다이너마이트 (Chapter 5)

%eb%8b%a4%ec%9d%b4%eb%84%88%eb%a7%88%ec%9d%b4%ed%8a%b8-4

Dear,
Kwon Yuri , Park Chanyeol

Little,
Kim Taehyung , Kim Jisoo , Byun Baekhyun

Cover and story,
pure mine

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5

HAPPY READING

“Ledakannya lebih besar dari dinamit,”

Jangan paksa seorang Kwon Yuri untuk berada di mobil yang sama dengan Park Chanyeol. Berulang kali gadis itu mengelak, pikirannya tetap tertuju pada satu hal di masa lalunya. Kini, ia berada di lobi dengan setengah kesadaran yang pergi entah ke mana. Pertemuannya sebagai bintang iklan telah usai. Kini hanya terdirikan dirinya dan sekotak yoghurt stroberi. Tidak mungkin Park Chanyeol teman masa kecilnya merupakan Park Chanyeol si aktor yang menyebalkan itu. Rambut Park Chanyeol yang kecil keriting. Berbeda dengan rambut Park Chanyeol si aktor yang nampak lurus.

Ia menggeleng lagi, berusaha menyakinkan dirinya bahwa nama Park Chanyeol bukan hanya milik pemuda jakung menyebalkan itu. Acap kali gadis itu menenangkan diri, dan pada akhirnya sedikit lebih baik. Tentu lebih baik apabila tidak terdapat kehadiran seorang Byun Baekhyun di sekitarnya.

“Kau tidak ingin pulang? Sudah waktunya beristirahat, walaupun kau aktris, setidaknya kau juga manusia, kau membutuhkan istirahat paling tidak enam jam.” Yuri menatap Baekhyun tidak suka. Hari yang menyebalkan bila bersama dengan seorang Byun Baekhyun.

“Ya ya terima kasih, Baekhyun. Baiklah, kalau begitu silahkan saja pulang sendiri sementara aku akan menunggu Taehyung.” Baekhyun meliukkan alisnya.

“Kim Taehyung, menjemputmu?”

Yuri mengangguk sembari menghabiskan yoghurt-nya. Bertepatan dengan saat itu, mobil pribadi milik Kim Taehyung yang Yuri kenali berada di depan lobi. Yuri tersenyum senang ketika mobil tersebut nampak di depan matanya. Pada akhirnya ia akan terbebas dari ocehan aneh seorang Byun Baekhyun.

“Baiklah, terima kasih untuk hari ini dan berhati-hatilah saat pulang. Lagipula aku tidak ingin satu mobil denganmu, manager baruku yang menyebalkan.” Yuri beranjak dari duduknya dengan tatapan mengejek ke arah Baekhyun. Sedangkan pemuda itu sedari tadi terdiam dan memperhatikan sosok Kim Taehyung dari balik kaca jendela yang tidak terlalu transparan. Meski begitu, Baekhyun bisa melihat siluet Kim Taehyung yang sedang menatap ke arahnya.

“Ya ya nona Kwon, jaga dirimu juga dan ingat jadwalmu besok.” Pada akhirnya Baekhyun hanya mampu mengalah dan membiarkan dirinya pulang sendiri. Tungkai Yuri perlahan pergi, hal itu membuat Baekhyun merasa kecewa. Alasannya bersedia menjadi manager Yuri karena ia mengagumi sosok Kwon Yuri.

Mengetahui tawaran Yoon Jeonghan kepadanya kemarin, ia sangat senang. Setelah mendengar berita-berita aneh mengenai hilangnya seorang Kwon Yuri, Baekhyun sangat senang dan terkejut mendengar tawaran Yoon Jeonghan. Yoon Jeonghan merupakan pamannya yang termasuk dalam kategori paman jauh. Tetapi, untungnya pamannya itu mengerti akan hal yang disukai oleh Byun Baekhyun.

