[Special Jin’s Birthday] Be My Husband (Vignette)

be-my-husband

Dear,
Kwon Yuri , Kim Seokjin

Little,
OC’s
Park Neulra

Cover,
Tikars Artwork @ Facebook

Story,
pure mine

Hapy Birthday Kim Seokjin of BTS
4th December

HAPPY READING

“Satu permintaan,”

Kwon Yuri tidak pernah mengira, ia akan berada di antara hoobae-hoobae tampan yang kepopularitasnya menyamai aktor terkenal. Tetapi, pekerjaan tetap pekerjaan. Ia harus mementingkan pekerjaannya daripada memikirkan asal-usul keberadaannya di tempat penuh lelaki tampan ini. Ia hanyalah seorang resepsionis. Di sebuah hotel berbintang yang sering di datangi oleh sebagian pejabat pemerintah. Bahkan sekumpulan anggota parlemen.

Dan kali ini, pekerja di hotel ini kebanyakan para pemuda tampan yang menginjak usia dewasa. Rata-rata usianya sekitar 19-24 tahun. Berbeda dengan dirinya, ia berumur 26 tahun. Anehnya, para gadis yang berada di sini lebih tua dari para pekerja laki-laki.

Dan hari ini, ia harus bekerja sama untuk merayakan ulang tahun pemuda bernama Kim Seokjin. Pemuda tampan berumur 24 tahun. Pemuda yang paling sering menarik minat pengunjung. Ramah, tampan, tinggi, bertubuh atletis, dan memiliki suara merdu yang mampu menggetarkan hati kaum hawa.

Yuri memutar bola matanya malas ketika seorang Im Yoona berbicara dengan Park Neulra mengenai ketampanan seorang Kim Seokjin. Seokjin memang tampan, Yuri akui itu. Tetapi, ketika membicarakan seseorang, Yuri tidak akan mengikutsertakan diri.

“Kau tahu? Katanya, Seokjin akan menuruti salah satu permintaan seseorang.”

Kali ini, baru Yuri mendengarkan dengan seksama. Nampaknya perkataan Park Neulra cukup menarik perhatiannya. Yoona membulatkan kedua matanya terkejut. “Benarkah? Permintaan apa saja?”

Neulra mengangguk, “Tetapi ia akan memilihnya secara acak,”

“Tidak apa-apa, aku akan berusaha sebaik mungkin agar Seokjin membaca permintaanku.” Ujar Yoona bersemangat dan mulai berdo’a. Yuri menatap kedua temannya itu dengan tatapan tidak percaya. Kedua gadis itu nampaknya benar-benar menyukai Kim Seokjin.

“Kalian terlalu bersemangat,” cibir Yuri mulai meninggalkan kedua temannya di dapur. Yoona dan Neulra menatap Yuri dengan tatapan aneh. Kemudian, keduanya sama-sama mengendikkan bahu.

Pesta perayaan ulang tahun Kim Seokjin berlangsung meriah di apartemen Seokjin. Dapat dilihat jika semua orang menikmati pesta tersebut. Begitu juga dengan yang berulang tahun pada hari ini. Kim Seokjin berbicara dengan teman-temannya dan senantiasa memasang seutas senyuman.

Yuri bersama dengan Yoona di pojok ruangan. Kali ini, Neulra tidak bersama dengan mereka. Karena yang diketahui, Neulra berusaha mencari perhatian seorang Kim Seokjin. Neulra berumur 25 tahun. Dari dulu gadis itu terobsesi dengan lelaki yang lebih muda darinya. Tidak salah jika ia selalu tampil layaknya remaja.

“Kapan temanmu itu punya malu?” tanya Yuri kesal melihat tingkah Neulra yang mulai tersenyum kepada Seokjin dan teman-temannya. Yoona menatap Yuri kesal, ia meneguk minumannya terlebih dahulu.

“Dia juga temanmu Yuri, katakan saja kau cemburu melihat Seokjin tersenyum kepada Neulra.” Kali ini giliran Yuri yang ingin memprotes. Pada awalnya ia yang ingin menggerutu karena sikap Neulra. Dan sekarang? Mengapa ia yang harus terkena imbasnya?

