다이너마이트 (Chapter 7)

%eb%8b%a4%ec%9d%b4%eb%84%88%eb%a7%88%ec%9d%b4%ed%8a%b8-6

Dear,
Kwon Yuri , Park Chanyeol

Little,
Kim Taehyung , Kim Jisoo , Byun Baekhyun

Cover and story,
pure mine

Recommended Song :
UP10TION – White Night

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7

HAPPY READING

“Ledakannya lebih besar dari dinamit,”

“Yang berada di hadapanmu, sekarang…”

Yuri membulatkan matanya. “Kim… Taehy‒”

Chu~

Taehyung menatap Yuri lamat. Sebuah kecupan singkat baru saja mendarat di bibir seorang Kwon Yuri. Yuri mengerjapkan matanya berulang kali. Apa ia baru saja bermimpi? Kim Taehyung mengecup bibirnya. Meskipun singkat, kecupan Taehyung nampak tulus.

“Taehyung…”

Ssstt…” Taehyung meletakkan telunjuknya di bibir Yuri. Yuri terdiam. Untuk saat ini gadis itu terhipnotis oleh pesona Kim Taehyung. Satu hal yang tidak pernah ia sadari mengenai seorang Kim Taehyung, Kim Taehyung merupakan pemuda yang menghayutkan. Di balik sikap kekanakannya, pemuda itu memiliki sisi romantis yang tersembunyi.

Tatapannya, suaranya beratnya yang menggelitik rungu, hal yang tidak pernah Yuri lihat selama bersahabat dengan Kim Taehyung.

“Kau harus ber-istirahat, aku akan mengantarmu pulang.”

Yuri membaringkan badannya ke samping. Gadis itu nampaknya enggan untuk menutup mata, sekalipun waktu telah menunjukkan pukul tiga lepas dari dinihari. Pikirannya selalu tertuju pada apa yang Kim Taehyung lakukan tadi. Kim Taehyung mengecup bibirnya. Kecupan singkat yang mampu menerbangkan pikirannya.

Ia tidak pernah membayangkan hal tersebut sebelumnya. Yang terlintas dipikirannya ketika mengingat nama Kim Taehyung hanya tingkah kekanakan serta senyum lebarnya. Sahabatnya itu, Taehyung laksana pelangi yang nampak indah di langit. Begitu melihatnya, segala beban akan terangkat dengan sendirinya.

Kim Taehyung. Pemuda itu…

“Dia mencintaiku…”

Yuri melangkah gamang. Baekhyun berada tepat di sampingnya dengan satu tangan yang tenggelam di saku celana. Siang ini, hujan membasahi sebagian besar jalanan di kota Seoul. Baekhyun menggenggam payung‒sangat erat. Tidak lupa, ia harus berusaha untuk melindungi tubuh Yuri dari tetesan hujan yang kian menjadi.

Kali ini, keduanya berencana untuk pergi ke gedung agensi karena Yoon Jeonghan memperintahkan mereka untuk kembali sejenak. Untungnya, jarak lokasi syuting dan gedung agensi dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki.

“Ada apa denganmu?”

Hmm?” Yuri tersentak. Lamunannya terbuyarkan karena pertanyaan Baekhyun. “Ada apa Baekhyun?”

Baekhyun mendegus karena ia mendapati seorang Kwon Yuri melamun. “Seharian ini kau melamun hampir tujuh kali, sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Jika kau melamun terus, syutingmu nanti tidak akan berjalan dengan baik. Apa kau ingin Kim Jisoo itu mengalahkanmu?”

Yuri menghentikkan langkahnya. Jalanan saat ini cukup sepi dikarenakan hujan deras yang tidak ingin berhenti semejak pukul sebelas tadi. Yuri melepaskan masker yang ia kenakan agar dapat berbicara dengan baik.

“Kenapa kau selalu me‒”

“Iya aku selalu ikut campur mengenai urusanmu, aku tahu itu dan aku mengakuinya. Apa kau tahu kenapa? Huh? Kau tahu kenapa? Aku menyu‒tidak! Aku mencintaimu Yuri. Untuk itulah aku bersedia menjadi manager-mu dan rela melakukan segalanya untukmu. Apa kau tidak menyadarinya Yuri?!”

