Lil’ Something (Chapter 1)

Lil' Something

Dear,
Kwon Yuri , Cho Kyuhyun

Little,
Ryeon Hyunri (Dahyun TWICE)
Lee Donghae

Cover,

luxie @ Story Poster Zone

Story,
pure mine

Chapter 1

Note : Di sini Hyunri bukan sebagai anak KyuRi.

HAPPY READING

“Sesuatu yang kecil justru lebih berarti,”

Segala sesuatu akan berjalan dengan baik apabila yang dilakukan benar-benar ditekuni. Segala cobaan yang terjadi di masa lalu justru menjadikan sebuah motivasi bagi sebagian besar orang. Bersabar merupakan inti dari semua jalan. Cobaan datang dikarenakan mampu menghadapi. Sekon yang berlalu menjadikan bahwa waktu sangatlah berharga. Cinta merupakan sebuah penyesatan. Adanya suka dan duka tergantung atas diri sendiri.

Kwon Yuri yakin, cobaan yang dulu menghampirinya kini menimbulkan dampak positif yang sangat besar. Pernikahan dini yang berlangsung setelah lulus, merupakan satu-satunya cobaan yang sampai saat ini masih Yuri pikirkan. Sekalipun ia berhasil melewati cobaan tersebut. Menunda mimpinya berlanjut ke perguruan tinggi. Namun, kini ia kembali melanjutkan mimpi tertundanya tersebut.

Wanita berusia duapuluh empat tahun itu bertopang dagu. Merangkai rumah tangga agar tetap harmonis merupakan tujuan utamanya untuk saat ini. Kendati demikian, ia tidak bisa memungkiri bahwa seorang Cho Kyuhyun‒yang tidak dikenali dulu kini perlahan mampu merasuki hatinya.

Sampai saat ini, wanita itu hanya ingin menyeimbangkan kehidupan rumah tangga seperti kebanyakan orang di luar sana. Yuri percaya, keluarga barunya ini merupakan sebuah anugrah tersendiri yang Tuhan berikan dengan satu tujuan. Dan tujuan tersebut perlu untuk diketahui.

Yuri menilik ke arah jam dinding. Pukul lima tepat. Seharusnya suami tercintanya telah tiba sekitar setengah jam yang lalu. Tercinta? Entahlah, sampai saat ini cukup meragukan. Mereka memiliki belum buah hati, perasaan yang sebenarnya tumbuh dengan baik pun nampaknya tidak akan terwujud. Yuri tidak tahu, apakah ia benar-benar mencintai seorang Cho Kyuhyun atau tidak.

Bertepatan, mobil hitam Kyuhyun berada tepat di depan pagar. Pekerja Kim yang menyiram tanaman tersadar dan bergegas membuka pagar. Kyuhyun tampan, mapan, tentu saja pandai. Banyak gadis yang menyukai Kyuhyun sewaktu berada di bangku sekolah. Dan tanpa diduga, justru lelaki idola semua orang harus menikah dengannya. Karena sebuah perjodohan konyol yang melibatkan banyak pihak. Atas sebuah kesalah-pahaman, semua ini bermula.

“Yul? Apa yang kau lakukan?”

Kyuhyun melepas jasnya. Sembari melayangkan sebuah pertanyaan, Kyuhyun menatap Yuri lamat. Yuri berbalik. Menampakkan wajah manisnya kepada sosok Cho Kyuhyun. “Aku hanya mencari udara segar oppa, aku baru saja menyelesaikan skripsi-ku.”

Tanpa Kyuhyun sadari, senyum getir gadis itu nampak begitu jelas.

Kelakar Yuri tidak sesungguhnya menghibur. Hanya saja, malam ini sama saja. Tidak ada yang istimewa dari makam malam dengan hidangan luar negeri yang menggiurkan. Yuri merasa, seolah ia makan malam dengan bayangan dirinya sendiri. Tidak ada yang menarik. Sama sekali tidak. Meski begitu, Yuri tahu bahwa Kyuhyun pun tidak ingin berlama-lama berdiam diri.

“Apa pekerjaanmu hari ini baik-baik saja?”

Pertanyaan yang sangat sering Kyuhyun dengar. Tidak ada pertanyaan lebih yang muncul dari bibir Yuri selain hal tersebut. Hampir jutaan kali Yuri mengatakannya. Dan anehnya, mengapa wanita itu tidak kunjung bosan.

