Be My Princess (Vignette)

be-my-princess

Dear,
Kwon Yuri , Kim Seokjin

Little,
OC’s
Park Cheonsa

Cover,
Namja Artwork @ Facebook

Story,
pure mine

Sequel of “[Special Jin’s Birthday] Be My Husband (Vignette)”

HAPPY READING

“Satu hambatan,”

Keinginan terbesar Kwon Yuri kala itu berada di puncak kejayaan. Hampir terwujud dan tentu saja menyenangkan. Tidak pernah ia pikir, mencintai sosok Kim Seokjin yang pernah menolongnya dulu. Meski satu tahun lebih muda, tetapi perangai pemuda itu lebih bijak dari usianya. Yuri tidak mampu memusnakan senyumnya kala Seokjin baru saja berkunjung ke rumahnya dan melamarnya. Kedua orang tua gadis itupun terlihat senang melihat sosok Seokjin. Bahkan setelah mendengar pernyataan-pernyataan istimewa Seokjin.

Kini keduanya merajut langkah dengan tangan bertautan. Serta, tidak luput dengan seutas senyum yang keduanya ciptakan. “Aku tidak tahu, kedua orang tua-mu sangat menyukaiku.” Seokjin berujar, pandangannya menatap Yuri lamat. Yuri menoleh ke arah Seokjin dengan senyum yang tulus pula.

“Bukankah itu bagus?”

Seokjin mengangguk senang. Segala yang diharapkannya akan tercapai tidak lama lagi. Satu bulan lagi, mereka akan menikah. Menjalin kehidupan dengan orang yang dicintai. Sebuah kebahagiaan tersendiri yang sangat Yuri dambakan. Seokjin mengedar pandang. Mengamati seisi taman yang penuh dengan berbagai pasangan muda-mudi. Tiba-tiba saja sesuatu mengganggu pikiran Seokjin. Sehingga senyum yang terpatri pada wajah tampannya-pun hilang.

Yuri menilik ke arah Seokjin. Senyumnya turut memudar seiring dengan tatapan Seokjin melamat. Yuri menajamkan pandangannya pada suatu objek yang berhasil mencuri atensi Seokjin darinya. Saat itu pula ia mendapati sosok gadis cantik tengah merajut langkah melewati sekumpulan anak kecil yang saling melempar bunga.

“Cheonsa,”

Yuri terhenyak. Seokjin menyebutkan nama gadis lain selain dirinya. Yang Yuri yakini, pasti gadis yang kini berjalan ke arahnya tersebut. Gadis cantik yang mengenakan jas khusus pekerja kantor.

“Hai oppa!

Ah, hai Cheonsa.”

Setelah mendapat balasan sapa dari Seokjin, Cheonsa menoleh ke arah Yuri dengan kening berkerut. Menyadari tatapan Cheonsa, Seokjin tersadar bahwa ia sedang bersama Yuri saat ini. Dalam keadaan tangan masih bertautpun, Seokjin lupa akan keberadaan Yuri. Disinyalir, kehadiran Cheonsa lebih mencuri atensi saat ini.

Ah, dia tunanganku. Yuri, dia Cheonsa. Cheonsa itu teman masa kecilku,”

Mendengar hal tersebut, Cheonsa nampak muram. Namun, ia tetap menjabat tangan Yuri. Yuri tersenyum kikuk. Nampaknya, Cheonsa memiliki perasaan lebih kepada Seokjin. Dilihat dari reaksi Cheonsa ketika Seokjin mengatakan sebuah pernyataan bahwa telah bertunangan.

“Apa yang oppa dan eonnie lakukan di sini?”

“Sebenarnya, kami sedang berjalan-jalan.” Yuri mengangguk ragu. Mengiyakan jawaban yang Seokjin berikan. Cheonsa pula mengangguk. Kemudian, terlintas sebuah pemikiran aneh dalam diri gadis itu.

“Boleh aku ikut?”

Eh?

Intinya, kencan yang Yuri dan Seokjin lakukan hari ini terganggu karena keberadaan seseorang. Siapa lagi jika bukan Park Cheonsa? Si cantik teman masa kecil Seokjin yang tiba-tiba saja datang dan mencuri atensi Seokjin. Kini keduanya berada di sebuah cafe. Yuri mengembuskan napas kesal. Sebenarnya siapa yang melakukan kencan? Dia dengan Seokjin atau Cheonsa dengan Seokjin?

Mengapa hanya Cheonsa dan Seokjin yang mendominasi percakapan. Tatapan mereka pun berbeda. Seokjin terlihat lebih hangat, begitu juga dengan halnya Cheonsa yang lebih lamat. Seolah membuktikan bahwa hubungan keduanya lebih baik dari siapapun.