Baekhyun meluapkan segalanya saat ini. Yuri membatu. Ia terhenyak dan memilih untuk bungkam. Apa lagi yang terjadi kali ini? Byun Baekhyun menyatakan perasaannya kepada Kwon Yuri di saat yang tidak tepat. Semalam Kim Taehyung, lalu hari ini…

“Byun Baekhyun…”

Baekhyun berdecak sembari memutar bola matanya lega. Akhirnya ia mengungkapkan perasaannya kepada Kwon Yuri. Meski waktunya sangat tidak tepat. Baekhyun menatap Yuri yang masih terpaku. Keduanya saling berhadapan. Di bawah rerintikan hujan yang terlindung oleh satu payung –yang Baekhyun genggam.

“Aku tidak ingin kau bersedih, terserah kau ingin mempercayaiku atau tidak. Yang terpenting dari semua ini…” Tangan kiri Baekhyun menangkup satu pipi gadis itu dengan lembut. Baekhyun tersenyum manis, senyum yang benar-benar manis. Senyum yang tidak pernah Yuri lihat sebelumnya. Yuri masih terdiam. Ia tidak mampu mengatakan apa-apa lagi saat ini. “…aku mencintaimu Kwon Yuri.”

Baekhyun dengan cepat mencium pipi gadis itu. Hal tersebut membuat Yuri terkejut untuk yang kedua kalinya. Setelah kembali menciptakan jarak di antara wajah keduanya, Baekhyun senantiasa tersenyum. Kemudian, secepat kilat ekspresinya berubah. Bingung. Seperti orang yang kehilangan arah dan tujuan. Ia menggaruk tengkuknya. Sembari meringis pelan, Baekhyun menatap Yuri canggung.

“Tadi itu…”

“Kalian?”

Keduanya menoleh. Terlihat kehadiran seorang Park Chanyeol bersama dengan Kim Jisoo. Hal yang membuat Yuri sakit. Kedua tangan mereka saling bertautan. Meski keduanya mengenakan kacamata hitam dan jaket tebal, Yuri dapat dengan cepat mengenali mereka. Nampaknya pasangan tersebut baru saja keluar dari mobil.

“Ke-Kenapa kalian ke sini?” tanya Yuri dengan pandangan mata yang tidak luput dari tautan tangan mereka. Chanyeol yang menyadari tatapan Yuri langsung tersenyum.

“Maaf aku lupa memberitahumu, sekarang kami sepasang kekasih. Maafkan aku ya, teman.” Yuri ingin menyumpali mulut Park Chanyeol saat ini. Di saat pemuda itu bersama dengan Jisoo, Chanyeol menyebut Yuri teman?

Terlihat sebuah sirat kepuasan dari sorot mata seorang Kim Jisoo. Saat ini, Yuri kalah telak. Benar-benar kalah telak dan Jisoo berhasil menang dalam hal ini. “Aku akan menjawab pertanyaanmu eonnie, kami akan bertemu dengan CEO Yoon. Dia yang meminta kami untuk datang ke sini.” Balas Jisoo dengan seringaiannya.

“Apa? Pria itu memanggil kalian berdua?” tanya Baekhyun sedikit terkejut. Dibalas oleh anggukan singkat dari pasangan tersebut. Yuri hanya diam. Sedari tadi maniknya beradu dengan manik milik Kim Jisoo. Seumur hidupnya, Yuri tidak pernah melayangkan tatapan sejenis ini kepada Kim Jisoo.

Eh? Kalian?”

Nampaknya hari ini merupakan hari bagi seorang Kwon Yuri untuk terus terkejut. Setelah perasaan Byun Baekhyun, kedatangan Park Chanyeol dan Kim Jisoo sangat mengejutkan. Tidak cukup buruk, saat itu juga Kim Taehyung turun dari mobil sembari membiarkan dirinya terkena sisa rerintikan hujan.

Taehyung melirik ke arah Yuri dan Baekhyun yang menatapnya dengan tatapan aneh. Selanjutnya, giliran dirinya yang terkejut mendapati Park Chanyeol dan Kim Jisoo saling berpegangan.

Taehyung tersenyum. Kemudian ia menilik ke arah Yuri. Yang Yuri perkirakan mengenai hubungan Park Chanyeol dan Kim Jisoo memang benar. Tetapi ada sesuatu yang mengganggu penglihatan Taehyung ketika ia menoleh ke arah Kwon Yuri. Mengapa gadis itu harus berada di bawah payung yang sama dengan Byun Baekhyun?

“Taehyung? Kenapa kau…”

Sebelum Yuri meneruskan pertanyaannya, Taehyung dengan cepat berujar. “Aku ke sini untuk membawamu pergi, Yuri.”

