다이너마이트 (Chapter 3)

%eb%8b%a4%ec%9d%b4%eb%84%88%eb%a7%88%ec%9d%b4%ed%8a%b8-3

Dear,
Kwon Yuri , Park Chanyeol

Little,
Kim Taehyung , Kim Jisoo

Cover and story,
pure mine

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3

HAPPY READING

“Ledakannya lebih besar dari dinamit,”

2 years later,

“Aku berada di Montmare, kenapa kau ingin menyusulku? Jangan mengada-ngada, ada banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan. Aku harus menandatangi kontrak bersama dengan model baru. Dan kau tahu? Istri wakil presiden Perancis akan membeli salah satu gaun-ku nanti sore. Jadi, jangan ganggu aku untuk sementara ini.” Gadis berpakaian serba tosca itu menyimpan kembali ponselnya.

Langkah percaya dirinye membawa ke sebuah butik modern bergaya Eropa. Setara dengan gedung tiga lantai. Di atasnya terdapat sebuah papan nama besar yang menunjukkan apa nama gedung tersebut. Gadis berkacamata hitam itu melangkah masuk ke dalam gedung tersebut. Beberapa pekerja mulai membungkukkan badan untuk menghormati gadis tersebut.

Surai coklatnya yang menari-menari menambah kesan dramatis bagi setiap orang yang melihat. Pakaian tosca-nya membuat penampilannya sangat baik. Setibanya di lantai dua, tungkai gadis itu berhenti melangkah. Dengan perlahan ia melepas kacamata hitamnya.

“Miss Kwon?”

Yuri membalikkan badan, “Iya?”

“Ada tamu dari Korea yang menunggumu dari tadi. Tepatnya, sudah hampir satu jam. Dia berada di lantai atas,” Jennie Kim –asistennya berkata.

Yuri bertanya-tanya, siapa yang bertamu ke butiknya. Ia berterima kasih kepada Jennie –si asisten keturunan Perancis-Korea yang sangat bisa diandalkan. Kemudian, Yuri memilih untuk pergi ke lantai tiga secepat mungkin. Rasa penasarannya kian membuncah.

“Taehyung?”

Pemuda yang berada di samping jendela itu tersenyum manis ke arah Yuri. Yuri membulatkan kedua matanya tidak percaya. Kim Taehyung, sahabatnya ada di sini? Di Paris, di butiknya. Yuri menghampiri Taehyung, keduanya pun saling berpelukan. Tidak dapat dipungkiri jika ia sangat merindukan sosok Kim Taehyung yang hiperaktif itu. Begitu juga dengan Kim Taehyung, pemuda itu sangat merindukan sosok Kwon Yuri yang pandai ber-akting. Dan akhirnya, hari ini mereka bertemu.

Pelukan keduanya terlepas. Keduanya kini tersenyum senang. Mereka duduk dengan pemandangan yang mengarah tepat ke menara Eiffel. “Katanya kau berada di Montmare, kau berbohong Kwon Yuri.” Ucap Taehyung dengan nada kesal yang dibuat-buat.

“Kau juga mengatakan kau akan menyusulku ke Montmare, tapi kenapa kau berada di sini?” timpal Yuri dengan ekspresi yang sama pula. Taehyung mengacak surai gadis itu dengan gemas.

“Setidaknya sekarang aku berada di hadapanmu, Kwon Yuri.” Yuri tersenyum, begitu juga dengan Taehyung. Bersama dengan Kim Taehyung merupakan kesenangan tersendiri bagi Yuri. Sahabatnya yang sangat pengertian itu, memang yang terbaik.

Selang beberapa detik setelah Jennie mengantarkan minuman, keduanya mulai bercakap-cakap kembali. Akibat karena terlalu lama tidak bertemu. “Ini sudah dua tahun, kenapa kau semakin cantik eoh?” Yuri terkekeh mendengar perkataan Taehyung.

“Aku memang cantik dari lahir, jangan iri Kim Taehyung.” Yuri meneguk minumannya, begitu juga dengan Taehyung. Keduanya kini mulai bercanda dan mengingat tentang masa lalu. Bahkan, Taehyung pun bercerita mengenai perkembangan dunia akting di Korea.

