Homework (Ficlet)

Homework

Dear,
Kwon Yuri , Cho Kyuhyun

Cover and story,
pure mine

HAPPY READING

“Pekerjaan rumah macam apa itu?”

“Begini, ‘Kerjakan hal 94-100, kumpulan saat istirahat pertama besok. Bagi yang tidak mengerjakan akan mandapat hukuman.’ Apa kau tidak ingin apa yang dikatakan Song ssaem kemarin?” Yuri menepuk keningnya, ia lupa dengan pekerjaan rumah super banyak yang harus dikumpulkan hari ini. Lebih tepatnya beberapa jam setelah ini, disaat jam istirahat pertama berlangsung.

“Tidak mengerjakan pekerjaan rumah ya?” Cho Kyuhyun, pemuda itu bergumam sembari melewati Yuri yang berdiri disamping meja Donghae -temannya. Yuri menatap Kyuhyun kesal, ia benar-benar kesal karena pemuda itu selalu menghancurkan mood-nya secara tiba-tiba.

Dan pengumuman bagi setiap orang yang berada di dunia, Cho Kyuhyun merupakan musuh terbesar seorang Kwon Yuri. Bahkan untuk saat ini, ingin rasanya Yuri melempari Cho Kyuhyun ke dalam lava gunung berapi. Gadis itu menghampiri meja Cho Kyuhyun dengan tatapan menghunusnya. Sebisa mungkin agar ia memberi sebuah pelajaran kepada seorang Cho Kyuhyun.

Yuri yang telah berada dihadapan pemuda itu tetap diam, menunggu hingga sang pemilik meja menoleh dan menyadari apa kesalahannya. Karena Cho Kyuhyun telah membangunkan seekor macan yang tertidur pulas di pagi hari.

Kyuhyun tidak menoleh maupun melirik kearah Yuri. Meski ia tahu, jika Yuri telah berada dihadapannya sedari tadi. “Cho Kyuhyun” Yuri menyuara kala ia lelah dengan posisinya sekarang.

Hmm?” Kyuhyun menanggapi sekilas, dwimaniknya masih terpatri pada buku komik yang dibawanya. Yuri berdecak kesal, ia menatap Kyuhyun dengan tatapan yang benar-benar menunjukkan kekesalannya.

“Cho Kyuhyun!” kali ini intonasi gadis itu satu oktaf lebih tinggi dari sebelumnya. Cho Kyuhyun tidak bergeming, ia masih pada tempatnya. Memfokuskan diri dengan buku komik terbarunya dan –mungkin pemuda Cho itu telah terhanyut ke dalam cerita fiksi bergambar yang baru dibelinya.

YA! CHO KYUHYUN!” dengan sekali lagi, Kyuhyun benar-benar menoleh. Reaksi pemuda Cho itu tidak menunjukkan sesuatu yang lebih. Hanya menoleh dan diam, dan betapa malunya Yuri ketika pemuda itu menjawabnya dengan satu kata, “Apa?”.

Yuri menatap Kyuhyun tidak percaya, balasan yang didapatkannya tidak sebanding dengan tatapan mengintimidasi dari teman sekelasnya. Ingin rasanya Yuri berteriak sesuka hati dan membawa dirinya berjalan kesana-kemari hanya untuk meredakan rasa malunya.

“Kenapa kau suka sekali membuatku kesal huh?” sahut Yuri seraya melipat kedua tangannya di depan dada. Kyuhyun meletakkan komik-nya serta kecapan demi kecapan yang terdengar dari mulut Kyuhyun membuat Yuri semakin kesal. Pemuda Cho itu bersikap sesuai kehendaknya tanpa mempedulikan yang lain. Ingin rasanya Yuri melihat Kyuhyun menelan permen karet yang kini dikunyahnya.

“Aku? Membuatmu kesal? Itu hanya pemikiranmu saja Kwon Yuri” balas Kyuhyun sesantai mungkin. Benar-benar, Yuri ingin memangsa pemuda Cho itu sesegera mungkin saat ini juga. “Kau selalu membuatku kesal, ingat itu!” tambah Yuri menatap obisidian Kyuhyun begitu tajam.

“Itu bukan salahku nona Kwon. Itu salahmu karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik” tutur Kyuhyun seraya mensejajarkan dirinya dengan tinggi Yuri, atau lebih tepatnya berdiri.

“Tapi, setidaknya kau tidak perlu berkata seperti itu ketika melewatiku. Cho Kyuhyun” timpal Yuri tidak ingin kalah atas perkataan Kyuhyun.

“Tapi yang kukatakan itu benar ‘kan? Kau tidak mengerjakan pekerjaan rumah? Dan satu lagi, aku bertanya, bukan berusaha untuk mencibir ketika melewatimu” ujar Kyuhyun membuat Yuri bungkam. Sial, emosi gadis itu telah berada pada puncaknya.

“Coba kutebak, aku tahu mengapa kau tidak mengerjakan pekerjaan rumah itu” seru Kyuhyun tersenyum hambar dihadapan Yuri. Yuri menautkan kedua alisnya, bimbang atas perkataan Kyuhyun.

“Kau pasti memikirkanku? Maka dari itu kau tidak mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. Karena aku tahu, otakmu penuh dengan segala hal yang berkaitan denganku!” ujar Kyuhyun senang.

Rona merah telah menghiasi wajah cantik Yuri, ia malu atas perkataan Kyuhyun yang tidak ada benarnya tersebut. “A-Apa? Ja-Jangan bercanda!” gugupnya menahan malu.

“Lihat, wajahmu memerah. Kau memang memikirkanku ‘kan?” sahut Kyuhyun terkekeh melihat tingkah Yuri. Yuri hanya mampu diam, ia enggan untuk menyuara meski hanya sekecap saja.

Dan kali ini, Yuri benar-benar dibuat memerah oleh Cho Kyuhyun hanya karena masalah pekerjaan rumah yang tidak dikerjakannya.

END

Advertisements

13 thoughts on “Homework (Ficlet)

  1. wait wait wait . ini apa maksudnya ???
    yuri suka kyu ?? yg diomongin kyu bener . gedubrakkkk malu bgt dong kalo gitu hahaha
    kasian yuri, cm mau ngelabrak malah apes ..
    uhhhh kasiann neng yuri, mukanya ampe merah .. tanggung jawab kyu !!! :p

    Liked by 1 person

  2. Yah, lagi asik2nya baca… malah tulisan END yg muncul 😦 Tpi KyuRi lucu bgt 😀 hihi… klw emng bner Yuleon gk mikirin Kyu.. Knpa wajah memerah 😀

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s