tahu? Setelah kemarin sore, dia tidak menghubungiku. Itu mengawatirkan sekali,”

Sehun mendegus malas, “Itu urusanmu, bukan urusanku. Jangan halangi jalanku, dan biarkan aku pergi.”

Ah! Tunggu sebentar, aku akan mengenalkanmu kepada seseorang. Yu-”

“Yuri?”

Yuri menoleh ke sumber suara yang menyerukan namanya. Ia mengenal suara itu. Ia tersenyum dan pemuda itu menghampirinya. “Luhan? Ah! Ternyata kau benar-benar berada di sini.”

Luhan mengacak pelan surai kecoklatan Yuri, “Tentu saja, bukankah aku sudah mengatakannya?”

Yuri mengangguk mengiyakan dengan senang. Hanya karena ia begitu senang bertemu dengan Luhan, ia lupa jika terdapat kehadiran Yoona dan Sehun yang kini menatapnya dengan terkejut. Tidak hanya kedua orang itu, namun beberapa orang yang berlalu lalang melihat Yuri dan Luhan dengan tatapan bertanya-tanya.

Ah! Aku lupa, apa kau sudah mengenal sahabatku? Namanya Yoona, Yoona? Kau mengenal Luhan ‘kan?” Yoona tersadar, kemudian ia mengangguk. Perlahan, pandangan Yuri beralih ke arah sepasang kekasih yang mematung di belakang Yoona. Terdapat Oh Sehun dan seorang gadis yang diyakini sebagai kekasihnya.

“Luhan? Jadi, yang Yuri ceritakan kepadaku selama ini itu kau?” Yoona memastikan. Luhan mengangguk dan tersenyum manis.

“Iya, aku kekasihnya. Kau pasti sudah mendegar banyak tentangku dari Yuri bukan? Aku tidak tahu jika kalian itu bersahabat.” Yoona terdiam. Sepertinya ia masih mencerna perkataan Luhan. Yang mengejutkan lagi, yaitu sebuah kenyataan jika Luhan merupakan sepupu-nya yang berasal dari China. Baru berada di Seoul selama satu tahun.

“Luhan?” panggil Yoona.

“Apa?”

“Kau sepupuku yang paling jahat, kenapa kau tidak mengatakan jika kau ini kekasihnya Yuri?” Yoona berujar dengan tidak terima. Sedangkan Yuri masih menatap Sehun dengan tatapan menghunus. Sorot mata gadis itu menunjukkan sebuah rasa sakit yang masih membekas sampai saat ini ketika melihat pemuda bermarga Oh tersebut.

Eherm,” Sehun berdeham cukup keras. “Jadi Luhan? Dia kekasihmu?”

Luhan mengangguk masih dengan senyum manisnya. “Iya Sehun, terkejut? Maaf aku tidak pernah memberitahumu,”

Sehun mengangguk dan mengiyakan, “Hmm, tidak masalah. Itu bukan masalah yang besar, kalau begitu aku akan pergi dulu.” Sehun dan Tzuyu berangsur pergi. Yuri tertunduk setelah kepergian pasangan itu.

“Yuri? Luhan? Kalian berhutang sebuah penjelasan kepadaku, kalian harus menceritakan saat pertama kali kalian bertemu. Ah, aku benar-benar penasaran. Tapi, sebaiknya kita mencari tempat lain saja. Lihatlah! Sekarang kalian sedang menjadi pusat perhatian, dan masalahnya aku berada di antara kalian.”

Kwon Yuri mengalami banyak hal baru setelah kembali ke Seoul. Pertama, ia bertemu dengan kekasihnya. Kedua, ia memiliki banyak teman di universitas baru. Dan terakhir, ia bertemu dengan pemuda itu lagi. Pemuda arrogant yang pernah menghancurkan hatinya dulu. Sejujurnya, gadis itu masih memikirkan rupa Oh Sehun setiap malam. Seiring dengan semakin lama dirinya mengingat masa lalu. Kenangan pahit itu. Yuri membencinya

Barangkali Sehun tidak ingat, maka gadis itu mengingatnya dengan jelas. Bagaimana ekspresi Sehun, sikap Sehun, serta kalimat yang Sehun lontarkan.

‘Seharusnya kau berterima kasih kepadaku. Karena kehadiranku-lah kau mengalami jatuh cinta. Jika tidak, kau pasti sudah tidak bernyawa di dunia ini…’

Yuri mengacak surainya pelan. Perkataan gila pemuda itu, kembali terngiang. Gadis itu memejamkan matanya, mencari kedamaian yang terselip di antara memorinya. Gadis itu memutuskan untuk mengingat kejadian menyenangkan yang dialami bersama dengan Luhan.