“Baik, seperti biasa.”

Dan Kyuhyun hafal betul mengenai perkataan selanjutnya. “Syukurlah~ Dengan begitu orang tuamu tidak akan mencemaskan kita lagi,” Kyuhyun hanya mengangguk. Merasa canggung acap kali Yuri berbicara mengenai kedua orang tuanya.

“Kau tahu Yul?”

“Apa?” Yuri menyudahi makan malamnya. Perut rata-nya tidak mampu menampung porsi besar dalam sekali lahap. Ditatapnya sepasang iris kecoklatan Kyuhyun sedikit ragu.

“Ayah dan Ibu akan berkunjung besok pagi.”

Yuri membulatkan kedua matanya. “Benarkah? Kenapa kau tidak memberitahuku? Aku harus memastikan kamar mereka dalam keadaan baik,”

Yuri menuai langkah ke lantai atas. Mempersiapkan kamar bagi kedua orang tua Kyuhyun sebaik mungkin. Kyuhyun tidak mencegah wanita itu untuk pergi. Pria itu. Pria itu tidak mengerti mengenai perasaannya yang sesungguhnya. Ketika melihat Yuri, Kyuhyun tidak mampu menyembunyikan tatapan bersalahnya.

“Bahkan aku belum memberitahunya kalau ibu dan ayah hanya berkunjung.”

Saat itu pula, terkadang memori mengesalkan mengeni insiden malam itu menghantui Kyuhyun. Tidak pernah seorangpun mampu membuat Kyuhyun merasa bersalah seperi ini. Kendati demikian, usia pernikahannya telah menginjak satu tahun lebih. Bahkan bisa dikatakan hampir dua tahun.

Bodohnya, tidak ada perubahan sikap Yuri maupun dirinya. Sekalipun mereka tidur di tempat yang sama, tidak ada hal lebih yang mereka lakukan. Kyuhyun bahkan hampir tidak pernah mencium istrinya sendiri. Rasa bersalahnya selalu muncul. Dan Kyuhyun kepayahan dalam menepis rasa bersalahnya tersebut.

“Tuhan…” Kyuhyun mengacak surainya gundah, “Apa yang harus kulakukan?”

­-

“Jadi, kapan kalian akan memberikan keturunan?”

Yuri hampir mengeluarkan makanannya. Sementara Kyuhyun menahan pergerakan sendoknya di tengah-tengah. Na Minkyung tersenyum dengan wajah menua. Dan kepala keluarga Cho tersenyum aneh di balik bukaan koran yang kini dibaca.

Yuri tersenyum kikuk. Ia benar-benar malu di saat seseorang menyinggung masalah keturunan. Demi segala yang Yuri miliki, ia ingin berteriak malu. Jangankan berhubungan intim dan fokus pada keturunan yang diminta, berciumanpun tidak pernah.

Kyuhyun menyadari adanya raut aneh yang Yuri tunjukkan. Kyuhyun mencari alasan. “Kami, belum berniat ibu. Ibu tahu aku sendiri cukup sibuk, Yuri juga.” Kyuhyun menilik ke arah Yuri yang kini menatapnya memohon untuk mengalihkan topik pembicaraan secepatnya.

Mendengar perkataan Kyuhyun, Nyonya Cho mendegus pelan.

“Sayang sekali Kyu, padahal ibumu ini ingin sekali menggendong bayi kecil dan mendengar cucunya memanggil ‘nenek’ dengan gemas.” Kyuhyun tidak tahu, mengapa perkataannya begitu ditanggapi oleh kedua orang tuanya.

“Ayah, aku sibuk… Siapa lagi yang akan mengurus perusahaan jika bukan aku?”

Yuri menyahut, “Benar ayah, Kyuhyun oppa sibuk.”

Cho Taejin tidak mengerti, mengapa sepasang suami-istri yang berada di hadapannya kompak mengandalkan kata ‘sibuk’ sebagai alasan. Sebenarnya, sesibuk apakah mereka hingga tidak pernah menuruti permintaan kedua orang tua masing-masing? Sampai saat ini, Taejin masih tidak mengerti.

“Baiklah kalau kalian sibuk. Bagaimana dengan cuti dua minggu? Kalian bisa berbulan madu dan sesegera mungkin memberikan kami keturunan. Bagaimana? Apa ide ayah kurang menarik?” Mendengar hal tersebut, Nyonya Cho tersenyum lebar. Setuju dengan ide suaminya.

