[Special Yuri’s Birthday] Husband? (Vignette)

husband

Dear,
Kwon Yuri , Kim Myungsoo , Xi Luhan

Cover,
Oyan neko art @ Facebook

Story,
pure mine

HAPPY READING

“Jadi ini?”

Yuri tidak percaya. Benar-benar tidak percaya dengan apa yang orang tua-nya katakan. Atau bahkan dipersembahkan di hadapannya saat ini sangat tidak masuk akal. Di depannya, tepat dua pemuda tampan berumur yang menatapnya penuh harap. Sementara di sisi kiri dan kanan Yuri, terdapat kedua orang tua-nya.

Hari ulang tahun seharusnya menyenangkan bukan? Lantas, mengapa kedua orang tua Yuri membuat hari ulang tahun-nya menjadi sangat rumit dan berantakan? Yuri tidak mengerti dengan jalan pikiran kedua orang tua-nya.

“Yuri, kau bisa memilih hadiahmu. Pilih saja salah satu,” semudah itu bagi ayah Yuri untuk mengatakannya. Sedangkan anak gadisnya dirundung badai petir yang tiada henti. Memilih di antara kedua pemuda tampan yang mapan. Rasanya Yuri ingin mengenyahkan diri sekarang juga.

Baiklah. Ini memang hari ulang tahun-nya. Kedua orang tua-nya jauh-jauh hari telah mengatur hadiah apa yang sesuai dengan keadaan Yuri saat ini. Dan tiba-tiba, sesaat setelah Yuri tiba dari universitas, ia mendapati kehadiran dua pemuda tampan di apartemen-nya.

Xi Luhan. Tampan, manis, murah senyum dan terlihat menggemaskan. Kuliah di universitas yang sama dengan Yuri. Jurusan kedokteran, serta dikenal dengan kemurahan hatinya.

Kim Myungsoo. Tampan, hemat senyum, lebih tinggi beberapa senti dari Luhan, dan nampaknya cukup ramah. Berada di satu universitas yang sama dengan Yuri dan Luhan. Jurusan seni lukis dan rupa. Dikenal karena sikapnya yang senang berbuat onar. Dan tentu saja sering mempermainkan perasaan para gadis.

Ini pilihan buruk.

Bagi Yuri, untuk saat ini tidak ada yang akan ia pilih. Tetapi, bagaimanapun juga ini merupakan hadiah dari kedua orang tua-nya. Tidak mungkin Yuri menolak hadiah ulang tahun. Berakibat fatal.

Serta, seingatnya, kedua pemuda di hadapannya tersebut tidak pernah berbicara dengannya. Keduanya pun dikenal sebagai idola di universitas. Yang benar saja, Yuri harus memilih hadiah salah seorang idola? Yuri ingin berteriak sekeras mungkin. Tetapi, terpaksa ia harus mengurungkan niatnya.

“Tapi, ayah… Kenapa harus seperti ini? Tiba-tiba? Aku tidak pernah memikirkan hal semacam ini sebelumnya.” Yuri berharap, ayahnya membatalkan hadiah tersebut.

“Untuk itulah kami memberikanmu pilihan untuk memilih salah satu dari mereka agar kau bisa memikirkan hal semacam ini. Kau sudah dewasa Yuri, sudah saatnya kau memilih pasangan hidup.” Yuri menaikkan satu alisnya.

Memilih pasangan hidup?

Gadis itu saja masih berada pada bangku perguruan.

“Ta-tapi,” Yuri berpikir keras. Hingga sesuatu yang mustahil berada pada benak-nya. “Aku sudah memiliki pasangan ayah,”

Keempat pasang netra di ruangan itu sontak membulatkan mata. Tidak ada yang mengetahui kenyataan bahwa Yuri memiliki pasangan. Luhan dan Myungsoo, keduanya menatap Yuri bingung. Keduanya mengenal Yuri. Secara garis besar, maksudnya. Kwon Yuri, si manis yang berada pada jurusan tari. Kehebatannya dalam menari sukses membuat setiap orang mengetahui sosok Yuri. Dan menurut berita, serta desas-desus para club penggosip, Kwon Yuri tidak memiliki pasangan.

Tapi sekarang, apa yang Yuri katakan?

“Sudah memiliki pasangan?” Yuri menilik ke arah Luhan ragu. Jangan katakan jika kebohongan yang Yuri ciptakan saat ini begitu terlihat. Ayolah, setidaknya ijinkan Yuri menghindar di kesempatan kali ini.