Tidak genap satu hari menjadi manager Yuri, untuk saat ini ia memakluminya. Setidaknya, esok ia akan bersama dengan gadis itu lagi. Dan begitu hingga beberapa tahun ke depan. Menjadi manager seorang Kwon Yuri. Mimpi yang menjadi nyata. Ia harus berterima-kasih kepada Tuhan. Baekhyun tersenyum tipis seraya menatap kepergian mobil miliki Kim Taehyung yang berangsur pergi.

“Aku bersyukur, sangat bersyukur bisa bersamamu seharian ini.”

Dalam perjalanan pulang, Kim Taehyung mulai menyerbu beberapa pertanyaan kepada Yuri mengenai keberadaan seorang pemuda bersurai merah muda yang menunggu bersamanya. Yuri memejamkan matanya lelah. Pemuda bermarga Kim itu memulai sesi pertanyaannya.

“Siapa yang menunggu bersamamu tadi? Apa dia menawarimu kencan? Atau bahkan kau yang menawarinya?” Yuri menggeleng. Dilihatnya sosok Kim Taehyung yang bertanya dengan nada penuh dengan interupsi keras.

“Bukan, dia itu manager baruku.”

Manager barumu?”

Yuri mengangguk pelan. Tetapi Kim Taehyung nampak tidak percaya. “Manager barumu terlihat seperti anggota boygroup. Dia juga tampan, apa dia benar-benar manager barumu?”

“Taehyung, tolong jangan berulah. Aku butuh istirahat dan harus menenangkan diri sebaik mungkin untuk besok. Kau tidak tahu ada banyak kejadian yang kualami seharian ini?” gerutu Yuri mulai berpaling pandang. Taehyung terlihat menyesal telah bertanya yang aneh-aneh kepada Yuri mengenai manager barunya.

“Maaf jika pertanyaanku mengganggumu, tapi kenapa manager-mu itu cukup tampan? Rasanya aku memiliki saingan,” ucap Taehyung dengan rasa bersalah.

“Saingan?” Yuri meralat ucapan Taehyung. Taehyung tersadar. Ia tidak mengira akan bertanya seperti itu kepada Yuri. Lidahnya tidak mampu berkompromi dengan hatinya untuk saat ini. Dengan cepat Taehyung menggeleng, “Tidak, sepertinya aku salah bicara. Silahkan lanjutkan istirahatmu. Setibanya di rumah, aku akan membangunkanmu.”

Yuri tidak ingin memikirkan perkataan Taehyung lebih dalam lagi. Pada akhirnya nantipun ia tahu jika perkataan Kim Taehyung merupakan sebuah lelucon. Jadi, ia menuruti perintah Taehyung dengan baik. Beristirahat.

Taehyung melirik Yuri dari sudut matanya. Gadis itu nampkanya telah terlelap. Taehyung mendegus lega. Ia hampir mengatakan yang sebenarnya. Ia menatap wajah cantik Yuri yang terlelap. Bagaikan sesosok malaikat yang terpaksa tertidur karena kelelahan. Tidak ingin mengganggu tidur Yuri –atau mungkin tidak ingin didengar, ia bergumam pelan.

“Sepertinya manager-mu itu saingan baruku untuk memperebutkan hatimu.”

Chanyeol melepas jas kelabunya dengan lelah. Hari ini terasa berat baginya. Bahkan ada satu yang masih ia perhitungkan. Ia merutuki kebodohannya jarena telah mengatakan perasaannya yang sebenarnya kepada orang lain. Terlebih, orang itu merupakan seorang Kwon Yuri. Gadis yang secara terang-terangan mengungkapkan kebenciannya kepada Park Chanyeol.

Demikian pula, ada sesuatu yang membuat batinnya merasa benar mengatakan semua itu kepada Yuri. Tetapi ia tidak tahu apa hal yang berhasil mendorong batinnya itu untuk mengatakan yang sejujurnya. Apa Kwon Yuri memiliki sebuah sihir yang dapat menarik batin seseorang untuk mengatakan yang sejujurnya?

Chanyeol rasa, tidak. Tidak mungkin seperti itu. Ia hanya merasa, mengatakan yang sejujurnya kepada Kwon Yuri merupakan jalan yang terbaik. Kwon Yuri dapat dipercayai. Sekalipun gadis itu membencinya.