Tidak terasa, mereka telah menghabiskan waktu cukup lama. Senja telah menyapa mereka, keduanya memutuskan untuk mencari makan malam di luar. Sekaligus Yuri akan menjelaskan berbagai hal tentang Paris dan sekitarnya. Kini keduanya berjalan dengan santai. Sesekali membuat gurauan dan menatap pemandangan kota Paris yang sangat indah. Kota yang didedikasikan bagi para pasangan.

“Kapan kau kembali? Kau pernah mengatakan kau akan kembali jika keinginanmu sudah terwujud. Bukankah sekarang semua keinginanmu telah terwujud? Saat kau pergi banyak artikel yang mengatakan jika kau melarikan diri karena hutang. Aku yakin itu tidak benar. Jika kau memiliki banyak hutang, tidak ada aktris yang memilih untuk melarikan diri ke Paris. Dan bahkan mantan manager-mu itu pernah menjadi sorotan. Banyak penggemarmu yang menanyakan keberadaanmu.” Yuri menghentikkan langkahnya kala sesuatu dalam perkataan Kim Taehyung menggetarkan batinnya. Nama seseorang yang selama dua tahun ini masih terngiang jelas di pikirannya.

“Mantan manager-ku, Kim Jisoo maksudmu?”

Taehyung mengendikkan bahu, “Mungkin, aku tidak tahu siapa namanya. Bahkan aku belum pernah melihat rupanya.”

Pikiran Yuri kembali berputar dua tahun lalu. Saat ia meninggalkan Jisoo dan Seoul dengan cara yang tidak elegan. Meninggalkan tanda tanya besar bagi setiap orang, termasuk Jisoo sendiri. Ia tidak menyangka, kepergiannya membuat gadis cantik itu dihujani pertanyaan tiada henti oleh setiap orang.

“Aku merindukannya,” gumam Yuri dengan pandangan lurus ke depan. Taehyung menatap Yuri bingung. “Merindukan siapa?”

“Jisoo.”

Taehyung menghentikkan langkahnya. Tangan pemuda itu menarik tangan Yuri untuk ikut berhenti. “Apa?” tanya Yuri yang bertanya-tanya mengenai sikap Taehyung.

“Jisoo? Aktor tinggi itu? Yang debut sebelum diriku itu? Jisoo? Yang saat ini namanya semakin dikenal itu? Ya! Kwon Yuri! Apa hubunganmu dengannya?” Yuri memutar bola matanya searah jarum jam. Tampaknya sahabatnya itu salah persepsi. Yuri meneruskan langkah, begitu juga dengan Kim Taehyung yang senantiasa menatap Yuri dengan penuh tanda tanya.

“Yuri! Jawab aku, apa hubunganmu dengan Jisoo?” sergah Taehyung tiada henti.

Yuri menggeleng pelan, “Bukan Jisoo itu yang kumaksud. Tapi Jisoo, mantan manager-ku. Kim Jisoo, dia perempuan. Kau ini terlalu berlebihan Kim Taehyung,” Taehyung yang mendengarnya terlihat malu. Pikiran pemuda itu telah pergi entah ke mana saat ini.

“Maaf, kupikir Jisoo si aktor itu.” Yuri terkekeh melihat ekspresi Taehyung. Dari dulu, Kim Taehyung memang selalu menghiburnya dalam keadaan apapun. Sahabat sekaligus‒

“Aku akan kembali besok pagi,”

“Eh?”

‒orang yang disayanginya.

Waktu berjalan begitu cepat. Begitu juga dengan perubahan yang kian pesat. Park Chanyeol yang kali ini setia dengan rambut hitamnya termenung di depan televisi. Kini, hampir enam tahun ia menjalani hidup sebagai seorang aktor terkenal. Dalam estimasi enam tahun ini, Chanyeol tidak bisa berbohong bahwa jiwa dan raganya ingin mengakhiri semua ini dengan segera. Hidup terkenal memang menyenangkan, tetapi sisi tidak menyenangkannya lebih banyak.

Belakangan ini, seseorang menguntitnya. Dengan segala upaya yang menyakinkan, pihak keamanan berhasil mengetahui identitas sang penguntit dan mengamankannya. Chanyeol masih sama seperti dulu. Ketika berhadapan dengan orang lain, ia tidak segan untuk menampilkan ekspresi dewasa serta arrogant. Sekalipun begitu, ia rindu masa lalu. Masa di saat ia tidak mengerti apa-apa dan bahagia selalu mendatangi kala itu.