Lantas, seluruh pasang mata kini beralih ke arah Yuri.

“Kau tidak bercanda ‘kan?” Taehyung memejamkan matanya sejenak. Mendengar teriakan Yuri membuat tubuhnya merinding. Taehyung menoleh ke arah gadis itu dan mengangguk.

“Untuk apa aku berbohong? Lagipula kedua orang tuamu telah mempercayakanku sampai sejauh ini.” Yuri menyandarkan tubuhnya. Yuri tidak menduga mengenai kejadian yang akan terjadi pada hari ini. Kejutan demi kejutan kian berdatangan mencoba untuk menjatuhkan gadis itu ke dalam cobaan.

Tidak terasa, tibalah keduanya di kediaman megah keluarga Kwon yang berada di sekitar perbatasan kota. Rumah baru yang baru saja ditempati oleh keluarga Kwon dua hari lalu. Rumah paling megah beserta halaman dan taman khusus di sisi depan. Yuri membuka pintu mobil terlebih dahulu. Diikuti oleh Kim Taehyung yang berjalan sesantai mungkin.

Setiap pekerja di rumah itu menunduk hormat kala Yuri melewati mereka. Yuri tidak mempedulikan jika salah satu dari pekerja tersebut ada yang menyapanya. Yang ia pedulikan yaitu harus bertemu dengan kedua orang tua-nya. Setidaknya Kim Taehyung bersedia untuk membalas sapaan beberapa pekerja tersebut dengan baik.

“Ayah! Ibu!”

Oh? Yuri? Akhirnya kau datang juga, Taehyung benar-benar memberitahumu dengan baik rupanya.” Untuk menghormati kedua orang tua Yuri, Taehyung memilih untuk bersalaman.

“Ayah! Ibu! Cepat katakan! Apa yang kalian rencanakan mengenai pekerjaanku? Kalian ingin membuat aku berhenti menjadi aktris? Tidak, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bisa meninggalkan dunia akting begitu saja.” Yuri bersidekap dengan sedikit nada ketegasan.

Kwon Jinho dan Kwon Yoora saling berpandangan. Lalu tatapan mereka tertuju pada Kim Taehyung yang memberi mereka senyum aneh. “Taehyung, kau tidak mengatakan yang sebenarnya?”

Yuri berjengit. Jadi bukan hal tersebut yang akan kedua orang tua-nya bicarakan dengannya? Yuri benar-benar merasa lega saat ini. Kwon Yoora menghampiri Yuri dan membawanya duduk di sofa dengan nyaman. Begitu juga dengan Taehyung yang duduk di samping Kwon Jinho.

“Begini Yuri,” Yoora menampilkan senyumnya. Wanita itu nampak senang, sesekali ia melirik ke arah Jinho dan Taehyung. “Mengingat usiamu yang cukup dewasa, Ibu dan Ayah memutuskan sesuatu yang baik untuk masa depanmu.”

Yuri menaikkn salah satu alisnya. “A-Apa itu?”

“Ibu ingin‒”

“Ayah ingin kau menikah dengan Taehyung akhir tahun ini,”

Eh?” Yuri menatap kedua orang tuanya tidak percaya. Kedua orang tuanya ingin ia menikah dengan Kim Taehyung –sahabatnya. Sesaat ia melirik ke arah Taehyung untuk melihat ekspresinya. Taehyung hanya mampu tersenyum simpul ke arahnya, selagi pemuda itu berharap Yuri akan menyetujuinya.

Kedua orang tua Yuri menatap putrinya dengan senyum merekah. Sementara Yuri, ia benar-benar terkejut. Ia tidak tahu mengapa kedua orang tua-nya berpikir seperti itu.

“Ke-Kedengarannya bagus,” Yuri berusaha tersenyum. “Tapi kenapa terburu-buru sekali? Akhir tahun? Tersisa dua bulan untuk itu ayah,”

“Ayahmu yakin karena kalian telah bersahabat sejak kecil, jadi tidak ada yang perlu diragukan. Kau tahu? Bahkan kedua orang tua Taehyung telah menyetujuinya.” Dengan tanpa rasa bersalah, Kwon Yoora menjelaskan disertai seutas senyuman.