“Chanyeol, apa itu benar?” Minseok menatap Chanyeol yang berdiam diri di beranda kamar. Minseok melihat adanya kebimbangan yang merasuk sukma aktor tinggi tersebut. Minseok tidak pernah mendapati ekspresi tersebut dari wajah pemuda itu. Selama enam tahun, ia tidak pernah melihat keadaan seorang Park Chanyeol seperti ini.

“Kurasa dengan tidak menjawab kau akan tetap tahu,” Chanyeol membalikkan badannya. Iris coklatnya menampilkan adanya ketidak-tenangan. Minseok menatap pemuda itu sedikit cemas. Ada satu hal dari dalam diri Chanyeol yang mulai nampak.

“Aku tahu, tapi kenapa kau mengatakan perasaanmu itu kepada Kwon Yuri? Bukankah gadis itu sangat membencimu? Dan mengapa kau menawarkan tumpangan kepadanya?” Chanyeol tahu pada akhirnya Minseok akan bertanya. Chanyeol bersandar di dinding yang berada di samping Minseok.

“Aku merasa, sebenarnya dia gadis yang baik. Dia membenciku karena ke-angkuhanku saat itu. Aku tahu itu salah, dan aku mengakuinya.” Chanyeol berujar dengan senyum anehnya. Ia kembali menatap dwimanik Minseok. “Tapi belakangan ini, aku merasa dia adalah teman yang baik. Kau bisa mengatakan apapun kepadanya tanpa perlu merasa ragu. Dan untuk tumpangan tadi, aku merasa seperti, aku tidak tega melihat temanku menunggu ketika dia dilanda kesibukan. Bahkan, sepertinya gadis itu tadi menunggu seseorang yang tidak akan datang. Jadi, aku menawarinya sebuah tumpangan singkat.”

Minseok mendengar perkataan pemuda itu seksama. Ia memikirkan bagaimana pemikiran seorang Park Chanyeol kali ini. “Kau benar-benar menganggap Kwon Yuri itu temanmu?” Chanyeol mengangguk diiringi senyum tipisnya.

“Lalu, tentang perasaanmu kepada Kim Jisoo, bukankah kau sedang mencari gadis masa kecilmu itu?”

Chanyeol menatap Minseok aneh, “Bukankah aku sudah mengatakannya?”

Kedua alis Minseok saling bertautan, “Kau yakin Chanyeol? Kim Jisoo sama seperti teman masa kecilmu itu?” Chanyeol mengangguk pelan tetapi nampak pasti.

“Aku sudah pernah memikirkan ini sebelumnya, dan kurasa memang orang yang sama. Dia yang kucari-cari selama ini,” Chanyeol menggerakkan tungkainya ke dalam ruangan. Ia terduduk di sofa kecil dan mengambil segelas champange.

Minseok mendegus pelan, “Terserahmu saja Chanyeol, asal kau tidak salah dalam melangkah. Kuharap pemikiranmu mengenai Kim Jisoo memang benar.” Kemudian Minseok melenggang.

Chanyeol terdiam. Ia memikirkan bagaimana perasaannya mengenai seorang Kim Jisoo. Dalam batinnya, ia yakin bahwasanya gadis masa kecil-nya merupakan Kim Jisoo. Chanyeol yakin, entah mengapa ia sangat yakin. Chanyeol memejamkan matanya. Untuk kali ini, ia tidak bisa berpikir dengan baik. Otaknya tidak berkinerja dengan semestinya.

“Kuharap perasaanku ini benar, Kim Jisoo…”

Hidup tidak selalu berjalan dengan baik. Selama ini, yang berada pada harapan seorang Kim Jisoo yaitu tampil baik di hadapan banyak orang dan menunjukkan siapa dirinya. Segala sesuatu yang berada dipikirannya akan terjadi sesuai dengan kehendak. Lantaran berpikir demikian, menuangkan teh ke salah satu cangkir bagaikan menuangkan samudra ke sebuah benua. Rasanya lama dan sulit.