Di umurnya yang ke dua puluh tujuh ini, merupakan umur yang matang untuk menjalin hubungan dengan seseorang. Kedua orang tua Chanyeol berulang kali ingin mempertemukan Chanyeol dengan anak dari rekan mereka. Berulang kali itu juga Chanyeol menolak dengan alasan pembagian naskah, pemotretan serta syuting. Sampai saat ini, Chanyeol senantiasa menunggu seseorang. Seorang gadis cantik yang dulu selalu menemaninya. Seorang gadis kecil, teman sepermainannya.

Karena waktu yang tidak tepat, Chanyeol kecil hanya mampu menghabiskan waktu dengan gadis kecil itu sekitar satu tahun. Chanyeol ingat dengan ciri-ciri gadis kecil itu. Ia memiliki senyum bak malaikat, selalu tampil ceria meski dirundung kesulitan. Serta, tidak ragu jika ingin tertawa. Kala itu, keduanya berumur sebelas tahun. Parahnya, Chanyeol tidak mengingat nama gadis kecil itu. Dan kedua orang tua-nya tidak pernah menanyakan nama gadis kecil itu sewaktu menjadi temannya.

Semua itu bermula di saat ia mengalami kecelakaan. Kecelakaan yang membuat ingatannya hilang dan memulai dari awal. Chanyeol pernah merutuki dirinya sendiri. Karena semua itu, ia tidak bisa mencari keberadaan gadis itu. Mungkin, saat ini gadis kecil itu telah berubah menjadi gadis dewasa cantik yang disukai banyak orang.

Sampai saat ini, Chanyeol senantiasa menunggu. Ia tidak akan menyerah. Karena ia yakin, gadis itu masih hidup. Dan Chanyeol yakin, gadis itu berada di sekitar Seoul.

“Chanyeol, satu jam lagi kau harus menemui sutradara untuk drama terbarumu.” Manager Park Chanyeol yang bernama Minseok menghampiri. Chanyeol menaikkan satu alisnya. Seingatnya, untuk saat ini tidak ada proyek drama terbaru.

Hyung, aku ingat aku belum menandatangani kontrak terbaru hari ini.” Tukas Chanyeol. Minseok menilik ke arah catatan kecilnya. Selagi menunggu Minseok memberi jawaban, Chanyeol menghabiskan americano-nya.

“Sebenarnya memang belum, untuk itu kau harus menemui sutradara. Masalah iya atau tidak, setidaknya kau bisa mengatakannya nanti ketika bertemu.” Ujar Minseok mulai menata pakaiannya. “Tapi, yang kudengar drama ini berdasarkan webtoon.”

“Aku tidak peduli,” Chanyeol beranjak dari duduknya. “Yang terpenting aku harus melihat rincian drama-nya terlebih dahulu.”

Chanyeol berlalu melewati Minseok. Minseok menatap kepergian Chanyeol dengan tatapan kesal. Minseok menggeleng, kemudian melangkah pelan untuk menyusul Chanyeol. Setidaknya Chanyeol harus bersyukur, karena hanya Kim Minseok-lah yang mampu menjadi manager-nya selama enam tahun.

Ah, senangnya kembali ke sini.” Yuri menarik kopernya dengan senang. Di sampingnya terdapat seorang Kim Taehyung dengan pakaian serba tertutup. Dari balik masker, Taehyung tersenyum mendapati senyum sahabatnya itu. Kim Taehyung senang, pada akhirnya seorang Kwon Yuri akan kembali bersinar lagi.

“Kau akan tinggal di mana?” tanya Taehyung setibanya di mobil pribadi. Yuri mengembuskan napas sejenak. Lagi-lagi ia mengambil udara segar Seoul dengan khidmat.

“Tentu saja di rumah lamaku, ada bibi Chae yang selalu menjaganya untukku.” Yuri tidak beralih pandang sama sekali. Meski gadis itu berbicara, pandangannya terpatri pada pemandangan di luar jendela. Jalanan Seoul yang dikenalinya dulu tidak banyak berubah.

Taehyung melepas masker, topi serta kacamata hitamnya. Pemuda itu nampak repot sekali. “Apa setelah ini kau akan menemui kepala agensimu?” tanyanya penasaran.