Yuri menggaruk tengkuknya. Alih-alih tersenyum dan tertawa, gadis itu justru terdiam. Taehyung menatap Yuri yang sepertinya tidak tahu harus mengatakan apa. Taehyung merasa bersalah, tetapi hanya ini jalan satu-satunya agar ia bisa bersama dengan Yuri. Hati seorang Kwon Yuri hanya untuknya. Egois. Ia tidak peduli. Yang terpenting ia harus bersama dengan Yuri dalam keadaan apapun.

“Bisa aku memikirkannya?” semua pasang mata beralih pandang. Yuri terdiam sejenak. Jika ia tidak berkomentar apapun, maka kedua orang tua-nya akan menganggap ia menyetujui pernikahannya dengan Kim Taehyung. “Begini, aku masih harus melakukan syuting untuk beberapa adegan yang tersisa. Setidaknya aku baru saja kembali ke Korea beberapa minggu yang lalu. Tidakkah terlalu cepat aku menikah? Begitu juga dengan para penggemar yang belum menyaksikan drama terbaruku. Bukankah setelah penanyangan drama tersebut jadwalku akan semakin padat? Dan bagaimana dengan web-drama yang akan Taehyung perankan?”

Kedua orang tua Yuri yang sebelumnya terdiam kini tertawa mendengar perkataan Yuri. Yuri menatap keduanya bingung. Sementara itu Taehyung terus memperhatikan Yuri. Ia tahu bahwa Yuri tidak ingin menikah dengannya. Gadis itu hanya menyukai Park Chanyeol.

“Kau masih ingin ber-akting rupanya, selagi kau menikah kau akan tetap ber-akting seperti biasanya. Tenang saja, karirmu akan tetap berlangsung.” Yuri terperangah. Ibunya tidak mengerti. Ayahnya tidak mengerti. Ia menilik ke arah Taehyung, menatap tajam pemuda itu.

“Taehyung, ikut aku!”

­-

Chanyeol terdiam sembari menatap adegan yang Jisoo perankan saat ini. Pemuda itu berulang kali menyebutkan nama Kim Jisoo. Akan tetapi, pikiran pemuda itu sepenuhnya tidak tertuju kepada kekasihnya. Ada satu nama lagi yang memenuhi kepalanya untuk saat ini.

“Kwon Yuri… Kenapa tiba-tiba saja aku memikirkanmu?”

“Apa yang kau lakukan kepada kedua orang tua-ku sehingga mereka ingin aku menikah denganmu?” Taehyung terperangah mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir gadis itu. Kini keduanya berada di beranda kamar tamu yang berada di lantai dua.

“Kau bertanya seolah aku penjahatnya, Yuri…”

Taehyung menenggelamkan kedua tangannya di saku celana. “Aku hanya mengatakan yang sebenarnya semalam. Aku berkata bahwa aku baru saja mengutarakan perasaanku kepadamu. Dan pagi ini, tiba-tiba saja kedua orang tua-mu menghubungi kedua orang tua-ku untuk rencana pernikahan kita.”

Yuri menggeleng tidak percaya, “Ini gila!”

“Iya ini memang gila, terlebih dengan kehadiranmu yang membuatku gila.”

“Tidak Taehyung, tidak! Kau tahu mengenai perasaanku, mengapa kau menyetujui pernikahan ini?” Taehyung mendegus kesal. Taehyung tentu saja tahu mengenai perasaan Yuri kepada Park Chanyeol. Maka pemuda itu tanpa ragu menyetujui rencana pernikahannya dengan Yuri. “Sebagai sahabat seharusnya kau mengerti tentang perasaanku saat ini.”

“Itu juga berlaku untukmu, Kwon Yuri.” Yuri mengerutkan keningnya.

Taehyung bersandar pada pembatas beranda. “Sebagai sahabat seharusnya kau juga mengerti tentang perasaanku kepadamu. Kau juga tahu mengenai perasaanku. Seharusnya kau tidak perlu membantah lagi. Intinya kita sama Yuri. Menyukai seseorang tetapi yang kita sukai tidak memiliki perasaan yang sama.”

Yuri mengepalkan tangannya. Ijinkan saja, untuk kali ini ia harus membenci sahabatnya itu. “Jangan berusaha untuk memojokkanku, Kim Taehyung.”

“Lalu jangan berusaha untuk menepis kenyataan, Kwon Yuri.” Yuri terhenyak. Sehingga ia memilih untuk bungkam.

“Aku tidak percaya, sahabatku berubah lebih buruk daripada monster.” Yuri melenggang pergi. Meninggalkan Taehyung yang senantiasa bersandar pada pembatas beranda. Sesungguhnya pemuda itu benar-benar merasa bersalah. Ia begitu terobsesi untuk memiliki Yuri. Ia tidak berpikir panjang bahwa hati gadis itu akan tersakiti.