“Aku tidak menyukai Seokjin. Kenapa kau harus memutar balikkan keadaan, bukankah kau sendiri juga menyukai Seokjin?” sergah Yuri mendapat degusan kesal dari Im Yoona.

“Kau pikir aku sendiri? Apa kau tidak tahu bahwa Kim Joonmyeon itu kekasihku?”

Yuri membulatkan kedua matanya, “Eoh? Kim Joonmyeon?”

Yoona mengangguk mantap. “Jadi, berharap saja Seokjin akan membaca permintaanmu kali ini. Tersisa kau dan Neulra yang harus mendapatkan seorang Kim Seokjin. Akan kupastikan, tidak akan ada yang mengganggu kompetisi kalian.” Dan Yoona berangsur menuju ke arah kekasihnya.

Yuri terdiam di tempat. Ia memikirkan perkataan Yoona barusan. Ia yakin ia tidak menyukai Kim Seokjin. Namun, ada satu hal yang membuat Yuri tertarik dengan Kim Seokjin kala itu.

Yuri membuka kenop pintu kamar 324 berulang kali. Ia terkurung. Terkurung di kamar mewah dalam keadaan yang tidak memungkinkan. Seorang pria berkebangsaan Rusia membawanya kemari dan hendak melakukan yang tidak-tidak.

Yuri berulang kali berteriak meminta pertolongan. Pria bertubuh kekar itu tersungkur di lantai karena Yuri berhasil memukul kepalanya menggunakan vas bunga. Tetapi Yuri tahu, efek vas bunga tidak akan bertahan lama.

“Yuri noona!”

Saat itu Yuri melihat kehadiran Seokjin dengan peluh bercucuran. Dengan keadaan yang sangat kacau, Yuri bergegas memeluk Seokjin dan menangis. Seokjin tidak menolak, justru pemuda itu berusaha untuk menenangkan Yuri dan membawanya ke ruang istirahat.

Yuri teringat akan kejadian tersebut. Ia terpesona akan seorang Kim Seokjin. Kim Seokjin bertubuh atlestis, dengan peluh bercucuran, saat itu menyelamatkannya laksana kisah layar lebar. “Yuri, cepat tulis permintaanmu!” perkataan Yoona menginterupsi kesadaran Yuri.

Yuri mengangguk pelan dan mulai menuliskan permintaannya. Permintaan yang jarang sekali terngiang di benak Yuri. Tidak kepada siapapun. Baru kali ini Yuri memikirkannya. Ia menggulung secarik kertas kecil berwarna merah muda yang Seokjin berikan, kemudian memasukkannya ke sebuah bola berwarna merah marun.

“Aku tidak pernah melakukan ini, tapi kenapa aku ikut berdo’a?” bingung Yuri ketika hendak memasukkan bolanya ke toples besar yang berada di hadapan Seokjin. Sejenak, ia mengurungkan niatnya. Gadis itu menatap Seokjin, begitu pula dengan Seokjin. Seokjin tetap tersenyum, seolah pemuda itu menyakinkan Yuri bahwasanya permintaan Yuri yang akan ia baca dan terkabul. Yuri tersenyum tipis, kemudian ia memasukkan bola itu.

Di sampingnya, terlihat sekali seorang Park Neulra berdo’a agar Kim Seokjin membaca permintaannya. Yuri tidak tahu, ia harus berdiam diri atau memohong kepada Tuhan. Yang terpenting, mengapa jantungnya berdebar dua kali lipat?

“Sesuai perjanjian, aku hanya akan mengabulkan satu permintaan saja.” Seokjin berseru. Yuri terdiam. Sepertinya, ia hampir sama seperti Neulra. Apa mungkin, gadis itu mulai menyukai seorang Kim Seokjin.

Seokjin meraih satu bola secara acak dengan mata tertutup. Keadaan saat itu hening. Semua pandangan tertuju pada Seokjin. Perlahan, Seokjin membuka bola tersebut dan mulai membuka gulungan kertas yang berada di dalamnya.