Baik Kyuhyun maupun Yuri, keduanya tersenyum hambar. Mencoba menghangatkan suasana meski hati keduanya memberontak untuk tidak melaksanakan hal tersebut.

“Itu terdengar bagus yah,”

Yuri melebarkan matanya ke arah Kyuhyun. Tidak menduga dengan sahutan Kyuhyun. Itu tandanya, Kyuhyun menyetujui rencana bulan madu tersebut. Sementara Yuri tidak ingin hal itu terjadi.

“Tapi belakangan ini aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku, begitu juga dengan Yuri. Kami berada di puncak yah, kuharap ayah dan ibu mengerti.” Yuri tidak mampu menyembunyikan napas leganya.

“Tidak masalah.” Tuan Cho tersenyum. “Selama kalian bisa menepati janji dengan baik setelah kesibukaan kalian selesai, semua itu tidak masalah. Kami mengerti nak‒ah iya kami akan tinggal di sini sampai besok pagi. Tidak masalah ‘kan?”

Yuri merasa, malam ini ia harus melakukan peran penting. Agar kedua mertua-nya tidak berpikiran aneh mengenai sikap yang Yuri tujukan kepada Kyuhyun.

“Astaga, aku bisa gila!” pekik Yuri sesaat setelah ibu Kyuhyun memberinya pakaian tipis yang luar biasa minim. Yuri tidak tahu, dari sekian banyak pakaian yang menjadi oleh-oleh khas Busan, mengapa terdapat pakaian transparan yang laur biasa menggelikan.

Untuk menghormati pemberian Nyonya Cho, Yuri menyimpan pakaian tersebut pada bagian paling bawah. Tidak berniat untuk mengenakannya sekarang. Sewaktu-waktu bila ia membutuhkan, ia akan mengenakannya. Wanita itu terdiam. Sewaktu-waktu? Sepertinya tidak juga. Hanya sampai Kyuhyun dan dirinya memiliki perasaan yang sama mungkin?

Yuri menatap permadani kelabu yang menggantung di atas langit Seoul‒nampaknya. Siang tidak secerah dugaannya. Bahkan ia yakin bahwa sebentar lagi hujan akan turun.

Kyuhyun baru saja pergi. Dengan mobil hitamnya membelah jalanan ke beberapa destinasi‒menurutnya saja. Kedua orang tua Kyuhyun berada di lantai bawah. Melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa. Dan seringkali Yuri mendengar celotehan mereka mengenai kehadiran seorang cucu.

“Tuhan…” Yuri menatap langit sendu. Rerintikkan hujan mulai berjatuhan.

“Bantu aku untuk memperbaiki semua ini, bantu aku Tuhan…”

“Yuri sayang! Seseorang mencarimu!”

Teriakan Nyonya Cho menggema. Menginterupsi dirinya untuk tersadar akan realita. Realita mengesalkan yang membingungkan setiap insan akan alur yang tak menentu.

“Iya Ibu!”

Yuri melangkah turun. Ia mendapati kehadiran sang ayah yang berada di ruang utama dengan secangkir kopi dan acara berita di televisi. Sementara sang ibu, ia berada di ambang pintu utama. Dengan seraut wajah yang tidak mampu diartikan.

Yuri menghampiri Nyonya Cho. Menatapnya dengan penuh tanda tanya. “Yuri, aku tidak tahu kenapa dia mencarimu.”

“Siapa ibu?”

Sang ibu mengendikkan bahu, “Entahlah, seorang pria. Pria tampan tentunya, dia mencarimu. Mungkin temanmu?”

“Pria tampan? Sepertinya tidak ada temanku yang ingin berkunjung hari ini, Bu.”

“Kalau begitu, lihatlah sendiri.” Yuri melangkah. Menggantikan posisi Nyonya Cho yang sebelumnya menutup tiga perempat pintu kembali. Yuri membuka. Mendapati seorang pria tampan dengan kemeja putih dan surai pendek yang tersibak ke belakang.

“Kau?”