Yuri terdiam. Menemui kepala agensinya sama dengan memulai berkarir lagi. Sekaligus menghilangkan berita-berita rumpang di berbagai media mengenai dirinya. Dan menghilangkan kata ‘vakum’ dalam karir ber-aktingnya.

“Aku tidak yakin, tapi aku merindukan semua kesenangan ketika ber-akting.” Yuri menyandarkan dirinya. Pandangannya mengarah kepada seorang Kim Taehyung yang kini menatapnya lamat. Taehyung tahu apa yang dirasakan Yuri saat ini. Memang sebuah dilema. Terdapat sisi positif dan negatif yang harus gadis itu pikirkan selama berkali-kali.

“Yakinkan saja dirimu, kau tahu? Setiap orang berhak menentukan apa yang akan terjadi, takdir atau bukan, setidaknya kita mencoba.” Taehyung mengelus surai coklat Yuri yang sedikit bergelombang. Yuri hanya mampu terdiam. Ia sedang memikirkan karir-nya.

“Kita ke mana tuan?” Koo ahjussi bertanya dan melirik Taehyung dari sudut mata. Taehyung hendak menjawab, “Ke rum‒”

“MT Entertainment, aku harus bertemu dengan seseorang di sama.”

Taehyung menatap Yuri bingung. Itu agensi yang Kwon Yuri naungi. Bertemu dengan seseorang nampaknya tidak cukup tepat. Mengatakan yang sebenarnya kepada seseorang, baru benar. Alhasil Taehyung hanya diam dan dapat dilihat jika Koo ahjussi melajukan mobil dengan kecepatan sedang ke arah gedung agensi MT.

Dalam perjalananpun, Yuri hanya mampu terdiam. Belakangan ini, gadis itu memilih untuk berdiam diri dan memikirkan takdir yang akan ditapakinya. Saat ini Kwon Yuri harus menunjukkan yang sebenarnya kepada seluruh dunia.

Kwon Yuri yang ‘katanya’ hilang karena hutang, kini kembali dalam wujud bak malaikat.

Yuri melangkah dengan percaya diri. Kali ini, ia tidak memerlukan alat penyamaran apapun. Sudah dikatakan, ia ingin membuktikan yang sebenarnya kepada dunia. Bahwa seorang Kwon Yuri tidak hilang karena hutang. Kim Taehyung memilih untuk berada di dalam mobil. Meski pemuda itu mengawatirkan Yuri, Taehyung tidak ingin mengambil resiko besar dan menciptakan rumor.

Beberapa orang yang mengenal Yuri mulai bertanya-tanya dan memandang Yuri terkejut. Tentu saja mereka terkejut. Gadis yang dua tahun ini menghilang telah kembali dalam keadaan yang lebih baik. Bahkan sangat baik. Yuri mengacuhkan tatapan mereka. Ia hanya perlu berbicara dengan CEO Yoon dan mengatakan yang sebenarnya. Kemudian, ia akan kembali berkarir dalam dunia akting seperti dulu.

“Yuri? Apa benar itu kau?” Yuri memutar bola matanya malas. Saat ini, ia berhadapan dengan CEO Yoon yang sama terkejutnya dengan yang lain. Yuri tidak suka ekspresi terkejut CEO Yoon. Nampaknya terlalu berlebihan.

“Kenapa kau seperti melihat hantu oppa?” CEO muda di hadapannya tersebut menggaruk tengkuk seraya tertawa hambar.

“Baiklah, ada keperluan apa kau ke sini?”

Yuri menyandarkan tubuhnya diiringi tatapan tajam yang mengarah ke CEO muda bernama Yoon Jeonghan tersebut. “Aku baru saja tiba, selama ini aku berada di Paris dan mengelola beberapa butik. Oh, apa kau sudah membeli parfum buatanku? Dan, apa kau sudah melihat gaun buatanku? Baik, lupakan dulu. Aku ke sini untuk membuktikan kepada dunia bahwa seorang Kwon Yuri tidak hilang karena hutang. Sekaligus, ingin memulai perang seperti dulu.”

Yoon Jeonghan menatap Yuri seksama. Aktris andalan perusahaannya telah kembali, lantas Jeonghan tidak perlu berpikir dua kali lipat untuk membiarkan Yuri berperang kembali.