Eung,” Yuri mengangguk ragu. Berusaha untuk menyakinkan keempat orang di sekitarnya sekuat tenaga.

“Aku tidak yakin, maksudku… Kau dikenal tidak memiliki kekasih di universitas.” Yuri menatap Myungsoo kesal. Dikenal karena tidak memiliki kekasih di universitas. Haruskah seorang Kim Myungsoo mengatakan hal seperti itu di hadapan Tuan dan Nyonya Kwon? Yuri ingin memasukkan sesuatu ke mulut pemuda arrogant itu. Hanya ingin. Ya, ingin saja. Tidak mungkin ia melakukan hal tersebut sekarang.

“Itu hanya pengenal, lagipula yang mengatakan seperti itu, mereka tidak tahu bagaimana kehidupanku.” Sanggah Yuri berupaya besar mencari alasan. Keempat orang yang berada di sekitarnya terdiam. Antara mengiyakan dan menerka-nerka.

“Bisa kau bawa pasanganmu itu besok?”

Eh?

Myungsoo berdacak pelan, “Jika kau benar-benar memiliki pasangan, setidaknya kau akan membawanya agar kau tidak perlu bertemu dengan kami seperti ini.”

Yuri menyumpahi sosok Myungsoo dalam benaknya. Luhan mengangguk, mendukung usul seorang Kim Myungsoo. Sedangkan kedua orang tua Yuri nampak setuju. Setidaknya gadis itu harus membawa pasangannya untuk bertemu dengan keempat orang di ruangan tersebut.

Yuri ragu, namun pada akhirnya ia mengangguk mantap. Sedikit kikuk memang. Setidaknya ia berusaha.

“Baiklah, aku akan membawanya besok.”

Yuri berjalan ke sana ke sini dengan cepat. Ia bimbang. Suatu kesalahan karena ia telah menyanggupi perkataan Kim Myungsoo. Sekarang, ia harus mencari seseorang yang dapat dijadikan sebagai penyelamatnya. Dan bodohnya ia tidak tahu siapa orang yang mampu melakukan hal seperti itu. Berpura-pura di hadapan semua orang. Yuri ragu ia akan menemukan seorang yang mampu menyanggupi permintaannya.

“Aku tahu kau berbohong,”

Jantung Yuri berdegup dua kali lebih cepat. Terkejut. Tentu saja. Kehadiran Myungsoo membuat dirinya terkejut sekaligu, bingung. Myungsoo tahu, Yuri berbohong. Bagaimana bisa? Apa ekspresinya saat itu kurang tepat?

“Aku tidak berbohong.” Elak Yuri.

Myungsoo mencibir pelan, kemudian menghampiri Yuri. “Lalu untuk apa bingung seperti itu? Mencari seseorang yang dapat menyelamatkanmu? Pintar sekali, taman memang tempat yang bagus.”

Yuri menatap Myungsoo tidak percaya. Myungsoo laksana peramal. Pemuda itu mengetahui semua yang dipikirkan Yuri saat ini. Dan Yuri ingin menenggelamkan Myungsoo ke Samudra Pasifik saat ini juga. Bila perlu, menjatuhkannya ke palung terdalam di dunia.

“Aku menunggu kekasihku datang, jangan mengatakan yang aneh-aneh dulu. Kau tidak tahu apapun mengenai diriku,” ujar Yuri diiringi seringaian kesalnya.

Myungsoo mengendikkan bahu pelan, “Ya ya ya, terserahmu saja nona Kwon. Cepat atau lambat, kedua orang tua-mu akan mengetahuinya.” Mendengar hal tersebut, Yuri mengepalkan tangannya. Myungsoo berhasil membuatnya termakan emosi.

“Sebenarnya apa yang kau inginkan? Apa yang membuatmu bersedia menjadi hadiah ulang tahun-ku? Harta keluargaku?” Yuri berucap lantang. Myungsoo yang sebelumnya mulai melangkah kini terpaksa harus berhenti. Perkataan Yuri, membuat Myungsoo ingin membalasnya saat ini. Serta mengatakan yang sebenarnya.

“Kau pikir aku sama seperti mereka? Lebih memilih harta daripada cinta? Tidak, tolong jangan samakan aku dengan mereka. Mereka hanya lebah, aku berbeda.” Yuri terdiam sejenak. Lalu, dengan cepat ia menyahuti lagi.

“Lalu untuk apa?”

Myungsoo tertunduk sejenak. “Karena aku akan menjadi suami-mu, jika kau memilihku.”