“Maafkan aku, Yuri…”

“Chanyeol oppa? Kau kenapa? Saat mengambil adegan tadi, aktingmu terlihat lemah. Bahkan kau seringkali lupa dengan dialogmu. Apa terjadi sesuatu oppa?” Chanyeol menggeleng lemah dengan seutas senyum terpaksa miliknya. Jisoo mengerucut, gadis itu merasa asing dengan perilaku Chanyeol saat ini.

“Jika ada masalah, kau bisa mengatakannya sekarang. Aku akan mendengarkannya dengan senang hati.” Chanyeol menatap gadisnya lamat. Jisoo menanti apa yang akan kekasihnya katakan. Ia hanya tidak ingin kekasihnya memikirkan sesuatu yang tidak berguna. Karena ia telah melihat akibatnya melalui akting Chanyeol hari ini.

Chanyeol tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Pemuda itu tengah memikirkan Kwon Yuri. Sebenarnya, Chanyeol tahu bahwa Baekhyun mencium pipi Yuri ketika berada di jalan. Chanyeol tahu, sedangkan kekasihnya saat itu berkutat dengan ponsel di sampingnya. Dan satu lagi, ketika Kim Taehyung membawa Yuri pergi dengan tatapan yang berbeda. Aktor Kim Taehyung tidak pernah menatap seorang seperti itu. Bahkan ketika pemuda itu melakukan adegan di lokasi syuting sebelumnya.

Menyadari jika kekasihnya tidak kunjung merespon, Jisoo memilih untuk pergi. “Baiklah, sepertinya kau membutuhkan waktu untuk sendiri. Aku akan pergi untuk mencari barangku yang tertinggal di mobil. Panggil aku jika kau siap mengatakan segalanya, Park Chanyeol.”

Kim Jisoo berlalu. Meninggalkan sosok Park Chanyeol yang berada di puncak kebimbangan. Chanyeol tersenyum kecut. “Aku tidak mungkin memanggilmu, Jisoo. Kau pasti kecewa jika kau mengetahui apa yang kupikirkan saat ini.”

Chanyeol mendapati punggung Jisoo yang semakin menjauh. Pemuda itu memejamkan mata sejenak, kemudian membukanya perlahan. “Kau akan marah jika aku memikirkan orang yang kau benci.”

­-

Yuri melangkahkan kakinya dengan perasaan berkecamuk. Saat perjalanan pulang ke rumahnya yang berada di kota, mobil yang ia gunakan, ternyata sedang bermasalah. Karena pukul sebelas malam, Yuri ingin cepat-cepat pulang dan mempersiapkan harinya untuk esok. Hari ini, cukup sudah dengan segala keterkejutannya. Banyak hal mengejutkan yang mengisi harinya. Masalah mobil, Yuri baru saja menelepon salah satu pekerjanya untuk membenarkannya dan membawanya. Yuri memilih untuk berjalan kaki.

Jalanan cukup sepi. Dengan leluasa ia bisa sedikit melepas jaket tebal dan alat penyamaran lainnya. Ia hanya menggunakan kacamata berlensa tipis sebagai penyamaran. Sepertinya, keadaan di jalan ini cukup aman.

Yuri masih tidak mengerti. Mengapa kedua orang tua-nya dengan senang hati memberikan rencana pernikahan tanpa ragu. Dan Yuri masih tidak mengerti, mengapa sahabatnya berubah menjadi sangat ambisius. Taehyung mencintainya. Suatu hal yang belum bisa gadis itu cerna dengan baik. Selama ini ia hanya menganggap Taehyung sebagai sahabat. Tidak lebih.

Tint!

Aish mengejutkan!” Yuri mencibir ke arah mobil merah yang berada tepat di sampingnya. Anehnya, mobil tersebut justru terus mengikutinya melangkah. Perlahan, jendela mobil turun dan menampakkan seseorang yang saat ini tidak ingin ia lihat untuk sementara.

“Chanyeol?”

“Sendirian? Di mana mobilmu? Naiklah! Aku akan mengantarmu pulang,” Yuri menatap Chanyeol dengan bingung. Park Chanyeol baru saja memberinya tumpangan pulang. Apa telinga Yuri saat ini baik-baik saja?

