Good Luck! (Ficlet)

Good Luck

Dear,
Kwon Yuri , Kim Hanbin

Cover and story,
pure mine

Sequel of “Save Me (Ficlet)”

HAPPY READING

“Semoga berhasil!”

Yuri mendudukkan diri di salah satu kursi panitia acara fashion show ternama dan ia menjadi salah satu tamu yang berhak untuk menilai daya tarik masing-masing busana. Dengan senyum yang tidak pernah lepas, gadis itu begitu antusias untuk menanti inti acara. Gadis itu telah bersiap dengan kamera digital yang mungkin akan menyimpan banyak model pakaian dari yang diperagakan di catwalk nantinya. Yuri telah mempersiapkan semuanya dengan baik. Ini kesempatan yang sangat langka baginya.

“Maaf membuatmu menunggu lama…”

Namun di balik kesenangan Yuri kali ini, terdapat seorang Kim Hanbin yang telah merencanakan ini jauh-jauh hari. Yuri menoleh ke arah Hanbin –yang mengenakan tuxedo berwarna hitam, gadis itu mengangguk dan tersenyum senang.

“Tidak masalah…”

Hanbin membeku, senyuman Yuri memberikan sensasi tersendiri bagi hatinya. Benar-benar indah dan rasanya pemuda itu tidak dapat melakukan apapun. Barang menjentikkan jari maupun mengedipkan mata.

Acarapun dimulai. Yuri dengan semangat bertepuk tangan, begitu juga dengan Hanbin yang kini tersenyum manis.

Jelang acara berakhir, Hanbin masih pada tempatnya. Tidak berniat untuk menghampiri para model dan meminta foto bersama –seperti yang Yuri lakukan saat ini. Bahkan sebelum detik-detik acara berakhir, gadis itu bergegas pergi ke backstage dan mencari para model untuk mengabadikan momen bersama.

Hanbin?

Pemuda itu benar-benar bosan. Meski ia selalu mengamati senyum manis Yuri yang benar-benar tulus. Karena, sebelumnya pemuda itu tidak pernah melihat seorang Kwon Yuri tersenyum tulus padanya. Dan ketika pemuda itu terlarut dalam lamunannya, sosok Yuri tengah berjalan ke arahnya.

“Hanbin? Kau tidak ingin berfoto dengan para model?” tanya Yuri masih dengan kamera digital yang senantiasa berada di genggaman. Hanbin tersadar kemudian menggeleng lemah. Yuri yang menyadari sikap Hanbin saat ini hanya mampu menyerngit dan mengambil tas-nya.

“Hanbin, ayo kita pergi!”

Kwon Yuri dan Kim Hanbin. Keduanya menapaki jalan yang sama dan seirama. Keduanya memilih berjalan kaki seraya menikmati pemandangan indah nan mengangumkan dari kota Paris. Tidak lupa, Yuri telah menyiapkan kamera-nya. Ekspresi Hanbin lebih baik, tidak seperti sebelumnya. Ketika berada di acara fashion show, ekspresi Hanbin terlihat seolah tidak tertarik sama sekali. Padahal, dalang dari kedatangan keduanya di sini adalah pemuda itu. Akan tetapi, mengapa pemuda itu terlihat tidak menyukai semua ini?

“Hanbin?” panggil Yuri pelan, ketika berada di area taman sekitar menara Eiffel. Hanbin menoleh, terlihat lebih baik dari raut wajah tertekuk yang tiga puluh menit lalu tercipta.

“Kau baik-baik saja? Ah, maksudku… Kenapa raut wajahmu menunjukkan jika kau tidak ingin menginjakkan kaki di sini?” Yuri mendudukkan dirinya di salah satu bangku taman panjang. Hanbin mengikutinya, tersenyum tipis dan mendegus pelan.

“Aku baik-baik saja, aku hanya bosan melihat para model yang berada di catwalk tadi” ungkap Hanbin. Hal tersebut sukses membuat guratan halus pada kening Yuri. Yuri tersenyum sarkastik kemudian menepuk bahu Hanbin pelan.