Kyuhyun menatap sekeliling. Kafetaria di perusahaan cukup meredakan stres yang melandanya. Beberapa dokumen perlu diperbaiki. Semua itu karena kesalahannya. Tentu saja bukan tanpa alasan Kyuhyun lalai daka bekerja. Tentu karena memikirkan Yuri. Rasa bersalah itu muncul setiap saat. Untuk kali ini, lebih sering dari biasanya.

Tidak pernah Kyuhyun menghabiskan waktu makan siangnya di kafetaria perusahaan. Maka dari itu, jangan tanya mengapa banyak orang yang tidak terbiasa dengan eksistensi sang presdir. Kyuhyun tidak mempedulikan hal tersebut. Selama beban yang ditanggungnya berkurang, ia akan melakukan segala hal.

Iris kecoklatannya menangkap sosok gadis berseragam sekolah menengah pertama duduk di kafetaria dengan salah satu pekerja. Dan Kyuhyun yakin, hubungan keduanya merupakan kakak beradik. Karena Kyuhyun mengenal pekerjanya dengan baik. Melihat senyum yang terpatri pada wajah gadis itu membuat Kyuhyun tersenyum tipis. Dan Kyuhyun merutuki dirinya yang tersenyum.

Entah apa yang mampu membuatnya tersenyum. Hanya saja, senyum gadis itu bak malaikat. Mampu mengguncangkan dunianya serta menebarkan sebuah kebahagiaan tersendiri yang tidak pernah Kyuhyun rasakan. Salahkan saja pada batin Kyuhyun saat ini. Gerangan apa yang kini merasukinya, Kyuhyun tidak tahu pasti. Hanya saja, melihat senyum gadis itu sekali lagi, mengingatkan Kyuhyun akan betapa menginginkan kehadiran seorang anak.

Anak gadis yang cantik, ramah, baik hati, dan penebar senyum. Kyuhyun menginginkan anak seperti itu. Di usianya yang terbilang lebih dari cukup dewasa ini, Kyuhyun menginginkan hal tersebut. Aneh. Namun pada kenyataannya, ia benar-benar mengharapkan hal tersebut terwujud.

Dahulu, membina rumah tangga bersama seorang yang dicintai, kemudian memiliki seorang anak dan hidup bahagia merupakan bayangannya saat hendak menikah. Ia pernah membayangkan hal tersebut sesaat sebelum ia menikah dengan Kwon Yuri. Wanita manis yang senantiasa menghabiskan waktu luangnya di kelas daripada bergumul dengan teman-teman. Bahkan Kyuhyun yakin wanita itu tidak memiliki teman.

Mengingat perintah kedua orang tuanya perihal keturunan, wajah pria itu berubah masam. Berbeda dari sebelumnya. Kyuhyun tersenyum miris. Hampir dua tahun usia pernikahannya. Dan perkembangan yang diharapkannya, sedikitpun tidak berkembang.

Sejatinya, apa yang membuat Yuri enggan untuk mengatakan segalanya kepada Kyuhyun? Bila wanita itu tidak menyukai Kyuhyun, Kyuhyun bisa saja menceraikannya jauh sebelum satu tahun usia pernikahan mereka. Namun sampai saat ini, Yuri tidak pernah mengatakan apa yang dirasakannya ketika bersama Kyuhyun.

Kyuhyun berdiri, tiba-tiba. Pandangannya tertuju kepada gadis berseragam sekolah tersebut. Sesuatu menggetarkan hatinya. Memantapkan semua yang berada pada ambang keraguan. Hingga Kyuhyun mengeluarkan ponselnya. Membuat sambungan telepon dengan seseorang.

“Halo? Sekertaris Kim, bisakah kau mencari informasi tentang adik kandung Ryeon Seokjin?”

TBC

Hayolohhh, itu Kyu mau apa?
Terus yang dateng ke rumah nyari Yuri itu siapa?

Setelah berakhir dengan Numb, akhirnya author memutuskan untuk membuat banyak FF KyuRi setelah ini. Karena kulihat banyak tertarik ke KyuRi,

Numb – Season 2!
Yepp! Aku sudah membuat awal ceritanya

Ditunggu komentar kalian mengenai ff KyuRi aku yang super duber abal-abal ini,
Karena sejatinya saya ini YulHunHan Shipper, menyukai KyuRi karena terinpirasi dari ff-nya kak Rere #lirik, pernah baca di grup fb dulu soalnya.

