Name (Ficlet)

Name

Dear,
Kwon Yuri , Kim Hanbin

Cover and story,
pure mine

Sequel of “Good Luck! (Ficlet)”

HAPPY READING

“Namamu terlihat di ponselku!”

Rasanya, sore ini seorang Kwon Yuri harus melayangkan sebuah pukulan ke kepala seorang Kim Hanbin. Selepas kepulangan keduanya dari Paris, Hanbin selalu menanyakan kabar gadis itu kapanpun dan dimanapun. Kim Hanbin memang berlebihan. Tapi dapat Yuri simpulkan, belakangan hari ini gadis itu selalu mengingat nama pemuda itu setiap saat dan bahkan menjelang tidur. Mungkin, usaha Kim Hanbin untuk membuat Yuri menyukainya benar-benar berhasil. Tapi, seringkali Yuri menepis kenyataan tersebut.

Ada suatu hal yang membuat Yuri ingin menemui seorang Kim Hanbin saat ini. Mengenai seorang Kim Hanbin yang meneleponnya di saat rapat antar keluarga di rumahnya tengah berlangsung. Sang ibu hampir saja membaca siapa orang yang menelepon putri kesayangannya itu di saat penting. Namun, dengan cepat Yuri menarik ponselnya yang terletak di meja dan menenggelamkannya di saku jaket.

Akan sangat berbahaya bila sang ibu mengetahui nama sang penelepon. Perkaranya, keluarganya sangat mengenal keluarga Kim dengan tidak baik. Terlibat suatu masalah dan sampai sekarang tidak terselesaikan. Dapat dipastikan, kedua orang tua-nya sangat membenci Hanbin. Buruk sekali! Yuri tidak tahu masalah apa yang membuat kedua orang tua-nya serta kedua orang tua Hanbin saling terlibat.

Oleh karena itu, dapat Yuri pastikan. Kedua orang tua-nya akan memberikan sebuah ultimatum perihal Kim Hanbin. Dan mungkin, sang ayah akan menghapus nomor telepon Kim Hanbin dari ponsel gadis itu.

Yuri menggeleng ketika memikirkan hal tersebut bisa saja terjadi. Sangat jelas di mata gadis itu, ia tidak ingin hal tersebut terjadi. Tidak ingin! Dan jangan pernah.

Ya! Kim Hanbin!” Yuri berseru selantang mungkin ketika ia tiba di taman dan melihat seorang Kim Hanbin yang telah menunggu dengan santainya di salah satu bangku panjang. Terlihat tampan dengan seutas senyuman, serta penampilan casual pemuda itu yang menambah daya tarik seorang Kim Hanbin. Tidak jarang jika pemuda itu menjadi pusat perhatian para gadis yang berlalu-lalang di taman.

Mendengar seruan Yuri membuat senyum Hanbin melebar dan hendak membawa gadis itu ke dalam pelukannya. Namun, dengan cepat Yuri menghindar dan membuat Hanbin berdecak kesal.

Ya! Siapa yang menyuruhmu untuk meneleponku di saat rapat keluarga berlangsung? Apa kau tidak tahu jika aku hampir mati di tangan kedua orang tua-ku huh?” Hanbin menatap bingung ke arah gadis bermarga Kwon tersebut. Sedang Yuri, gadis itu terlihat tengah bersusah payah menahan emosi.

Hanbin terdiam, masih mencerna apa yang dikatakan Yuri. Yuri berkacak pinggang dan duduk di bangku yang Hanbin duduki sebelumnya. Yuri bersidekap, gadis itu harus menunggu kinerja otak seorang Kim Hanbin terlebih dahulu untuk mendapatkan penjelasan atas perkataannya. Seperti yang diketahui, Kim Hanbin cukup lambat dalam menerima sesuatu melewati isi kepalanya.