Seokjin yang awalnya tersenyum kini menampilkan ekspresi bingung. Begitu juga dengan setiap orang yang menyadari perubahan ekspresi seorang Kim Seokjin.

“Di sini dituliskan,” Seokjin mengedar pandangn sejenak. “Jadilah suamiku!”

Semua orang kini saling menerka-nerka. Siapa orang yang memiliki minat untuk menuliskan permintaan di saat seperti ini. Yuri membulatkan matanya tidak percaya, begitu juga dengan Neulra yang berada di sampingnya. Bahkan, dapat dilihat jika Neulra tengah tersenyum saat ini. Yuri menautkan kedua alisnya. Apa mungkin,

“Yang merasa menuliskan ini, silahkan maju ke depan!” titah Seokjin.

Secepat kilat, Neulra berdiri dan menghampiri Seokjin di tengah-tengah. Ekspresi Seokjin yang tenang kini berubah. Yuri terperangah melihat keberanian seorang Park Neulra. Semua orang bahkan terkejut. Park Neulra, si cantik itu menulis sebuah permintaan yang luar biasa aneh.

Entah itu perasaan Yuri. Sekilas, ia mendapati seorang Kim Seokjin melirik ke arahnya dengan bingung. Apa maksud tatapan Kim Seokjin?

“Jadi, apa benar kau yang menulis permintaan ini?” tanya Seokjin kepada Neulra yang tersenyum manis. Senyum manis yang biasanya seringkali memikat banyak orang. Neulra mengangguk mantap dengan ekspresi menyakinkan.

“Baiklah, aku‒”

Yuri beranjak dari duduknya. Selagi tempatnya tidak terlalu terlihat, ia memilih untuk pergi dan meninggalkan apartemen Seokjin. Kenapa rasanya sakit? Yuri terengah setibanya di halte. Pikirannya tertuju kepada Kim Seokjin dan Park Neulra. Neulra meminta Seokjin untuk menjadi suaminya. Jelas terjadi, Seokjin akan mengabulkannya. Seokjin telah bersumpah dua hari yang lalu. Tidak mungkin ia melanggar sumpahnya. Saat itu pula, Yuri menyadari satu hal.

Ia menyukai Kim Seokjin.

Noona?

Suara itu, membuat Yuri tersadar. Di hadapannya, seorang Kim Seokjin dengan gagahnya tersenyum ke arah Yuri. Yuri mengerjapkan matanya beberapa kali, berharap jika yang berada di hadapannya saat ini memang seorang Kim Seokjin.

Seokjin mendudukkan diri di samping Yuri. Sedangkan Yuri, ia tidak tahu harus berbuat apa. Saat ini, jantungnya berkinerja dua kali lebih cepat dari sebelumnya.

“Aku tahu, ini permintaanmu.”

Seokjin memberikan gulungan kertas kecil ke arah Yuri. Yuri awalnya ragu, kemudian ia menerima gulungan kertas tersebut dan membukanya. “Ada inisial namamu di sana, oleh karena itu aku tidak mengabulkan keinginan Neulra.”

Yuri mengamati kembali tulisannya.‘Kyr’. Inisial nama lengkapnya. Yuri menatap Seokjin bingung. “Aku tahu Neulra berbohong,” lanjut Seokjin lagi.

“Selaras dengan sumpahku, aku akan mengabulkannya. Aku akan menjadi suamimu, dan tolong tunjukkan di mana rumah kedua orang tua-mu. Biarkan aku melamarmu secepat mungkin. Aku akan menikahimu, Kwon Yuri.”

Yuri terkejut. Benar-benar terkejut. Seorang Kim Seokjin mengabulkan permintaannya. Suatu keajaiban yang harus Yuri ingat hingga akhir masa nanti.

“Tapi aku ingin tahu,” kata Seokjin, “Kenapa kau menulis permintaan ini? Kenapa terburu-buru sekali?”

Yuri merasa pipinya memerah. Temperatur tubuhnya cukup tinggi di udara yang dingin ini. Ia melihat, Seokjin bersabar menunggu jawabannya.