“Dengan senang hati Kwon Yuri, aku akan mengijinkanmu untuk kembali berperang.” Yuri tidak mampu menyembunyikan rasa senangnya. Gadis itu tersenyum simpul. Teringat akan sesuatu, Jeonghan memeriksa laci kerjanya dan menyerahkan selembar kertas kepada Yuri.

“Ada drama terbaru yang sedang mencari pemeran utama perempuan. Drama ini berdasarkan webtoon yang saat ini sedang populer. Sutradara Kim sudah mempersiapkan tempat-tempat dan pengaturan adegan. Mereka hanya perlu mencari pemeran utama laki-laki dan perempuan. Jadi, apa kau bersedia membintangi drama ini?” Yuri membaca rincian drama yang berada di kertas tersebut dengan seksama selagi mendengarkan perkataan Jeonghan.

“Romantis sekali, seharusnya kau tidak perlu bertanya. Isi saja dengan namaku dan akan kubuktikan jika seorang Kwon Yuri telah kembali.” Jeonghan tersenyum puas mendengar perkataan Yuri. Tidak salah jika Kwon Yuri kembali hari ini.

“Kau bersemangat sekali nona. Tapi kau harus menghadiri pertemuannya sore ini. Apa kau bisa?” Jeonghan bertanya sembari menuliskan nama Yuri pada lembaran tersebut.

Yuri mengangguk secepat kilat, “Tentu saja. Tapi, bisakah aku meminta Kim Jisoo sebagai manager-ku lagi?”

Jeonghan berhenti bergerak kala Yuri menyebutkan nama Kim Jisoo. Jeonghan mendegus pelan, pria bekepala tiga itu menatap aktris kesayangannya lamat. “Kau tidak tahu?” Yuri meliukkan alisnya.

“Tentang?”

Jeonghan mengembuskan napas sekali lagi, kali ini cukup berat. “Semenjak hari itu, ketika kau menghilang, Jisoo selalu bertemu dengan paparazzi dan mereka bertanya tentang keberadaanmu. Dia selalu diam dan tidak pernah menjawab satupun pertanyaan. Selama satu bulan, kejadian itu terus berlangsung. Di manapun ia berada, ia selalu disibukkan dengan berbagai pertanyaan. Kemudian, setelah itu,” Jeonghan berhenti sejenak. Ia menatap iris coklat Yuri lamat.

“Kami tidak bisa menghubunginya.” Yuri terperangah. Kemudian lagi-lagi Jeonghan melanjutkan. “Dan yang menghebohkan, sekarang Kim Jis‒”

“Cukup!”

Sergahnya dengan keringat dingin. “Aku tidak ingin mendengarnya lagi oppa. Katakan, di mana pertemuan sore ini akan berlangsung dan jam berapa. Aku lelah, aku harus beristirahat.”

Jeonghan pada akhirnya mengangguk, kemudian mempersilahkan seorang Kwon Yuri pergi dari hadapannya. “Aku akan memberitahumu lewat pesan.”

Tungkai Yuri bergerak cukup cepat, bahkan untuk saat ini ia tidak mempedulikan orang yang menatapnya dan berusaha untuk tersenyum di hadapannya. Tetapi, Yuri mengindahkannya. Hanya satu yang berada dipikirannya saat ini. Jisoo. Kim Jisoo.

Pihak agensi kehilangan kontak seorang Kim Jisoo. Pantas saja, ketika Yuri mengirim pesan ke nomor Jisoo semalam, sampai saat ini tidak ada balasan. Gadis cantik yang selama ini bagaikan adik kandungnya, menghilang tepat setelah ia pergi meninggalkan Seoul.

“Ada apa Yuri? Apa yang Yoon Jeonghan katakan padamu?” Yuri menggeleng pelan. Selagi ia memasuki mobil, pikirannya tetap tertuju kepada Kim Jisoo. Taehyung menatap Yuri dengan penuh tanda tanya. Sebelum ia bertemu dengan Yoon Jeonghan, raut wajahnya biasa saja dan masih terkesan ceria. Setelah ia bertemu dengan Yoon Jeonghan, raut wajah gadis itu terlihat aneh. Bahkan cukup menyedihkan. Seolah terjadi guncangan yang hebat dalam batinnya.

“Aku positif akan membintangi drama terbaru.” Gumam Yuri membuat Taehyung menatapnya terkejut.

