Disturbance (Chapter 2)

Disturbance

Dear,
Kwon Yuri , Cho Kyuhyun

Cover and story,
pure mine

The story before Come (Ficlet),
The beginning of the love story

Chapter 1 || Chapter 2

HAPPY READING

“Jangan membuat aku takluk dengan pesonamu”

Ya! Cho Kyuhyun! Jangan berpura-pura sakit! Keluarlah! Jeon ssaem mencarimu, kau akan menerima hukuman dari wanita tua itu jika kau tidak keluar sekarang juga!”

Aishh, mengganggu saja…”

Tanpa sebuah perintah, Yuri membuka matanya dan menatap siluet seseorang dari balik tirai.

“Cho Kyuhyun?”

Pemuda Cho itu dengan cepat membuka tirai yang menjadi pembatas antara dirinya dan Yuri. Dan saat itu juga, Kyuhyun mendapati Yuri yang menatap ke arah-nya. Hingga keduanya kini terlibat sebuah kontak mata. Kontak mata untuk yang kedua kalinya.

Seperti sebelumnya, Yuri memutuskan kontak mata tersebut terlebih dahulu. Gadis itu berdeham, kemudian mengeratkan selimut pada tubuhnya dan pada posisi membelakangi Kyuhyun. Serta, Yuri memejamkan mata bertingkah seolah ia telah terlelap. Kyuhyun mengamati tingkah gadis itu, setelahnya ia melesat pergi karena seseorang menyerukan namanya berulang kali.

Yuri kembali pada posisi semula ketika pintu ruang kesehatan tertutup kembali, dan derap langkah Kyuhyun –beserta temannya telah menjauh. Yuri mendegus pelan, ia menatap langit-langit ruang kesehatan yang berwarna putih. Kini tangan kanan gadis itu tergerak untuk menyentuh dada-nya yang terasa aneh.

Sesuatu berdesir lebih cepat melalui bagian dalam tubuhnya. Jantungnya berdegup lebih cepat serta keringat dingin yang keluar dengan sendirinya. Yuri mengatur napas-nya, sepertinya kondisi tubuhnya semakin memburuk. Memburuk setelah ia bertatapan dengan Cho Kyuhyun. Itu mustahil.

Jadi, pada intinya seorang Cho Kyuhyun merupakan penyebar penyakit. Dan terlihat, Yuri semakin gila karena bertanya pada dirinya sendiri.

Aish, kenapa aku seperti ini?”

Yuri menilik ke arah jam tangannya. Jarum panjang menunjukkan pukul dua belas siang, dan ini waktunya bagi para siswa untuk makan siang. Perkaranya, perut Yuri benar-benar membutuhkan asupan. Gadis itu bahkan belum mencerna apapun sejak tadi pagi. Gadis itu beranjak, memutuskan untuk datang ke kelas terlebih dahulu. Ia mengenakan sepatu-nya lemas, kondisinya belum sepenuhnya pulih. Pening senantiasa melanda, namun Yuri harus menahannya. Ia benar-benar kelaparan. Ada bagusnya jika ia menelan sesuatu.

Ketika ia melangkah sekali, ia teringat akan sesuatu. Yuri terhenti, kedua netranya membulat sempurna. Dan sesuatu menggetarkan hatinya, bahkan suhu tubuhnya seperti memanas dengan sendirinya.

“Sebelah ruang ini, kelas Cho Kyuhyun…” Yuri bergumam dengan sendirinya. Kemudian menatap dinding yang menjadi pembatas antara ruang kesehatan dengan kelas yang ditempati oleh seorang Cho Kyuhyun.

Setelah cukup lama memandang dinding putih itu, Yuri menggeleng dengan cepat. Lalu menepuk kedua pipinya secara bergantian. Entah mengapa detak jantungnya kembali seperti sebelumnya. Tidak beraturan dalam waktu singkat. Dan selanjutnya, ketika gadis itu usai dalam kegiatan menyadarkan dirinya, gadis itu berangsur menuju ke arah pintu.

Kenop pintu tergerak, tergerak karena tangan Yuri menggerakannya pelan. Gadis itu menggigit bibir bawahnya pelan. Berharap jika orang yang telah bertatapan dengannya selama dua kali tersebut tidak berada di depan kelas.

“Ya! Seharusnya kau melemparnya lebih tinggi lagi!”