“Aku harus menemukan jodohku sebelum ulang tahunku. Dan besok adalah ulang tahun-ku, aku telah bersumpah. Agar kedua orang tua-ku tidak perlu menjodohkanku dengan orang lain.” Seokjin terdiam sejenak, ia mencerna perkataan Yuri.

“Kedua orang tua-ku tidak tahu bahwa aku telah menyukai seseorang,”

Seokjin tersenyum tulus, “Dan saat ini, keinginanmu terkabul. Begitu juga dengan keinginanku yang ingin menjadi suamimu.”

­-

END

Maaf ya kalo Firda yang satu ini nggak bisa buat yang jelas,
Mesti buat yang absurd.

Happy Birthday Kim Seokjin!
My Pink Visual!
Love you deh bang, jangan lupa masakannya anterin ke rumahnya Firda nanti tengah malem.

Happy December Guys~ ©Firda©

Advertisements

14 thoughts on “[Special Jin’s Birthday] Be My Husband (Vignette)

  1. Yuhuuuu akhirnya yuri dapet jodoh wkwk 😀 permintaan yuri langsung to the point + tanpa aba-aba

    Seokjin yg baca aja bingung pas baca permintaan yuri yg begitu wkwk .. tapi kenapa neulra yg maju -_- .. tapi untungnya di kertas permintaan ada inisial KYR 😀

    Liked by 1 person

  2. Woahh~ itu hotel apa namanya? Hotel ‘the brondong’ mgkn? Hihi. Kok bisa kayak gitu yah? Pekerja pria lbh muda dr pekerja wanita. Mau dong ikut kerja disitu. Siapa tau ada dedek Mark emesh #eh? #melencengtibatiba

    Hoho. Membicarakan org lain yah? Bkn stylenya Kwon Yuri tuh. Tapi ttep ajah tertarik pas ada ‘sesuatu’nya. Ternyata Yuri pernah punya ‘pengalaman’ bersama Seokjin. Dan sepertinya seorang Yuri mulai tertarik sama seorang Seokjin? Haha. Emang siapa yg bisa mengabaikan pesonanya Kim Seokjin?! Meskipun itu Kwon Yuri!

    Wahh~ gak nyangka! Dongo dong! “Jadilah suamiku”. Ngebet amat permintaannya. Eish, jd trnyat Park Neulra jg pnya permintaan kayak gitu? Wihh~ udah gegana tiba² krna Yuri lgsg ngabur pas Neulra maju. Eh taunya?!

    “Dan saat ini, keinginanmu terkabul. Begitu juga dengan keinginanku yang ingin menjadi suamimu.” duh! Jd ternyataaaaaa. . Owhh em ji! Ternyata Seokjin jg emng pnya keinginan yg sama.

    Elahelah~ syukur binggo. Kali ini author-nim ketje a.k.a Firda gak ngebikin readersnya galau krna ending menyedihkan ato menggantung. Kamsahae, Firda.. berbunga bunga deh bacanya. Msh ada lg list ffnya nih. Kamu tuh kalo publish suka borongan yah? Bikin hepi ajah. Sampe ktmu di ff selanjutnya. Hehe

    Liked by 1 person

    1. Wah teta… aku manggilnya apa? Kak atau seumuran kah? Makasih udah setia komen dengan panjang yang lebih panjang dari rel kereta api. Uuh, aku buatnya itu bayangin diriku kerja di tempat begituan. Karena nggak kesampaian, akhirnya aku buat cerita spesial ulang tahunnya Jin. Ku loh nggak nyangka kamu bakal dateng lagi ke lapak aku dengan komen yang borongan seperti ini. Ku suka lihatnya! Makasih banget udah komen dan sempetin baca ff absurd-ku

      Author ketje? aduh nggak laww, aku lo nggak seberapa hebat seperti author lain. Makasih deh atas pujiannya, sukses bikin besar kepala sambil baca.

      Makasih ya….
      Selamat membaca yang lain…

      Liked by 1 person

      1. Hihi. Panggil kaka aja yah? Dr yg aku tau trnyata kamu jauh lbh muda -8taun (buset! Minder gue) 😄 samasama. Aku justru seneng bisa baca tulisan² kamu yg nyentrik & punya ciri khas. Hehe

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s