Pikirannya melayang, tepat ketika ia bertemu dengan Kwon Yuri. Untuk kedua kalinya dalam keadaan yang sepenuhnya berbeda. Jisoo teringat perihal kalimat terakhir Kwon Yuri kala hendak meninggalkannya dua tahun lalu. Serta, ia teringat dengan apa yang paparazzi lakukan padanya. Bahkan ia sempat mendapat belasan teror. Tetangganya pun berpendapat jika Jisoo membuat hidup Yuri terlilit hutang dan para penggemar Kwon Yuri tidak terima.

Dadanya kembali dirundung sesak. Saat ini, bukan saat yang tepat baginya untuk merasakan rasa sakit itu lagi. Akan tetapi, rasa sakit itu datang dengan sendirinya. Selama satu tahun belakangan ini, ia telah membuktikan bahwa ia gadis berbakat yang patut dipuja oleh banyak orang. Alih-alih membantu orang dan terjerumus ke dalam masalah orang lain.

“Kenapa aku memikirkan gadis itu? Dia hanya sumber dari semua masalah, tidak seharusnya dia kembali. Tapi aku harus membuktikan, aku harus membuktikan bahwa aku yang terbaik. Lebih baik dari gadis itu,”

“Aku ragu,” Taehyung menoleh. “Apa yang kau ragukan?”

Yuri menatap Taehyung dengan tatapan yang sulit di artikan. “Kau sahabatku dari kecil ‘kan?” Taehyung memiringkan kepapalanya sejenak kemudian mengangguk mantap.

“Kita memang bersahabat dari kecil, kenapa? Ada masalah?”

Yuri meringis pelan sembari menggeleng, “Tidak, aku hanya memastikan saja.” Yuri menatap majalahnya kosong. Sedari tadi, halaman tersebut tidak berpindah dikarenakan pikiran gadis itu yang melayang ke masa lalu miliknya secara sepihak. Hari ini, ia harus membintangi iklan pakaian bersama dengan Kim Taehyung dan satu aktor lagi.

Selagi menunggu semua persiapan, keduanya memilih untuk bersantai sejenak di lobi. Tetapi entah mengapa, pikiran Yuri beralih ke seberang masa. Masa lalu yang semalam ia berusaha mati-matian untuk tidak memikirkannya lagi. Yuri menggeleng beberapa kali sembari memukul kepalanya kesal. Hal tersebut sukses mengundang tatapan penuh tanda tanya dari Kim Taehyung dan yang lain.

“Yuri, kau baik-baik saja?”

Eh?” Yuri mendogak. Ia mengangguk menyakinkan Taehyung bahwa ia baik-baik saja. Pada kenyataannya, batin dan pikirannya tidak dalam keadaan seperti itu.

“Park… Chanyeol…” Yuri hampir membuka mulutnya lebar-lebar terkejut karena kehadiran Park Chanyeol yang akan turut serta dalam pembuatan iklan. Menjauh dari Park Chanyeol untuk saat ini? Rasanya sangat tidak mungkin. Mungkin seluruh orang akan menegurnya. Bagaimanapun juga, keduanya akan menjadi partner. Kinerja keduanya sangat dibutuhkan dalam pembuatan iklan.

Yuri menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya mantap. “Aku bisa, Kwon Yuri pasti bisa!”

Chanyeol terdiam sembari menyesap kopi hangatnya. Maniknya sedari tadi tidak pernah berhenti untuk memandang ke arah Kwon Yuri. Menurutnya, sikap Yuri saat ini cukup aneh. Bahkan sangat aneh. Padahal, Chanyeol baru saja menunjukkan keseriusannya dalam berteman dengan gadis itu. Dan entah gerangan apa, justru Yuri menjaga jarak darinya.

Tidak pernah melempar pandang, menyapa, bertanya dan bahkan saat pemotretan adegan bersama, Yuri tidak menoleh ke arahnya sedikitpun. Minseok menghampiri Chanyeol yang setia dengan tontonannya sendiri. Minseok mendegus pelan. “Apa yang terjadi dengan temanmu itu? Kenapa dia tidak menyapamu atau melihatmu sama sekali?”