“Ta-Tapi…”

Ssstt,” Chanyeol berbisik. “Ku dengar di daerah ini sering terlihat penampakan perempuan berpakaian putih dengan rambut panjang berada di pinggir jalan. Apa kau tidak tahu?”

Yuri menggeleng, kemudian ia terkejut. “Hantu?” tanpa perlu berpikir panjang, gadis itu berada di dalam mobil dan mengoreksi setiap bagian dari jalan tersebut. Chanyeol tersenyum senang. Pemuda itu berhasil mengelabui Yuri. Saat ini pemuda itu menahan tawa.

Yuri yang menyadari ekspresi Chanyeol, mulai yakin bahwa pemuda itu tengah mengelabuhinya. “Kau membohongiku ya?” Yuri bersidekap, tidak sengaja ia melirik ke arah pakaian yang dikenakannya saat ini. Putih.

“Perempuan berpakaian putih dengan rambut panjang, itu aku ‘kan? Park Chanyeol?” Saat itulah Chanyeol meluapkan tawanya. Gadis itu menyadarinya cukup lama. Jadi memang benar, Kwon Yuri memang takut dengan yang namanya Hantu.

“Maaf, lagipula siapa yang menyuruhmu untuk berjalan sendiri di saat tengah malam?” Yuri menoleh ke arah Chanyeol. Pemuda itu bertanya selagi pandangannya terfokus pada jalanan. Tampan. Satu hal yang Yuri lihat dari Park Chanyeol saat ini. Yuri menggeleng dengan cepat. Seharusnya ia melupakan Park Chanyeol. Bukan mengagumi ketampanannya.

Hey! Aku bertanya padamu Kwon Yuri,” Yuri tersadar. Lagi-lagi ia berfantasi dengan pikirannya di saat yang tidak tepat.

“Tidak ada yang menyuruhku, aku ingin cepat-cepat pulang.” Chanyeol sesekali melirik ke arah Yuri. Entah mengapa, pemuda itu merasa nyaman ketika berbicara dengan Yuri.

“Di mana mobilmu? Apa seharian ini kau menghabiskan waktu untuk berjalan kaki?” lampu lalu lintas berpendar merah. Chanyeol menghentikan mobilnya. Pemuda itu menoleh ke arah Yuri. Gadis itu melamun. Tatapan kosong serta raut sendunya.

Merasa sesuatu menimpa Yuri, Chanyeol memilih untuk diam. Chanyeol kembali melajukan mobilnya perlahan. Chanyeol mulai menerka-nerka, masalah apa yang sedang menimpa Yuri. Saat itu juga ia teringat dengan Kim Taehyung. Ia merasa, keduanya menjalin sebuah hubungan. Dilihat dari tatapan Taehyung yang berbeda, Chanyeol yakin akan hal tersebut.

Tidak terasa, mobil Chanyeol berhenti di depan rumah pribadi seorang Kwon Yuri. Chanyeol menatap Yuri. Gadis itu masih saja melamun. Chanyeol cukup sedih melihatnya. Sebagai teman‒ya untuk saat ini Chanyeol cukup ragu mengatakannya. Sebagai teman yang baik, ia tidak ingin melihat Yuri bersedih.

“Yuri, sudah sampai.” Yuri tersadar pelan. Ia mengerjapkan mata berkali-kali. Yuri tersenyum aneh kepada Chanyeol. Chanyeol terdiam, kemudian ia membalas senyuman tersebut dengan tersenyum tipis.

“Sudah selesai melamun?” gurau Chanyeol.

Huh? Melamun? Maaf, ini karena aku kelelahan.” Yuri meringis pelan. Ia merutuki dirinya yang melamun di saat bersama dengan Park Chanyeol.

“Jika kau kelelahan, seharusnya kau tidak perlu berjalan kaki tadi. Kau bisa menghubungiku bila terjadi sesuatu, untungnya aku bertemu denganmu.” Yuri bungkam. Apa yang Park Chanyeol katakan merupakan sebuah perhatian karena kasihan melihatnya kelelahan atau bagaimana? Sebuah perkataan yang tidak pernah Yuri pikirkan akan terlontar dengan sendirinya dari mulut seorang Park Chanyeol.

“Aku berjalan kaki karena mobil yang kugunakan bermasalah, itupun karena terpaksa.” Chanyeol mengangguk mengiyakan.

