Sleepless Night (Ficlet)

Sleepless Night

Dear,
Kwon Yuri , Xi Luhan

Cover,
Official Mons Art @ Facebook

Story,
pure mine

HAPPY READING

“Malam tiada akhir,”

Terakhir kali Yuri mendapati sosok Luhan, ketika pemuda itu menyapanya di malam hari. Tepat tengah malam, dengan balutan jas formal kebesaran yang Yuri benci. Kwon Yuri, berusia duapuluh tujuh tahun. Usia yang cukup dewasa bagi seseorang untuk menempuh hidup bersama sang pendamping. Kendati demikian, ia tidak mampu melakukan hal tersebut untuk beberapa saat. Terutama saat ini. Ketika kedua orang tuanya menanyakan keberadaan Luhan, Yuri hanya mampu terdiam.

Selagi mendengar gerutuan yang tercipat dari bibir kedua orang tuanya, Yuri berdo’a. Memohon kepada Tuhan untuk membawa kembali Luhan berada di sisinya. Apa gadis itu terlalu egois? Menginginkan Luhan hanya untuk dirinya? Tidak. Itu hanya keinginan kecil dan Tuhan pasti akan mengabulkannya. Baik cepat atau lambat, Tuhan akan membalasnya.

­-

Dan yah‒pagi ini Yuri terlalu malas untuk menjaga klinik ayahnya. Begitu pula dengan pekerjaannya di apotik. Ia meminta cuti atas alasan sakit. Bukan sebuah kebohongan, itu memang benar. Yuri sakit. Semalam ia demam, bahkan tidak mampu menilik ponselnya barang sedetik.

“Yul, waktunya sarapan!”

Yuri memilih untuk menurut. Disinyalir kondisi yang tidak baik, maka gadis itu menurut. Ia melihat Tuan dan Nyonya Kwon sedang menikmati sarapan seperti biasa. Tenang dan damai. Hanya dentingan alat makan yang mendominasi sejuknya pagi hari.

Yuri tersenyum tipis, sembari mendudukkan diri dan melahap makanannya.

“Yul?”

Yuri menoleh, “Ya Ayah?”

“Apa Luhan sudah menghubungimu?” Yuri bungkam. Seperti biasa, keadaan seperti itu terus terulang. Tidak peduli kapan dan di mana, kedua orang tua-nya akan menanyakan hal yang sama. Yuri tersenyum getir, menatap sang pemimpin keluarga.

Hmm, belum ayah. Dia masih bertugas, ayah tahu sendiri ‘kan?”

Tuan Kwon mengangguk aneh. Selalu jawaban yang hampir sama didengar. Sejujurnya, kedua orang tua Yuri tidak ingin melihat anaknya sendiri pada umur yang sangat dewasa. Waktunya menikah dan mereka tidak ingin Yuri sedih karena memikirkan keberadaan Luhan. Meski begitu, tidak dapat ditepis bahwa merekapun telah menganggap Luhan sebagai menantu jauh-jauh hari.

“Dia akan menghubungiku ayah‒” Yuri nampak ragu. “‒sesegera mungkin.”

Yuri telah melewati malam yang cukup panjang. Diisinya malam tersebut dengan memikirkan sosok Xi Luhan yang entah bagaimana keadaannya saat ini. Tidak memungkiri bahwa bulatan hitam pada matanya kian menjadi. Malam yang menyakitkan selalu ia lewati. Tanpa pertanda jelas akan Xi Luhan.

Dalam beberapa hal, Yuri menyesal. Menyesal mengapa ia menyetujui Luhan untuk bertugas ke luar negeri. Melakukan tugas buruk yang mana nyawa menjadi taruhannya. Namun di sisi lain, Yuri merasa harus menyetujuinya. Demi kebaikan Luhan.

Ponselnya berdering. Yang sebenarnya tidak memberi kesan baik bagi gadis itu. Semenjak kepergian Luhan, gadis itu jarang sekali menerima panggilan masuk dari orang lain. Termasuk temannya sendiri. Ia hanya menanti panggilan masuk dari Luhan. Ya, hanya dari lelakinya.

Keningnya mengerut. Nomor yang tidak dikenal. Ia memutuskan untuk tidak menjawab. Teman-temannya saja, ia tidak menjawab. Terlebih dengan nomor tidak dikenal. Setelah berakhirnya panggilan tersebut, Yuri menerima sebuah pesan. Dari nomor tidak dikenal yang baru saja meneleponnya tadi.

‘Kenapa kau tidak menjawab teleponku, Yul?’

Kedua mata Yuri berbinar saat itu juga. Tidak lama kemudian, nomor asing tersebut menelepon lagi. Yuri tidak mampu menyembunyikan senyumnya. Dengan cepat, iapun menerima panggilan tersebut dan menyerukan kedua orang tuanya.

“Ibu! Ayah! Luhan menelepon!”

Setelah ini, Yuri akan bersyukur sebaik mungkin. Bahwa penantian panjangnya di malam hari tidaklah sia-sia.

END

Ditunggu RCL-nya bagi para stanight!

Bye~ ©Firda©

Advertisements

8 thoughts on “Sleepless Night (Ficlet)

  1. Gatung eonni ,sbenernya luhan tuh agen apa tentara yng ditugaskan di luar negeri dan nyawa jadi taruhannya.Penantian yul akhirnya nggak sia2 lulu gege nelpon juga 😀 ditunggu nihh sequel nya fighting 😉

    Like

  2. Wahh lucunya hehe.
    Yuri langsung seneng gitu ya dapet telpon dari Luhan. Ya siapa yang ga seneng kalau dapet telpon dari orang yang kita suka 😂
    Next panjangin dikit thorrr

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s