“Benarkah? Hebat! Kau kembali belum genap dua puluh empat jam dan sekarang kau akan membintangi drama terbaru? Amazing,” Dalam keadaan biasa, Yuri akan tersenyum senang dan menjelaskan rincian drama terbarunya kepada Taehyung. Namun, kali ini Kwon Yuri membisu.

Taehyung benar-benar merasa aneh, ia merasa janggal dengan perubahan sikap Yuri yang terjadi secara drastis. Rasanya ia ingin bertanya langsung kepada Yoon Jeonghan perihal berubahnya sikap Yuri. Akan tetapi, ia memilih untuk membiarkan Yuri bergelut dalam pikirannya. Sepertinya, seorang Kwon Yuri membutuhkan waktu untuk beristirahat.

“Sore nanti, aku harus pergi untuk menghadiri pertemuan mengenai drama tersebut. Apa kau tidak keberatan jika aku memintamu untuk menemaniku?” Taehyung menggeleng dengan cepat. Sorot mata Yuri terlihat sunyi. Taehyung merasakan sebuah kebimbangan yang melanda sahabatnya itu.

“Tentu saja, asalkan itu untukmu.”

Yuri tersenyum tipis, “Terima kasih Taehyung.”

Park Chanyeol melangkah dengan percaya diri ke sebuah ruangan di salah satu perusahaan stasiun televisi. Pemuda itu tidak pernah kehilangan kepercayaan dirinya dalam keadaan apapun. Ditemani seorang Kim Minseok yang kini menyibukkan diri dengan beberapa gadget, tentunya.

“Jadi, mereka sudah menemukan pemeran utama perempuan-nya?” tanya Chanyeol setibanya di lift. Minseok menatap Chanyeol sejenak, kemudian mengangguk dan kembali ke arah gadget-nya. Nampaknya menyibukkan diri dengan gadget lebih baik daripada menjawab pertanyaan seorang aktor seperti Park Chanyeol.

“Siapa?” tanyanya lagi. Lagi-lagi Kim Minseok tidak melihat ke arahnya. Pemuda yang lebih tua satu tahun dari Chanyeol itu hanya mampu mengendikkan bahu.

Chanyeol mencibir pelan, kemudian menatap lurus ke arah pintu lift. “Asalkan tidak seperti Lee Soojung, Kang Seulgi dan Park Jiyeon… Aku tidak akan membatalkan kontrak drama ini.”

Dan lagi-lagi Minseok hanya mengangguk pelan, tanpa melihat ke arah pemuda itu.

Di tengah-tengah, sutradara Kim dan produser Shin berbicara tentang hal-hal yang diperhatikan ketika pelaksanaan syuting. Chanyeol acap kali menguap ketika kedua orang itu berbicara seolah dunia hanya milik mereka. Mereka yang membuat, serta mereka yang akan menikmati. Sedangkan Kim Minseok, pemuda itu lebih menyayangi gadget-nya. Tidak salah jika kacamata minus-nya semakin bertambah besar.

“Di mana pemeran utama perempuannya?” tanya seorang gadis bersurai merah. Aktris cantik yang namanya semakin dikenal karena membintangi banyak music video. Gadis yang dulunya selalu dihujani berbagai pertanyaan aneh mengenai seorang aktris yang pernah ia bantu.

Sekarang, gadis itu memiliki banyak penggemar dan kabarnya akan melaksanakan debut lagi sebagai salah satu personil girlgroup. Sebuah kenyataan yang tidak bisa ditepis, keberadaan gadis itu cukup mengundang minat Chanyeol saat ini. Sayangnya, gadis itu hanya akan menjadi pemeran utama perempuan kedua. Chanyeol pernah berharap, gadis itu akan menjadi pemeran utama perempuan yang akan menjadi lawan mainnya.

“Sebantar lagi ia akan tiba, tunggu saja. Aktris ini akan membuat drama ini memiliki rating yang tinggi. Bahkan sangat tinggi dan paling tinggi.” Ucap produser Shin dengan senyum merekah. Gadis bersurai merah itu lantas bertanya-tanya dalam hati.