Chanyeol menoleh, lalu mengendikkan bahu tidak tahu. “Sepertinya berada dalam masalah,” Minseok duduk di samping Chanyeol dengan pandangan aneh yang mengarah ke Chanyeol. Sesuatu dalam diri Chanyeol nampak aneh di mata Minseok saat ini.

“Sepertinya tidak,”

Chanyeol mengerutkan keningnya, “Maksudmu?”

“Jika dia berada dalam suatu masalah, tidak mungkin dia berbicara dengan aktor Kim Taehyung itu sedari tadi.” Menyadari perkataan Minseok, dengan cepat Chanyeol menoleh kembali. Dan betapa bodohnya ia karena tidak menyadari keberadaan Yuri sedari tadi. Bersama dengan Kim Taehyung dan berbicara terus menerus.

Pula, terdapat kehadiran Byun Baekhyun yang menatap keduanya secara bergantian dengan raut kesal. Nampaknya, ada sesuatu yang terjadi di antara mereka. Melihat keakraban Yuri dengan Kim Taehyung, serta didukung oleh tatapan kesal seorang Byun Baekhyun.

Segalanya tersirat saat itu juga. Chanyeol membulatkan kedua netranya setelah menyadari apa yang berada dalam pikirannya. Pikiran aneh yang bisa saja terjadi. Melihat keadaan yang mendukung, Chanyeolpun yakin akan satu hal. Satu hal yang rasanya membuat Chanyeol bingung sekaligus penasaran.

“Kwon Yuri menjalin hubungan dengan Kim Taehyung?”

Di mata Kim Jisoo, akting Kwon Yuri memang baik dulunya. Tetapi untuk kali ini, Jisoo menepis segala kenyataan tersebut. Kwon Yuri yang dulu dikaguminya telah membuat hidupnya berantakan hanya dengan sekali tepis. Kwon Yuri, yang dulu menjadi panutannya, kini menjadi lawan yang patut dipertanyakan.

Saat ini, giliran Kwon Yuri dan aktris pendukung Wendy Son yang memulai adegan. Kemudian setelahnya, gilirannya dengan Park Chanyeol yang akan beraksi. Mengingat tentang pemilik nama tersebut, Jisoo tersenyum. Ia melirik ke arah Chanyeol yang turut memperhatikan akting Yuri dengan guratan-guratan aneh. Jisoo mencibir pelan, ia menduga bahwa Park Chanyeol tidak menyukai akting Yuri.

Tidak dapat ia pungkiri, dari dulu kekagumannya terhadap Park Chanyeol kian membuncah. Selain Kwon Yuri, ia mengidolakan Park Chanyeol. Suatu keajaiban, kini ia bisa mengambil adegan dengan Park Chanyeol. Park Chanyeol, si tampan yang tingginya setara dengan papan penanda di rumah Jisoo.

Great! Sekarang giliran Kim Jisoo dan Park Chanyeol yang mengambil adegan,” mendengar sahutan sutradara Kim, Jisoo menata surainya lagi dibantu oleh penata rias. Dari sudut matanya, ia mampu melihat keberadaan Chanyeol yang kembali bercermin. Jisoo tersenyum senang. Akhirnya, ia akan melakukan adegan bersama Park Chanyeol.

Hyung, kau percaya jika aku gugup saat ini?” gumam Chanyeol sembari bercermin. Minseok mengendikkan bahu diiringi senyum tipisnya. “Aku percaya, tapi aku ragu.”

Chanyeol berjengit, “Apa yang kau ragukan?”

Minseok menggeleng, “Tidak lupakan saja, semoga pengambilan adeganmu berjalan lancar. Kau bersama dengan gadis yang kau sukai, bila benar kau menyukainya, tunjukkan padanya bahwa kau aktor yang hebat.”

Mendengar penuturan Minseok, Chanyeol tersenyum simpul. Tidak salah jika ia memiliki manager seperti Kim Minseok. Selama enam tahun bersama dengan Minseok, Minseok telah ia anggap sebagai saudara sendiri yang sangat pengertian.