Yuri terdiam. Sembari berbalas pesan dengan Yoona mengenai kencan membosankannya ini. Yuri memejamkan mata. Berusaha menahan perasaan yang ingin memberontak.

“Bisa menungguku sekitar lima menit? Aku akan pergi ke toilet,”

Cheonsa tersenyum, menampilkan sepasang bulan sabitnya yang menarik. “Tentu oppa,

Sebenarnya siapa yang menjadi tunangan Seokjin? Mengapa Seokjin menyertakan ijin kepada Cheonsa? Yuri terperangah. Yuri yang berada tepat di sampingnya sedari tadi tidak mendapatkan satu lirikanpun dari Seokjin. Yuri merasa, bukan ia yang menjadi tunangan Seokjin saat ini.

Melihat Yuri yang memejamkan mata gelisah, Cheonsa tersenyum timpang. “Ada yang salah eonnie?” Yuri membuka matanya. Menatap Cheonsa dengan sejuta kebimbangan. Timbul perasaan aneh ketika ia melihat sosok Cheonsa untuk saat ini.

“Tidak Cheonsa, tidak ada yang salah.”

Mendengar jawaban Yuri, seringaiannya semakin menjadi. “Sepertinya lebih baik aku menggantikan posisimu saja eonnie,

Ini yang Yuri takutkan.

“A-Apa maksudmu?”

“Tidakkah eonnie merasa bahwa Seokjin oppa lebih nyaman bersamaku? Apa Seokjin oppa berbicara denganmu eonnie? Tidak ‘kan? Jadi, berikan cincinnya dan aku akan menggantikan posisimu eonnie. Menjadi tunangannya…”

Bertepatan setelahnya, Seokjin datang. Dengan senyum manis yang tertuju pada Cheonsa semata. Seokjin benar-benar tidak mempedulika keberadaan Yuri untuk saat ini. Yuri tertunduk. Sepertinya, Seokjin tidak mendalami janjinya dengan baik. Sepertinya, orang yang Seokjin sayangi hanyalah sosok Cheonsa. Bukan Yuri.

Yuri beranjak. Barulah Seokjin menoleh ke arahnya dengan heran. “Kenapa Yul?”

“Aku pulang, ibu mengirimiku pesan.”

Berbeda dengan yang berada pada ekspetasi Yuri, Seokjin mengangguk pelan dan membiarkan Yuri pulang. Yuri tidak percaya, Seokjin berubah dalam sekejap. Hanya karena mendapati kehadiran Cheonsa. Tanpa perlu menunggu, Yuri melenggang pergi.

Hati gadis itupun serasa tertancap oleh ribuan duri.

“Yuri? Kau di kamar nak? Keluarlah! Seokjin mencarimu!”

Yuri menggeliat. Kesadarannya dari alam mimpi telah kembali sekitar setengah jam yang lalu. Namun, tubuhnya tidak berkinerja dengan baik. Otaknya hanya memperintah, tidak dengan pergerakan. Yuri merasa, ia harus mengakhiri hubungannya dengan Seokjin. Sekalipun sebentar lagi mereka akan menikah.

Yuri menatap cincin pemberian Seokjin. Cincin pertunangan yang sangat Yuri senangi. Sebaliknya, Yuri harus membenci cincin tersebut dikarenakan suatu hal. Seokjin tidak menghargai keberadaannya dengan baik pada saat itu. Maka, pantas bagi Yuri untuk meragukan kasih sayang Seokjin pula.

Gadis itu tidak peduli dengan perkataan ibunya. Seokjin mencari keberadaannya atau tidak, Yuri tidak peduli. “Yuri? Aku masuk,” Yuri mendengarnya. Suara Kim Seokjin yang akan menjadi calon suamninya.

Yuri memilih untuk membelakangi Seokjin. Biarkan saja pemuda itu senantiasa bertanya, Yuri tidak akan peduli sedikitpun.

Seokjin mendapati keadaan tunangannya yang meringkuk di tempat tidur serta membelakanginya. Seokjin memilih untuk duduk di tepi tempat tidur.

“Yuri?”

Hmm,” Terlalu malas untuk menanggapi.

“Kau baik-baik saja?”

“Secara fisik, ya baik seperti yang kau duga.” Kening Seokjin berkerut. Rasa bersalah mulai menyambanginya secara perlahan. Yuri mengembuskan napasnya sedih. Memang benar mengenai jawabannya. Secara fisik memang keadaan gadis itu baik-baik saja. Namun secara batin, Yuri tidak bisa mendeskripsikannya.