Yuri terhenyak. Pernyataan Myungsoo sukses mendebarkan jantungnya lebih cepat. Seorang Kim Myungsoo berkata sedemikian? Suami? Yuri tidak bermimpi ‘kan? Sepertinya Yuri dalam keadaan sadar dan baik-baik saja.

Hingga ia benar-benar sadar dan terhipnotis dalam iris coklat Myungsoo. Ia menyadari satu hal yang terpenting.

“Aku mencintaimu Yuri.”

Yuri tergagap, “A-Aku…”

Nampaknya setelah ini, Yuri tahu harus memilih siapa.

Sebagai hadiah dari kedua orang tua-nya sekaligus calon suami-nya di masa depan.

END

Absurd! Yeay!
Maafkan dakuh yang tidak terlalu menganggap Luge di sini.
Aku lagi falling in love sama Myungsoo.

Sekian pesan saya pemirsa,

See you again~ ©Firda©

Advertisements

14 thoughts on “[Special Yuri’s Birthday] Husband? (Vignette)

  1. Orang tua dari yuri doang yang ngasih hadiah ulang tahun berupa dua pria tampan yang nantinya dipilih sama yuri buat di nikahin wkwk

    Eyy myungsoo si anak nakal ternyata jatuh cinta sama yuri 😀 dan sekarang yuri yakin siapa yg di pilihnya wkwk

    Liked by 1 person

  2. Wahh!! Daebak. Hadiahnya mameeenn?? Itu ortu Yuri krg kerjaan apa gmna? Kalo nyuruh pilih hadiah sih kedengerannya gampang. Tapi hadiah buat Yuri kan agak agak gimanaaaa gitu. 2 pemuda tampan-mapan. Kami-sama, tolong bantu Kwon Yuri memilih. Hihi. .

    Apaan banget coba? Mencoba menghindar, Kwon Yuri? Malah jd kesel sendiri eoh? Myungsoo emng rajanya deh. “Kau dikenal tdk memiliki kekasih di universitas”. Jackpot! Pinter banget dah. Jd penasaran siapa yg mo dibawa Yuri.

    Eciiiiyyee~ pucuk dicinta ulat -eh ulam pun tiba. Myungsoo sang peramal tampan. Yg mengerti keadaan, muncul kayak om jin. Duhh~ syukaa banget deh sama scene akhir.

    “Aku mencintaimu Yuri” woww!! Nice shoot! Tapi aku yg stanight akut tiba² ngebayang si Luge muncul jg dgn tiba² & menggagalkan semuanya. Membuat Yuri ttep dlm kebingungan.

    Tapi yesungdehya.. MyungYul bkn pilihan jelek kok. Lugenya lempar kesini ajah buat aku simpen. Cadangan, jaga² kalo Myungsoo nakal. Aku keluarin buat Yuri. Haha.

    Lagi deh. Senangnya dlm hati, kalo beristri (stop!) Kok malah mau nyanyi? Intinya lagi lagi seneng. Karna cerita kedua hepi ending. Fyuhh.. ngelanjut kemudian ahh.. tggu aku, author-nim ketje!

    Liked by 1 person

    1. ff ini terinspirasi ketika ulang tahun nggak dapet kado, dan akhirnya mbayangin kado imajinasi sendiri. Haduhhhh siapa coba yang nggak mau dikasih hadiah kayak gitu? Senang lah pasti. Dua orang itu ganteng dan kece abisss, sempat bingung pas mau nerusin cerita.

      Well, pada akhirnya Myungsoo berhasil menjadi pilihan Yuri. Itu sudah terlihat dengan jelas. Jangan! Luge-nya buat aku aja, buat hadiah ultahku aja…

      Duhhh, makasih banget ya…
      Sekarang aku menanti komentarmu terus lohh

      Liked by 1 person

      1. Aduhh~ boleh dong yah aku sedikit berbangga diri? Krna tiba² komentar² aku ditungguin sama author-nim ketje favorit. Hihi.. makasih buat apresiasi kamu terhadap readers yaa, Firda-chan ^-^

        Liked by 1 person

  3. Bayangkan, ulang tahub dikasih hadiah 2 namja tampan kayak L dan luhan? Gila nih orang tua kayanya seberapa?
    Luhan juga cinta ga ya sama Yuri? Siapa tahu dia juga kayak L yang diam-diam cinta sama yuri.
    Uh… berharap kayak hadiah Yuri.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s