“Baiklah, kau harus ber-istirahat.” Yuri terdiam. Chanyeol baru saja mengelus surainya. Yuri tidak tahu, tapi yang Chanyeol lakukan saat ini laksana mimpi indahnya. Yuri menoleh ke arah Park Chanyeol. Pemuda itu senantiasa tersenyum ke arahnya. Senyuman hangat dari sorot mata teduhnya.

“T-Terima kasih untuk tumpangannya,”

Yuri beralih pandang dengan emosi yang membuncah. Gadis itu memilih untuk pergi ke dapur. Untuk saat ini, ia benar-benar membenci seorang Kim Taehyung. Taehyung melangkah ke dapur. Mengikuti langkah gadis itu.

“Yuri, kau marah?” Taehyung menyentuh pundak gadis itu, namun dengan cepat Yuri menepisnya. Tatapan tajamnya saat ini hanya tertuju kepada Kim Taehyung. Yuri tidak menjawab. Ia hanya mendegus kesal. Setelahnya, gadis itu hendak menggerakkan tungkainya kembali ke kamar.

Merasa frustasi, Taehyung mencegah langkah gadis itu. “Ya! Lepaskan aku!”

Di sisi lain, seorang pemuda baru saja tiba di halaman rumah Yuri. Bibi Chae yang berada di halaman mempersilahkan Park Chanyeol untuk masuk ke rumah. Dan berkata bahwa teman Yuri yang lain berada di dalam. Park Chanyeol membalas perkataan bibi Chae dengan senyuman. Tanpa ragu, pemuda itu melangkah memasuki ruang tamu. Saat itu juga ia mendengar teriakan Yuri dari dapur.

Chanyeol terperangah. Teriakan Yuri menandakan bahwa gadis itu dalam keadaan yang buruk. “Yuri?” Pemuda itu setengah berlari menuju dapur.

Ya! Kim Taehyung! Lepaskan aku!”

Langkah Chanyeol terhenti. “Kim Taehyung?” Pemuda itu memutuskan untuk berada di balik dinding. Dari jarak yang cukup dekat, ia mampu melihat seorang Kim Taehyung mencengkram tangan Kwon Yuri.

“Tidak bisakah kau menerima semua kenyataan ini Kwon Yuri?” Kim Taehyung menatap kedua iris kecoklatan Yuri lamat. Batin Yuri bergetar pelan. Ia tidak suka melihat Kim Taehyung dalam kondisi menyedihkan. Tetapi, mengingat kenyataan yang akan dijalani, gadis itu harus berpikir dua kali.

Yuri berusaha melepaskan cengkraman Taehyung yang nampaknya mulai membekas. Taehyung yang menyadari tatapan Yuri, mulai melemaskan cengkramannya. Tetapi tidak sepenuhnya pemuda itu membiarkan Yuri bebas darinya.

“Aku akan membuatmu menerima semua ini Yuri,”

Yuri melebarkan matanya. Kim Taehyung mencium bibirnya. Tidak, bahkan mulai melumatnya pelan. Yuri memberontak, kekuatannya tidak sebanding dengan Taehyung. Maka gadis itu hanya terdiam, tenaganya benar-benar terkuras untuk saat ini.

Park Chanyeol membeku di tempat. Desiran aneh mendatanginya kala melihat Taehyung mencium Yuri. Tanpa disadari, tangan kiri Chanyeol mengepal. Kemudian, ia memilih untuk pergi meninggalkan rumah Yuri.

Merasa Yuri kehabisan napas, Taehyung menghentikan ciumannya. Yuri tertunduk. Suatu hal yang tidak terduga dari seorang Kim Taehyung. Sahabatnya, benar-benar berubah karena… Dirinya.

Taehyung mengembuskan napas perlahan. Lagi-lagi pemuda itu merasa bersalah. Namun jika tidak seperti ini, gadis yang dicintainya tidak akan menerimanya dengan baik. Melihat tidak ada reaksi sama sekali. Taehyung melingkarkan tangannya pada pundak gadis itu dan membawanya ke kamar.

“Aku tahu kau masih tidak bisa menerimanya,” Taehyung bergumam. Diiringi berbagai nada penyesalan. “Tapi aku akan mencoba segalanya agar kau bisa menerima semua ini.”

Taehyung mendudukkan Yuri di tepi tempat tidur. Gadis itu masih tertunduk. Terlalu terkejut atas apa yang Taehyung lakukan beberapa detik yang lalu. “Aku akan menunggumu di luar, aku akan mengantarmu pergi ke lokasi syuting. Ini hari terakhirmu syuting untuk drama itu ‘kan?”