“Baiklah, aku akan bersabar.” Gadis itu kembali ke sikap arrogant-nya, ia memilih untuk memejamkan mata dan bersandar. Gadis cantik itu memang cantik dan nampak ramah di depan kamera, namun pada dasarnya gadis itu sangat arrogant. Tatapan tajamnya mampu membuat setiap orang tidak bergerak selama beberapa detik. Dan anehnya, justru semakin menarik minat seorang Park Chanyeol.

“Permisi,”

Gadis itu membuka kedua kelopak matanya lebar-lebar. Suara yang sangat ia kenali. Suara yang dulu pernah ia dengar setiap hari.

Yuri melangkah pelan ketika berada di ambang pintu. Dapat dilihat jika sutradara Kim dan produser Shin menatapnya senang. Kedua orang itu menyambutnya hangat, hingga menghampirinya dengan tepuk tangan kegembiraan. Yuripun tidak mampu menyembunyikan rasa senangnya. Ia senang karena disambut dengan baik.

“Ini dia pemeran utama perempuan yang akan menjadi lawan main Park Chanyeol,” mendengar nama pemuda itu, Yuri membulatkan matanya. Ia menatap ke arah sutradara Kim dan produser Shin, tetapi tidak ada yang melihat ke arahnya.

Ia kesal setengah mati. Ia baru saja kembali dari Paris dan harus menjadi lawan main seorang Park Chanyeol. Dalam cerita romantis yang sinopsis-nya baru saja ia baca. Bahkan saat ini ia mendapati kehadiran Park Chanyeol yang menatapnya dengan ekspresi cukup terkejut. Yuri tidak suka melihat wajah Park Chanyeol. Meski begitu, ia harus bersikap baik di hadapan semua orang untuk saat ini.

Maka, ia memutuskan untuk mengedar pandang selagi menyapa para anggota penting yang akan terlibat. Saat itu pula manik matanya terhenti pada satu objek. Gadis bersurai merah yang kehadirannya tidak pernah nampak selama dua tahun ini. Gadis yang ia anggap sebagai adik kandungnya.

“Jisoo, Kim Jisoo….”

TBC

Waks! Maaf belum ada scene romance antara Yuri-Chanyeol,
Namanya aja juga ff drama-chaptered.
Menjelaskan dulu, baru ke intinya.

Nah, ada yang udah berdeduksi kayak alur ini di chapter sebelumnya?
Ini juga ada hubungan setia kawannya juga ya,
Dan konflik akan dimulai,

Chapter 4,
War! It’s really begin!

See you~ ©Firda©

Advertisements

11 thoughts on “다이너마이트 (Chapter 3)

  1. Yuri kembali ke seoul setelah dua tahun menetap di paris dan langsung ke agensi buat jadi aktris lagi .. dan ternyata semua orang gk tau tentang kemana dan kenapa yuri pergi

    Jisoo .. kenapa bisa dia jadi aktris juga ???? Bukannya dulu dia bilang dia gk mau jadi aktris -_- dan kenapa sekarang dia jadi manusia yg arrogant

    Siapa sahabat kecil chanyeol ??
    Aku berharap itu yuri tapi di satu sisi chanyeol lagi tertarik sama aktris pendatang baru (kim jisoo) -_-

    Taehyung sahabat yang paling baikkkk 😀

    Jisoo + chanyeol kaget waktu tau ternyata pemeran utama nya kwon yuri

    Liked by 1 person

  2. Jadi Jisoo debut sebagai aktris???
    Aq kira dia menghilang pergi ke luar negeri ternyata dia juga debut jadi aktris..
    Chanyeol oppa suka jisoo???
    Ditunggu oart selanjutnyaaa

    Liked by 1 person

  3. Yuri kembali dan harus jadi pasangannya Chan Yeol? Kayak gimana ya perasaan yuri? Canpud aduk itu pasti. Ji Soo jadi aktris? Kayak gimana kagetnya Yuri. Mantan manager jadi aktris kayak dia.
    Yeoja yang dimaksud Chan Yeol. Yuri kah?

    Liked by 1 person

  4. Kayanya udah nangkep, kayanya temen kecil chan itu jisoo yak? Terus mungkin alasan lain/?jisoo mau jadi manager yul biar deket sama chan mungkin😂yul sama cy kan dekt😂dan mungkin jisoo tau kalo cy temen kecilnya😂ciri” orang sotoy😂😂😂 jisoo jadi aktris? Jadi penasaran

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s