“Terima kasih hyung,

Yuri berkeringat dingin. Sesekali menggigit bibir bawahnya. Adegan kali ini diperankan oleh Kim Jisoo dan Park Chanyeol. Ia tidak henti-hentinya bergumam aneh mengenai akting Park Chanyeol. Dan yang paling mendebarkan dalam adegan kali ini, Park Chanyeol akan mencium pipi Kim Jisoo. Memikirkan adegan tersebut membuat Yuri cemas dengan sendirinya. Namun, kemudian ia tersadar jika hal tersebut sama sekali bukan urusannya.

“Tenang Yuri, dia hanya mencium pipi Jisoo. Berbeda dengan dirimu yang akan berciuman bibir denganny‒eh? Apa yang kukatakan? Aishh, sadar Kwon Yuri, sadar…” Yuri menepuk pipinya berulang kali.

“Kau kenapa? Sakit?” Baekhyun bertanya setelah melihat Yuri yang berbicara sendiri dan bersikap tidak semestinya. Dengan cepat Yuri menggeleng dan menyeka keringat dingin yang berjatuhan.

“Jika keadaanmu tidak baik, kau bisa ijin dan melakukan syuting besok lusa.” Saran Baekhyun. Yuri menggeleng sekali lagi, dalam tempo cepat.

“Aku baik-baik saja,”

Baekhyun menatap Yuri lamat. Pandangan pemuda itu kembali ke adegan Park Chanyeol dan Kim Jisoo yang cukup manis. “Nah, sebentar lagi Park Chanyeol akan mencium pipi Kim Jisoo. Kau tidak ingin melihatnya Yuri?”

“Kau pikir apa yang selama ini kupikirkan?” Chanyeol melapalkan dialognya dengan sangat baik. Namun Yuri merasa bila yang dikatakan seorang Park Chanyeol saat ini memang tulus dari hatinya. Sehingga, banyak orang yang terhanyut dalam perkataan Park Chanyeol saat ini. Dan Yuri yakin, jika Jisoopun terhanyut dalam pesona Chanyeol.

“Selama ini yang berada di pikiranku hanya dirimu, Eunra.” Jisoo yang berperan sebagai Eunra menampilkan wajah terkejutnya, sesuai dengan jalan cerita. Tetapi, dapat Yuri lihat jika Jisoo benar-benar berharap bahwa yang dikatakan Chanyeol memang benar.

Meski Yuri dan Jisoo pernah berpisah selama dua tahun, Yuri telah mengenal Kim Jisoo dengan baik sebelumnya. Yuri tahu apa yang berada dalam pikiran Jisoo saat ini. Yuri menganggap Jisoo sebagai adiknya sendiri, dikarenakan Yuri tahu pasti mengenai perangai Kim Jisoo yang sangat pengertian dan penyayang.

Tibalah detik-detik adegan seorang Park Chanyeol mencium pipi gadis itu. “Kau tidak percaya padaku?” Chanyeol mengatakan dialognya dengan baik. Ekspresi Jisoo nampak tidak percaya, persis seperti jalan cerita. Disertai dengan gelengan kecil, dengan cepat Chanyeol mencium pipi gadis itu.

Jisoo mematung. Park Chanyeol menciptakan sedikit jarak di antara wajah keduanya. Tatapan mata Park Chanyeol, berbeda. Tidak hanya sekedar ber-akting, namun Chanyeol mengutarakan perasaan yang sebenarnya saat ini. Keduanya kini saling bertatapan, membuat suasana renyuh di antara semua orang.

Di tempatnya, Yuri tersenyum miris. Ada sesuatu yang memberontak dalam hatinya. Ia tidak tahu apa itu, tetapi ia benar-benar tidak mempercayai hatinya saat ini. “Dia mengutarakannya dengan sangat baik,” gumamnya menatap keduanya lamat.

Baekhyun yang mendengar perkataan Yuri turut mengangguk, “Park Chanyeol mengutarakan perasaan yang sesungguhnya kepada Kim Jisoo. Kuakui si tinggi itu cukup romantis, tatapannya berbeda. Ah, Chanyeol pasti lega karena berhasil mengungkapkan yang sesungguhnya.”