“Haha… Iya benar…”

“Ya! Jangan membuat dia terpojok seperti itu, tapi aku suka melihatnya seperti itu”

“Hahaha… Kau lucu sekali…”

Yuri terhenyak, ia mendengar suara yang tidak asing lagi di indera pendengarannya. Serta, ia mendengar beberapa gelak tawa dan timpalan dari yang lain. Dengan ragu, gadis itu membuka kembali pintu ruang kesehatan dan berniat untuk berlari ketika melintasi kelas samping.

Namun kegiatan berlari-nya harus tertunda ketika, ia menunduk dan melihat sepasang kaki berada tepat di hadapan-nya. Netranya membulat sempurna, akankah?

Yuri mendongakkan kepalanya, dan kedua matanya semakin melebar ketika mendapati pemuda bermarga Cho berada di hadapannya –lagi. Yuri membeku ketika Kyuhyun memberinya sebuah tatapan menghunus. Dan pada akhirnya, Yuri beralih pandang serta melesat pergi. Jika tidak bergegas pergi, mungkin Yuri akan mati di tempat karena mendapatkan tatapan tersebut dari Kyuhyun.

Dan tibalah gadis itu di kelasnya. Dengan napas tersengal dan kepalanya yang masih terasa pening, gadis itu mendatangi tempat duduknya dan mengambil udara sebaik mungkin.Tidak lama setelahnya, Yoona datang dengan setangkai mawar palsu di tangannya.

“Yuri? Kau kembali ke kelas? Apa kondisimu membaik?” tangan cantik Yuri mengarah ke kening gadis itu. Yuri menggeeng pelan dengan mata tertutup.

“Aku lapar Yoona, aku memutuskan untuk kembali ke kelas terlebih dahulu” ujarnya lemas. Yoona mengangguk, lalu gadis bermarga Im itu tersenyum cerah. Yoona pergi ke tempat duduknya, ia mencari sesuatu di laci meja-nya. Setelah mendapatkan sebuah kantung plastik putih, gadis cantik itu kembali ke tempat Yuri berada.

Cha! Ada beberapa roti isi dan sedikit kudapan. Makanlah…” Yuri mendongak ketika Yoona tiba ditempatnya dengan kantung pelastik putih berisi makanan. Yoona memperlihatkan beberapa makanan yang ditujukan kepada Yuri. Yuri tersenyum simpul ketika Yoona begitu mengawatirkannya.

Nah Yuri.. Jika kau sudah selesai, aku dan yang lain menunggumu untuk bermain truth or dare. Kau tahu? Aku selalu melaksanakan dare dengan baik. Dan jangan lupa kau harus menerima konsekuensi-nya tanpa alasan apapun. Aku akan pergi ke kantin, jadi habiskan saja makananmu kemudian kita bermain. Oke?” gadis bermarga Kwon itu baru saja menguyah suapan pertamanya. Yuri membatalkan kunyahan selanjutnya ketika perkataan Yoona benar-benar diluar dugaan.

Jadi, yang Yoona lakukan hanya sebuah umpan agar Yuri menuruti segala permintaannya. Termasuk dengan permainan membosankan yang sangat Yuri benci. Karena selama ia menginjak usia dewasa pada saat ini, gadis itu tidak pernah melakukan permainan aneh yang membuang-buang waktu tersebut. Dan kini, roti isi yang rasanya begitu manis berubah menjadi sepahit rasa kekesalannya. Meski Yoona sahabatnya, Yuri tidak pernah ragu untuk merasa kesal dengan perbuatannya. Karena tanpa disadari, hal tersebut yang membuat persahabatan keduanya membaik.

“Yoona sialan!”

Yuri bersandar pada tubuh Yoona dengan malas. Kini gadis itu telah bergabung dengan yang lain untuk bermain truth or dare. Yuri tidak mungkin menolak, karena ia berhutang budi pada Yoona yang telah memberinya makanan. Setidaknya ia tidak perlu menahan sakit di kepalanya dan bersusah payah untuk meneruskan langkah ke kantin.

Yuri menguap pelan ketika botol plastik milik Yoona berputar di tengah-tengah. Kali ini, Yuri dapat bernapas lega karena botol tersebut tidak mengarah kepadanya. Dan entah mengapa, ketika Yuri tengah dilanda kantuk yang luar biasa, botol tersebut justru mengarah kepadanya. Padahal pada permainan sebelumnya botol tersebut selalu melewati dirinya.

“Yuri! Oke, mana yang akan kau pilih? Truth or dare?” Yoona berseru senang, Yuri hanya memapu menelan kekesalan.

