Thieving (Ficlet)

Thieving

Dear,
Kwon Yuri , Lee Taeyong

Cover and story,
pure mine

HAPPY READING

“Orang yang mencuri harus dilaporkan ke polisi secepat mungkin,”

Kwon Yuri mendudukkan dirinya di hadapan seorang Lee Taeyong yang tengah menyesap latte-nya. Pemuda itu telah menunggu sang sahabat selama kurang lebih tiga puluh lima menit. Dan kini, gadis yang ditunggunya datang dengan wajah tanpa rasa bersalah. Seolah, gadis itu datang tepat waktu dan tidak memiliki salah apapun terhadap sang sahabat.

“Taeyong? Bagaimana dengan skripsi-mu?” Yuri bertanya seusai memesan sesuatu kepada salah satu pelayan. Taeyong meletakkan secangkir latte hangatnya.

“Sedikit bermasalah, tapi untuk saat ini baik-baik saja. Lalu, bagaimana dengan rancangan terbarumu? Apa sudah selesai?” Yuri bertopang dagu setelahnya. Gadis itu mendegus pelan dengan wajah lemas.

“Itu yang ku khawatirkan, rancangan terbaruku sangat bermasalah. Maksudku, aku tidak mendapatkan inspirasi apapun. Setelah kejadin itu, otakku sama sekali tidak berputar seperti dulu.” Yuri memejamkan matanya. Taeyong mengangguk pelan, dan kembali menyesap latte-nya.

“Kau masih trauma Yuri, setidaknya kau harus mengatasi hal itu sedikit-demi-sedikit. Akan sangat berbahaya jika keadaanmu masih seperti ini. Lagipula, kenapa bos-mu itu tidak memberimu waktu beristirahat setelah pencurian itu?” Yuri menggeleng pelan. Taeyong meletakkan kembali latte-nya serta menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.

“Aku tidak tahu, Junri eonnie tidak memberiku waktu istirahat. Mungkin dia pikir, otakku masih berjalan seperti dulu.” balas Yuri seraya meminum jus apel-nya yang baru datang.

Keduanya diam, larut dalam pikiran masing-masing dan menatap ke arah luar cafe yang sangat ramai. Kemudian, sebuah berita di televisi memecah lamunan keduanya.

“Pencurian?” gumam Taeyong memicingkan matanya.

Yuri berdecak pelan, “Pencurian lagi, apa tidak ada pekerjaan yang lebih baik daripada mencuri? Kenapa ada orang yang suka sekali mencuri,”

Taeyong melirik ke arah Yuri yang menggerutu kesal. Pemuda itu tersenyum tipis mendengar gerutuan Yuri yang terdengar olehnya. Rupanya, gadis itu teringat dengan pencurian karya miliknya. Seseorang mencuri desain terbaru milik Yuri di ruang kerjanya dan membakarnya di depan gedung tempat gadis itu bekerja.

“Seharusnya setiap pencuri di dunia ini harus berada di penjara. Kenapa ada yang dengan mudahnya membiarkan mereka pergi dengan alasan lain, tapi yang mereka lakukan yaitu mencuri lagi.” Taeyong bertopang dagu. Menatap Yuri yang kini menatap keluar jendela dengan berbagai macam gerutuan tentang para pencuri.

“Jadi, jika ada pencuri, polisi harus segera menangkap mereka. Begitu?” Yuri melirik ke arah Taeyong yang bertanya dengannya. Gadis itu mengangguk mantap sebagai jawaban. “Tentu itu harus,”

“Kalau begitu, tidak masalah bagimu jika aku melaporkanmu ke polisi sekarang juga.” Taeyong beranjak dari duduknya. Kedua tangan pemuda itu tenggelam dalam saku jaket yang dikenakannya. Yuri membulatkan matanya, ia berdiri dan menatap Taeyong dengan tatapan tidak percaya.

“Apa? Kenapa? Aku? Apa aku mencuri sesuatu?”

Taeyong menatap Yuri lamat kemudian mengangguk.

Hmmm, kau mencuri hatiku.” Taeyong tersenyum simpul, “Dan aku harus melaporkanmu ke polisi agar kau tidak mencuri hatiku lagi.”

END

Gue berharap, ada cowok yang gitu ke gue :3 #apaan?
Semoga suka, dan jangan lupa tinggalkan komentar kalian yang sangat berarti bagi aku 😀

Bye~ ©Firda©

Advertisements

7 thoughts on “Thieving (Ficlet)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s