Rasanya aneh. Kala Baekhyun menyatakan pendapatnya, Yuri merasa aneh. Aneh dan benar-benar ingin memberontak saat ini juga. Tidak lama kemudian, setelah ia tenggelam dalam pikirannya, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk.

‘Sudah selesai syuting?’ Kim Taehyung. Pemuda itu mengirim pesan di saat yang tepat. Dengan cepat Yuri mengetikkan sesuatu dan mengirimnya. Di saat seperti ini, bersama dengan Kim Taehyung merupakan hal yang tepat.

‘Satu adegan lagi,’

Kemudian, selama tiga detik pesan baru dari Taehyung tercipta.

‘Baiklah, bertemu di cafe biasa setelah syuting-mu selesai. Bagaimana?’ Yuri menimbang sejenak. Setelah syuting selesai, itu sekitar pukul satu malam. Paginya ia harus melaksanakan syuting lagi dan pasti ia akan sangat jarang bertemu dengan Kim Taehyung. Sahabatnya yang baik itu. Tidak bertemu Taehyung sama dengan tidak mendengarkan musik sama sekali.

Baginya, Kim Taehyung adalah sebuah musik yang mampu memberi kekuatan dalam menjalankan sesuatu. Intinya, Yuri tidak bisa jika ia tidak bertemu dengan Kim Taehyung sekali saja.

‘Baiklah, aku akan menemuimu pukul satu.’

Yuri menilik ke arah Park Chanyeol dan Kim Jisoo yang senantiasa dengan reka adegan. Itu bermakna, bahwa Chanyeol akan mencium pipi Kim Jisoo lagi.

‘Yep, aku akan menyelesaikan meeting-ku.’

“Kim… Tae… Hyung…”

“Kerja bagus, waktu istirahat sekitar lima jam. Kau akan pulang? Aku akan mengantarmu,” ujar Baekhyun ketika Yuri melangkah keluar dari ruang syuting. Yuri dengan cepat menggeleng dan membenarkan posisi tas-nya.

“Tidak, aku harus bertemu dengan seseorang saat ini.”

“Kim Taehyung?” terka Baekhyun. Yuri mengacuhkannya, ia tetap berjalan sembari mengenakan masker dan kacamata hitam. “Pukul satu malam seperti ini, kau ingin bertemu dengannya?”

Yuri menghentikan pergerakan tungkainya, lalu menatap Baekhyun serinci mungkin. “Itu urusanku Byun Baekhyun, bisa tidak kau bersikap biasa dan hanya fokus pada jadwal pekerjaanku saja? “

Baekhyun mengerucut kesal. Sementara Yuri melenggang pergi. Baekhyun mengembuskan napas pelan. “Kapan aktris itu menyukaiku?”

­-

“Kau datang lebih awal,” Yuri mendudukkan dirinya. Terlihat seorang Kim Taehyung tersenyum simpul. “Kenapa kau tidak menggunakan masker? Taehyung, gunakan kembali maskermu atau akan ada berita buruk tentang kita besok pagi.”

Taehyung mengalah, ia mengenakan kembali maskernya. “Bagaimana dengan syuting-mu? Berjalan lancar?”

Yuri mengendikkan bahu pelan, “Tidak juga,”

“Maksudmu?”

“Kau tahu, ada banyak hal menggangguku hari ini. Termasuk dengan kehadiran Byun Baekhyun. Karena pemuda itu, naskah milikku basah terkena tumpahan kopinya. Dan juga, Park Chanyeol…” Yuri memelankan suaranya di akhir kalimat.

Ketika ia menyebut nama Park Chanyeol, ia teringat dengan adegan Chanyeol mencium pipi Jisoo. Rasa itu datang lagi. Suatu perasaan yang menusuk kalbu. Yuri tidak tahu, apa yang terjadi dengannya saat ini. Taehyung menatap Yuri dengan penuh tanda tanya. Tidak seperti biasanya. Kwon Yuri tidak pernah berdiam diri dengan raut sedih seperti ini.