Dare

Dare? Baiklah… Bagaimana jika kau berfoto dengan salah satu sunbae disini? Itu sangat menarik, bagaimana semua?” Yuri mendegus malas, gadis itu tidak berniat sama sekali untuk melakukan dare. Akan tetapi, gadis lain yang tergabung dalam permainan tersebut memberi dare yang harus benar-benar dilaksanakan di depan mata.

“Tapi, dengan siapa?” tanya seorang gadis bernama Sooyoung. Yoona terdiam, gadis itu tengah memikirkan dengan siapa Yuri harus melakukan dare-nya.

Aha! Aku tahu siapa!” seru gadis itu senang. Sedang Yuri masih pada tempatnya. Tidak berekasi sama sekali dan menatap beberapa gadis di hadapan-nya malas.

“Siapa?”

“Cho Kyuhyun sunbaenim

“Apa?” kali ini reaksi Yuri melebihi reaksi teman-temannya. Dan hal itu mengundang sebuah guratan halus pada kening Yoona untuk muncul.

“Kenapa? Ada masalah? Kau hanya perlu berfoto dengan Kyuhyun sunbae, tidak ada yang sulit. Lagipula Kyuhyun sunbae adalah orang yang cukup baik. Yah… Menurutku…” ujar Yoona tanpa rasa bersalah sama sekali.

“Tapi, kenapa harus dengan Cho Kyuhyun? Bukankah masih ada yang lain?” sangkal Yuri mencoba menghindar. Yoona menggeleng ketika Yuri berkata.

Aisshhh….

Yuri tidak sanggup menyembunyikan rasa kesalnya dengan memukul kepala teman-temannya satu-persatu. Baginya, teman-temannya sudah sangat gila. Seharusnya Yuri tidak mengikuti permainan ini barang sedetik. Akibat-nya pun berada di luar dugaan. Ia mengira jika dare yang dimaksud tidak akan seperti ini. Alhasil, Yuri harus melakukan dare tersebut dengan baik.

Kini gadis itu berada di perbelokan lorong menuju ke kelas Kyuhyun. Yang perlu gadis itu lakukan hanya berfoto kemudian melupakan kejadian ini seumur hidup-nya. Ya, hanya perlu melakukan hal tersebut. Tidak perlu memikirkan lagi dan tidak akan sampai kapanpun.

Lagipula ini hanya sebuah permainan. Yuri memiliki alasan yang cukup jika Kyuhyun bertanya padanya atau bahkan memikirkan yang tidak-tidak mengenai hal ini. Yuri menggerakkan tungkainya pelan, dengan kepala tertunduk ia tetap melangkah.

Eh?” langkahnya terhenti ketika sepasang sepatu olahraga berada tidak jauh dari keberadaan sepatunya saat ini. Ia mendogak pelan, dan betapa terkejutnya diri Yuri saat itu.

“Kyuhyun sunbae?

Kyuhyun menaikkan satu alisnya, “Ada apa?”

“I-i-itu…” Yuri serasa sulit untuk mengucapkan sepatah kata apapun di hadapan pemuda bermarga Cho saat ini. Sedang Kyuhyun tengah menampilkan ekspresi aneh mengenai tingkah Yuri.

“A-Aku hanya ingin lewat,”

Dan dengan bodohnya gadis itu berkata sedemikian.

Oh? Benarkah? Lewat saja, kau pikir aku ingin memanggilmu dan membawamu pergi? Lewat dan jangan halangi jalanku, aku harus latihan.”

Lantas setelah ini Yuri tidak tahu. Di mana wajah manisnya akan terpasang ketika bertemu lagi dengan seorang Cho Kyuhyun.

TBC

Sorry untuk ke-absurdness-an/?/ saya :3

Advertisements

11 thoughts on “Disturbance (Chapter 2)

  1. Yah, Yuleon malah bilangnya “hanya ingin lewat” huft… 😦
    next ditunggu bgt…
    Oiya, Numb chap 2 nya kpn publish eon? Gk sbar nunggu klnjtnnya…

    Like

  2. Itu Kyuhyun dingin banget sama Yuri.
    Emang dasarnya dia dingin gitu apa cuma sama Yuri? Soalnya Yoona sendiri bilang kalau Kyuhyun orangnya baik.
    Ah…makin penasaran sama ini cerita.
    Kira2 gimana Yuri cari cara buat foto bareng sunbaenya itu ..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s