Ah iya, Yuri memiliki kekasih. Lantas mengapa gadis itu harus memikirkan orang lain yang justru tidak pernah memikirkannya? Sedetik kemudian, sebuah ponsel pintar telah berada pada genggaman. Malam ini, gadis itu memutuskan untuk menepis masa lalu dengan menghubungi Luhan.

“Yul, aku harus pergi ke ruang dosen. Ada beberapa hal yang harus kuselesaikan,”

Yuri mengangguk menanggapi perkataan Yoona, “Oke, aku akan menunggumu di depan.”

“Tidak.” Yoona menggeleng, “Kurasa dosen Kim akan membuatku berlama-lama di sini, wanita tua itu suka mengulur waktu Yul. Pulang saja dulu, aku akan datang ke rumahmu nanti.”

“Baiklah, jangan lupa kau harus memberitahu kekasihmu kalau kita akan mengerjakan tugas Yoong.”

“Tentu saja Yul, baiklah aku pergi dulu.”

Yoona berlalu, menyisakan Yuri yang berada di koridor utama. Tidak terdapat pilihan lain, gadis itu harus pulang ke rumah sebelum senja tiba. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk pekerjaan kelompok nanti.

Saat Yuri hampir saja menapakkan kaki keluar pintu gedung, seseorang menariknya, membawanya pergi‒entah ke mana.

Ya! Kau siap‒Sehun?”

Sehun menatap Yuri lamat. Membuat Yuri bergidik ngeri, seolah Sehun sedang mencabut nyawanya secara perlahan. Dalam hati, ia menyakinkan dirinya untuk tidak terpancing dengan tatapan Sehun dan kembali terpesona. Kejadian seperti itu hanya terjadi di masa lalu, ketika sosok Kwon Yuri masih begitu lemah dalam menanggapi asmara yang menyelubunginya.

“Apa yang kau lakukan?” Yuri memecah keheningan. Sehun masih menatapnya lamat. Yuri beralih pandang agar terhindar dari tatapan Sehun. Meski begitu, tubuhnya berdesir aneh.

“Apa kau masih menyukaiku?”

Mengapa yang terjadi dalam kehidupannya selalu di luar dugaan? Mengapa sosok Oh Sehun yang sangat dibencinya harus bertanya mengenai hal tersebut? Apa pemuda itu tidak tahu? Betapa terpuruknya gadis itu saat ini?

Yuri menatap Sehun. Tatapannya getir. Kurang-lebih sama seperti dua tahun yang lalu. Kejadian mengerikan dengan latar yang sama. Atap. “Aku pergi dulu.” Tentu saja tidak semudah itu bagi Sehun untuk melepaskan Yuri. Pemuda itu menarik Yuri dan kejadian yang tidak terduga terjadi.

Yuri merasakan sebuah benda lembut menempel pada bibirnya.

1 detik

2 detik

3 detik

“Sialan!” Yuri menampak pemuda itu. Kemudian, tanpa perlu menunggu lebih lama, ia bergegas pergi. Meninggalkan Sehun yang termangu dalam tempatnya. Merenungi kepergian Yuri yang luput dari pandangan.

“Sepertinya, aku memang terlambat.”

END

Dan yep, sequel aneh bagi ff thanks.
Mengapa saya buat gantung? Karena akan ada trilogy spesial dari ff ini.

Makasih buat yang udah nungguin sequel ff ini,
dan makasih juga buat yang udh stay tuned di blog ini selagi saya hiatus.

Bye~ ©Firda©

Advertisements

13 thoughts on “Too Late (Vignette)

  1. Wow kasihan Sehun ditolak sama Yuri. Penyesalan selalu datang di akhir kasihan deh Sehun 😹😹keren unnie ceritanya ditunggu karya unnie lainnya 😹😹

    Like

  2. aku nggak nyangka kalau sequelnya bakal kaya gini.
    maaf, tapi kamu terlambat Sehun. kenapa nggak dari dulu” aja coba? sekarang yuri udah punya luhan, kasian kan luhannya kalo sampe kamu ganggu hubungan yuri sama luhan.,

    Like

  3. Keadaan sekarang berbalikmalah sehun yng ditolak yuleon,.Padahal dulu sehun nolaknya keterlaluan bnget tuh , next eonni ditunggu ff2 lainya fighting

    Like

  4. Gantuuunggg thor. Tapi ini kan bukan jemuran(?)

    Sehun telat ah Yuri udah sama Luhan dan baru sekarang dia kaya gini. Itu kalau Luhan tau apa yang Sehun lakuin ke Yuri gimana ya wk.

    Sequel lagiiii/? Ini ngegantung thor

    Like

  5. Sequel… sequel…sequel….
    Harus ada eequel. Aku berharap yuri bersatu sama si Sehun. Bener dah harus menjadi satu cinta. Harus… have to….. gotta….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s