“Kau baik-baik saja Yuri?”

Lamunan gadis itu terhempas kala Kim Taehyung menyadarkannya. Yuri mengangguk disertai senyuman aneh. Taehyun tahu, gadis itu dalam keadaan tidak baik. “Jika kau sakit, aku akan mengantarmu sekarang.”

Dengan cepat Yuri menggeleng, “Tidak, aku tidak sakit. Aku baik-baik saja Taehyung, percayalah.”

Taehyung mengangguk mengiyakan. “Lalu apa yang membuatmu berpikir saat ini?” Yuri menatap Taehyung ragu. Taehyung tahu bahwa dirinya berada dalam keadaan yang tidak cukup baik.

“Katakan saja, dengan senang hati aku akan mendengarnya.”

Yuri mendegus pelan, berusaha untuk menciptakan perkataan yang tepat. Ia tidak ingin salah dalam berkata-kata untuk kali ini di hadapan Taehyung. “Sepertinya…” Taehyung sedikit mencondongkan tubuhnya agar mampu mendengar perkataan Yuri sebaik mungkin.

Entah mengapa, perasaan Kim Taehyung terasa aneh. Ada sesuatu yang akan mempengaruhi segalanya mulai saat ini. Berasal dari bibir Yuri. Tetapi, pemuda itu tidak tahu apa yang akan dikatakan Yuri saat ini. Yuri menatap Taehyung bimbang. Ia ragu untuk mengatakannya, namun melihat Taehyung yang bersedia mendengar perkataannya, Yuri memutuskan untuk mengatakannya secepat mungkin. Lagipula, Kim Taehyung adalah sahabatnya. Sahabatnya yang pengertian dan benar-benar menyayanginya.

“Sepertinya…” Yuri mengatakannya. “Sepertinya… Aku menyukai Park Chanyeol…”

TBC

Wahhhh Tidak disangka-sangka sudah chapter 5,
Mungkin ini sampe delapan atau sembilan chapter.

Ku mendapati banyak siders di sini.
Dan untuk ff ini, kuputuskan…
Akan ada salah satu chapter yang di password.

Oke, jangan lupa RCL ya…
Itu benar-benar membantuku untuk menyelesaikan semua ff di sini.

See ya~ ©Firda©

Advertisements

13 thoughts on “다이너마이트 (Chapter 5)

  1. Semuanya kenapa jadi terlibat cinta bertepuk sebelah tangan ?? (Kecuali chanyeol dan jisoo -untuk sementara-) yuri suka chanyeol .. taehyung suka yuri .. baekhyun suka yuri ..

    Teman kecil chanyeol beneran jisoo nih ?? .. yuri aja teman kecilnya chanyeol

    Jisoo kenapa jadi cewek yg kejam sih -_- salah paham sama yuri

    Perasaan taehyung gimana setelah denger pernyataan yuri ??

    Liked by 1 person

  2. Aduhh batinya si chanyeol bermasalah nihh udh jelas2 yuleon lah teman masa kecilnya buka jisoo.jdi nggak suka deh sama jisoo dia angkuh sekarang dan nganggap yuleon saingan cuma gara2 dulu dia diteror2 tentang kepergian yuleon,lgian kan sekarang ada hikmahnya dia bisa jdi artis.kalau yuleon yng duluan suka ke chanyeol kasian dong cintanya brtepuk sebelah tangan

    Like

  3. V vs baek 😂😂😂 anak sama emak berebut/? Cinta yul😂lol😂itu rasa suka cy ke jisoo kayanya cuma sesaat/? 😂ga tau kenapa mikir kalo jisoo yuri v cy itu temen kecil bareng😂makin penasarn ih ><

    Liked by 1 person

  4. hyyaaaaa Yuri suka sama chanyeol 😮 gimana sih yul diakan suka sama Jisoo,, kamu sama Taehyung aja :v
    entah knp suka banget sama Baekhyun nya disini hahaha dia suka yuri juga yah.. kkkk~
    v tuh suka gak sih sma Yuri? klo ia gmn perasaan nya bang ganteng satu itu cobak? T-T

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s