“Kemarin, maafkan aku yang tidak menganggap keberadaanmu seperti biasanya. Aku terlarut dengan percakapan yang Cheonsa mulai terlebih dahulu. Maafkan aku Yul, maaf membuatmu pulang sendiri.” Yuri merebahkan tubuhnya. Menatap Seokjin dengan wajah penuh penyesalan. Jika sudah begini, Yuri tidak mampu untuk menyimpan kebenciannya terhadap Kim Seokjin lebih lama lagi.

“Bukan mengenai pulang sendiri atau percakapan kalian, hanya saja aku meragukan tatapan Cheonsa kepadamu. Tatapannya benar-benar berbeda, tidak sewajarnya.” Seokjin ragu dengan apa yang Yuri katakan. Yuri merupakan seorang yang sangat dicintainya. Sementara Cheonsa merupakan teman masa kecilnya yang mampu membuatnya tertawa di segala situasi.

“Aku ragu Yul, dia teman masa kecilku. Wajar saja jika ia menatapku dengan maksud berbeda, kami sudah lama tidak bertemu dan bermain seperti dulu. Itu hampir sepuluh tahun yang lalu Yul,” Yuri tidak mampu membaca pikiran Seokjin. Begitu Seokjin mengatakannya, Yuri terperangah dengan perasaan kalut. Bahkan di saat ia telah mengatakan yang sesungguhnya, Seokjin lebih menjurus ke sisi Cheonsa.

“Kalau kau berpikiran seperti itu,” Seokjin menatap gadisnya lamat. “Apa kau benar-benar mencintaiku Yuri? Kau cemburu?”

Yuri berdecih. Di saat seperti ini, justru Seokjin menanyakan hal yang sebenarnya telah diketahui sejak lama. Betapa bodohnya Seokjin, dibalik ketampanannya itu. “Tidak! Aku tidak cermburu Seokjin,”

Seokjin tersenyum penuh arti, “Syukurlah…”

Huh?” Yuri menatap Seokjin penuh tanda tanya.

“Jadilah putri-ku Yuri, maka aku akan membantumu untuk keluar dari jerat kecemburuanmu itu. Kita bisa menaiki kuda dan berkeliling di sekitar kerajaan, bagaimana? Kau mau?” Yuri mengerjapkan mata beberapa kali. Memastikan bahwa apa yang didengarnya memang nyata. Seokjin berlutut. Mengulurkan tangan layaknya pangeran dalam negeri dongeng.

“Seokjin ak‒”

“Bila kau berpikir aku menyukai Cheonsa, maka kau salah Yuri. Bagaimana mungkin aku menyukai orang lain jika masa depanku berada tepat bersamaku setiap saat?”

Yuri tersipu. Seokjin kembali melayangkan perkataan yang membuat Yuri tidak mampu berkutik sedikitpun. Seokjin memang pangeran dari negeri dongeng yang berada di dunia nyata. Yuri menerima uluran tangan Seokjin. Gadis itu tersenyum. Setelahnya, Seokjin mendekap gadis itu. Membawanya dalam kehangatan dekapan yang Yuri dambakan.

Kendati demikian, ia tidak boleh berburuk sangka. Selagi Seokjin memperlakukan dirinya sebaik mungkin, maka gadis itu percaya bahwa Seokjin memang mencintainya. Lagipula, pernikahan mereka sebentar lagi.

Ah Yuri, nanti sore kita harus bertemu dengan Cheonsa.”

Mendengar nama Cheonsa, senyum tipis Yuri memudar. Nama gadis itu diucapkan dengan baik layaknya seorang yang cukup berharga.

“Katanya, dia akan mengenalkan kita dengan kekasihnya.”

Eh?

Sepertinya, kecemburuan Yuri berdasarkan pada kesalahpahaman.

END

And yess ini sequel gaje dari ff be my husband,
Semoga dikit puas yahhh
Maafkan diriku yang selalu buat ff absurd dan bikin kening kalian berkerut.

See you bae~ ©Firda©

Advertisements

10 thoughts on “Be My Princess (Vignette)

  1. Aku kira hubungan yuri-seokjin akan putus gara-gara pernyataan cheonsa yg minta yuri buat ngasih “tempat”nya ke cheonsa .. dan kata-kata itu juga yg buat yuri jadi ragu ke seokjin + perlakuan seokjin yg ngelupain keberadaan yuri

    Tapiiiiii
    Ternyata gk putus 😀
    Yeeeyyyy

    Liked by 1 person

  2. Huaaa yang satu ini bikin dagdigdug. Beneran deh thor, baper sendiri bacanya. Yuri pecemburu nihh, Seokjin romantis uhhh.
    Kirain bakal sama Cheonsa. Tapi Yuri sama Jin tetap bersatu yeayyy

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s