RCL juseyo~

See ya~ ©Firda©

Advertisements

23 thoughts on “Lil’ Something (Chapter 1)

  1. apa aku nya yg berpikiran buruk apa gmana ya?… knapa kyu pngen tau anak sekolah itu?pokonya kyu jngan malakukan hal” konyol yg berakibat penyesalan.cari tau perasaan istri mu dl sbelum bertindak pleaseee next jngan lama ya kkkk 😀

    Liked by 1 person

  2. Aku juga masih bingung sama perasaan kalian berdua 😦 huhh mudah-mudahan cepet tumbuh deh perasaan mereka

    Siapa yang berkunjung ke rumah yuri ??

    Kyuhyun kenapa penasaran sama anak itu ??

    Di tunggu nextpartnya eonni 🙂

    Liked by 1 person

  3. Kasian kehidupan pernikahan mereka monoton bnget,yul kayaknya pnya sedikit perasaan ke kyuhyun.Btw itu yng datang krumah pasti donghae kali ya.kyuhyun mau apatuh nyari2 informasi adik karyawannya next eonni

    Liked by 1 person

  4. YAYY!! ff KyuRi…^^
    Aneh. Kenapa Kyu pengen nyari tau informasi tentang orang itu? Jangan2 Kyu suka sm itu orang. Aigoo… Trus Yuleon gimana TT^TT
    Ditunggu bgt klnjtnya…
    Keep writing…

    Liked by 1 person

  5. Adik ryeon seokjin siapa? Mantan pacar kyuhyun dulu? Atau org yg pernah dia sukai? Atau gmn??
    Yg mencari yuri siapa? Mantan pacar yuri? Sahabat yuri tp punya rasa lebih dr itu?
    Bikin kepo nih cerita..dari tadi comment ku cuman ‘siapa?’
    Kyuhyun jadi cowok kurang peka..klw bingung cari tau alasan yuri g minta cerai dong. Jangan buat kesalahan besar yg mungkin aja berniat menceraikan yuri..

    Liked by 1 person

  6. Mnjalani hidup berumah tangga selama hampir 2 thn apakah perasaan kedua ny tdak ad yg berubh atau mmng mereka sdang myembunyikan perasaan masing”..???
    Ditunggu bnget next chap ny ka’….

    Liked by 1 person

  7. annyeong aku readers baru izin baca ff nya ya … aku suka sama ff kyuri …

    ff nya keren eonni bikin penasaran bamget sumpah deh … kenapa kyuhyun suka sama anak smp …. terus yuri gimana donggg jangan buat yuri sedih dongg … next chap penasaran sumpah

    Liked by 1 person

  8. Aku mulai berpikir klo kyu itu suka ama anak sekolah menengah itu . Tapi kepikiran juga klo dia ingin mengangkat nya sebagai anak angkatnya ..
    Pasti yang datang itu donghae .
    Kyuri emang belum ada getaran cinta gitu? Kok deg deg an yah ama eps selanjutnya ..
    Ditunggu ka . Gak sabar loh.

    Liked by 1 person

  9. Hai unnie aku reader baru di situs ni, ijin baca ff berchapter ini
    Wah yg datang ke rumah yuri siapa???
    Kata omma nya kyu itu cowok tampan….
    Jdi penasaran

    Liked by 1 person

  10. Ini masih tanda tanya😂masih misteri😂kayanya mereka masih anu sama ego masing” entahlah😂bingung😂 yg dateng donghae kali yak, kayanya kyu mau angkat ade nya dahyun jadi anaknya bisa jadi😂ditunggu yg keduanya😀😀

    Liked by 1 person

  11. Eon, hiatusnya lama banget. Aku sampai bolak-balik ke blov buag cek updetan….
    Eon, ff kyuri aku suka. Tp teteap YulHunHan….
    Keep spirit , yes. I’ll waiting your post.

    Liked by 1 person

  12. Ahah. Bersyukur ka firda mulai buat ff kyuri. Couple favorit
    dan di sni aku masih bingung, entah juga apa yg di bingungin hehe
    pko nya dkung selalu kalo couple nya kyuri, pkonya sih setiap couple yg di psangin sma yuri selalu suka .

    Intinya. Semangaaat trus buat ka firda

    Like

  13. Pensaran sm ms lalu mereka..menikah krn kesalah phman apa itu…kyu hrusny lbh gentel sdikit ungkpin perasaan,,klo cewek kn udh pasti malu2 kucing,,

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s