Hanbin berbalik, dengan seutas senyuman penuh arti. “Kau tahu? Namamu hampir saja terlihat oleh ibuku. Itu buruk Kim Hanbin, sangat buruk.” sambung Yuri begitu kesal.

Hanbin mendudukkan diri di samping Yuri. Pemuda itu dapat melihat sebuah kekhawatiran dari sorot mata Yuri saat ini. “Kau mencemaskanku, Yuri…”

Yuri menoleh pelan dengan heran, “Mencemaskanmu? Tidak? Aku hanya tidak ingin kedua orang tua-ku marah,” timpalnya bersikeras.

“Bukankah kau pernah berkata jika kau tidak pernah mendengarkan amarah kedua orang tua-mu? Bukankah kau pernah berkata jika kau tidak peduli dengan amarah mereka dan selalu mengacuhkannya?” Yuri membulatkan matanya ketika Hanbin menyerangnya dengan sebuah pertanyaan mengenai dirinya.

“Itu dulu, sekarang tidak!” elak Yuri.

Hanbin bersandar, ia memejamkan mata sejenak kemudian menatap Yuri lamat. “Dari matamu, kau terlihat sangat khawatir. Kau tidak ingin ibumu melihat namaku karena kau mencemaskanku ‘kan? Kau takut, hubungan kita tidak berjalan dengan semestinya bukan?”

“Hubungan? Kita tidak terlibat suatu hubungan apapun Hanbin,” entah mengapa, setelah Yuri mengatakan hal tersebut, sesuatu bergemuruh dalam hatinya.

Hanbin hanya mampu tersenyum sesekali menggeleng melihat tingkah Yuri saat ini. “Yuri? Jelas sekali jika hubungan kita ini sangat istimewa…”

“Istimewa? Jangan bercanda Kim Hanbin!” Yuri hampir saja melayangkan pot bunga kecil di samping bawah bangku yang didudukinya ke kepala Hanbin.

“Sudahlah, aku menyerah. Kau tidak pandai dalam hal seperti ini,” ujar Hanbin sembari menatap ke arah lain. Yuri menatap Hanbin dengan tidak percaya. Dengan mudahnya Hanbin berkata seperti itu.

Yuri tidak pandai dalam hal –apa? Pemuda itu selalu memutuskan sesuatu secara sepihak. Akan tetapi, sesuatu mengganggu Yuri. Sepihak? Seperti yang Yuri katakan, jika keduanya tidak terlibat suatu hubungan apapun. Jadi, baik Yuri maupun Hanbin dapat menentukan segala sesuatu sendiri. Tidak perlu bertanya kepada siapapun. Lalu, kenapa Yuri merasa tidak terima?

Ah, Yuri!” gadis itu menoleh ke arah Hanbin yang masih tersenyum seperti orang aneh –tapi tampan. “Apa?”

“Tidak masalah jika ibumu mengetahui namaku di ponselmu,” Yuri membulatkan matanya kala Hanbin berkata. “Asalkan ibumu tidak tahu jika ada namaku di hatimu.”

Eh?

Dengan cepat, Hanbin mengecup pipi gadis itu dan membuat wajah Yuri merona. “Benar bukan? Ternyata namaku benar-benar ada di hatimu!”

“Kim Hanbin!”

END

And yes, sebuah sequel dari ff Good Luck.
Merupakan kisah kecil mengenai perjalanan cinta Hanbin-Yuri yang sangat absurd.
Gak berniat mau buat sequel lagi,
Tinggal readers,
Galau karena ada banyak siders,
RCL please, semakin banyak RCL semakin cepet juga aku ngelanjutin ff yang lain
Dan jangan lupa, follow blog ini ya :v

Bye ©Firda©

Advertisements

8 thoughts on “Name (Ficlet)

  1. baca ulang yg good luck nihh hehehe
    yaampyunnnn hanbin nih ya ttp aja seneng nggodain yuri, gombalannya makin aduhai ajah nih bikin yuri teriak gaje XD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s