Yuri mengangguk lemah. Taehyung mendegus pelan. Lagi-lagi ia merasa bersalah dnegan keadaan gadis tersebut. “Baiklah, kau bisa berganti pakaian, aku menunggu di mobil.”

Taehyung berlalu. Selepas kepergian pemuda itu, Yuri tidak langsung mengganti pakaiannya. Gadis itu terisak pelan. Air mata telah keluar dengan sendirinya. Ia seperti gadis yang sangat bodoh untuk saat ini. Ini sudah kedua kalinya seorang Kim Taehyung menciumnya. Dan ia masih belum bisa menyerahkan hatinya kepada pemuda itu.

Yuri masih menempatkan nama seseorang dalam lubuk hatinya. “Park Chanyeol…”

­-

TBC

Wahhhh detik-detik chapter terakhir nih brooo.
Oia, setelah chapter end, aku mau buat special scene buat ff ini.
Dan itu aku memutuskan untuk di proteksi karena sepertinya ada banyak pengunjung yang menjadi siders -_- sedih lo aku

Yang merasa udah pernah komen di chapter-chapter sebelumnya,
Silahkan komen mengenai cerita ini dan kasih aku email kalian
Nanti pas di special scene langsung aku kirimin pass-nya

Sekian~

Makasih yaaa

See you babe~ ©Firda©

Advertisements

18 thoughts on “다이너마이트 (Chapter 7)

  1. Akhirnya chapt ini keluar jugaa tiap hari gue nunggu in ni ff dan akhirnya chanyeol pekaa, tapi kok aku baper ya di chapt ini kasihan yurinyaa 😢😭
    Btw email aku @mailinsonya19@gmail.com gumawoo min,

    Liked by 1 person

  2. Yuri terkejut banget pas tau taehyung nyatain perasaannya dan itu bukan lelucon sama sekali .. tapi pas taehyung udah nyatain perasaannya ko taehyung malah kayak jadi egois + obsesi yaaa .. beneran nih kalo yg ngerencanain pernikahan itu orang tua taehyung dan yuri bukan taehyun sendiri yg minta ??

    Baekhyun bikin terkejut juga wkwk nyatain perasaan di bawah payung dan di iringi rintik-rintik hujan 😀 .. abis itu di cium deh pipi yuri

    Aduhh adegan cium pipi nya di liat chanyeol .. chanyeol udah mulai mikirin yuri (sejak yuri dicium baekhyun) .. mulai cemburukah 😀

    Jisoo nih dendam sama yuri ya -_- tatapan nya ngejek banget

    Taehyung cium yuri dua kali dan itu belum berhasil buat nama park chanyeol keluar dari hati yuri

    Ahh chanyeol liat taehyung cium yuri dan chanyeol langsung pergi .. apa kadar cemburunya sudah meningkat ?? 😀

    Ini email aku eon devinurisnainy@gmail.com .. di tunggu buat nextpartnya yg akan menjawab semua nya 🙂

    Liked by 1 person

  3. Setelah Taehyung ada Byun Baekhyun yang bikin Yuri bingung. Yah kok Chanyeol belum peka gitu sih?
    Malah lebih milih Kim Jisoo itu huh

    Kim Taehyung kenapa egois sihh. Saking terobsesi sama seorang Kwon Yuri hmm?

    Tapi kayanya diem diem Chanyeol udah mulai ada rasa sama Yuri nih dari mulai mikirin sampe diem diem tangan nya ngepal liat Taehyung nyium Yuri gitu, tapi kayanya dia belum sadar kalau sebenernya cinta dia itu buat Yuri bukan buat Jisoo

    Email aku arazahra313@gmail.com
    Gomawo thor

    Like

  4. Keren eonnie !!! Daebak !! Tapi aku rada kesel sama taehyung kok dia kaya yang egois ya :(( tapi ff nya tetep keren kok heheh keep writing eonnie

    Like

  5. 1hari yg sukses buat yuri terkejut ..
    Taehyung dia bneran egois bnget pdhal yuri msih menganggap dia itu sahabat..lalu gmna sm chanyeol yg uda liat yuri dcium taehyung…

    Email ▶vyuliani546@gmail.com

    Like

  6. huaaaa yaampun demi apapun part ini baper bgt..
    ksian Yuri nyaaaa,,,,, inu kece abis sumpah author nya kereeren T_T
    jadi gimana? yuri bakal sams siapa ending nya T_T kasian Baek huhu #mewekdipojokansamabaek

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s