“Kau bosan? Mereka model berbakat Kim Hanbin, mereka sangat seksi dan cantik. Apa yang membuatmu bosan? Lelaki lain yang melihat penampilan mereka pasti akan sangat antusias. Tapi kenapa kau tidak?” Yuri melipat kedua tangannya di depan dada. Sedang Hanbin kini mengerucut kesal, cukup imut memang.

“Aku bosan karena aku ingin kau yang menggunakan pakaian cantik itu dan berjalan di catwalk dengan anggun. Aku ingin melihat betapa cantiknya dirimu ketika tersenyum manis dan berpakaian cantik. Mereka tidak cukup cantik. Jangan samakan aku dengan lelaki lain, aku tidak sama dengan mereka. Bagiku kau lebih cantik dan berbakat. Ah, satu lagi… Bagiku kau juga lebih…” Hanbin menatap Yuri lamat. Sedang gadis itu menanti perkataan Hanbin dengan penasaran. Hanbin mendekat dan menyeringai kecil. “Seksi-”

Ya! Pervert!” Yuri melayangkan pukulan ringan pada dada bidang Hanbin. Sedang Hanbin kini tersenyum senang. Sifat Hanbin telah kembali. Menurut Yuri, itu lebih baik daripada Kim Hanbin yang diam dan memasang tampang kusutnya.

“Hanbin!” Yuri menyerukan nama pemuda itu sekali lagi. “Aku ingin bertanya”

Hanbin menanggapi dengan anggukan kecil, “Kenapa kau membawaku pergi ke sini untuk menghadiri acara ternama seperti tadi? Kenapa kau tidak membawa sekertaris Jung saja? Kenapa harus aku?” Yuri menatap Hanbin lamat.

Hanbin terdiam untuk sejenak, kemudian pemuda itu tersenyum manis. “Paris merupakan tempat yang identik bagi para pasangan, tidak mungkin aku membawa sekertaris Jung ke sini. Karena dia bukan pasanganku”

“Tapi, aku bukan pasanganmu Kim Hanbin…” ujar Yuri dengan nada pelan. Hanbin menghembuskan napas perlahan. Tangan kanan pemuda itu terangkat untuk menggapai surai cokelat Yuri dan membelainya pelan.

“Iya, tapi sebentar lagi. Apa kau tidak tahu jika aku dalam proses membuatmu menyukaiku huh?” dengan senyum polos seperti anak kecil berumur lima tahun, Hanbin tetap membelai surai Yuri. Yuri yang mendengarnya hanya mampu terdiam dan menatap Hanbin lamat.

“Jadi kau membawaku ke sini, apa itu termasuk salah satu proses membuat aku menyukaimu?” timpal Yuri yang mengundang sebuah anggukan pasti dari Hanbin. Hanbin menurunkan tangannya. Hanbin menatap gadis itu dengan tatapan meneduhkan yang tidak pernah Yuri lihat selama ini.

Yuri tertunduk, “Hanbin, tapi umur kita terpaut dua tahun”. Hanbin menggeleng, “Aku tidak peduli. Meski aku harus memanggilmu noona, asalkan hatiku tidak terpaut jauh dari hatimu”

Yuri menggigit bibir bawahnya, dengan pandangan lurus menuju ke menara, gadis itu merasakan sedikit kedamaian. “Hanbin!”

Gadis itu menoleh ke arah Hanbin sekali lagi, “Semoga berhasil!”

Hanbin menautkan kedua alisnya, “Untuk?”

Yuri terkekeh kecil, seraya mendekatkan diri ke arah Hanbin. Dan tanpa diduga, Yuri mengecup pipi pemuda itu secepat kilat. “Semoga berhasil untuk membuatku menyukaimu”

Dan kini, yang Hanbin lakukan hanya mematung di tempat dengan ekspresi aneh-nya.

“Gadis itu benar-benar membuatku gila”

END

Absurd lagi dah!
Sequelnya dari Save Me nih…
Well, lagi dimabok Hanbin nih,
Jadi, untuk yang ini bakal ada sequelnya lagi :v

Advertisements

10 thoughts on “Good Luck! (Ficlet)

  1. “Apa kau tidak tahu jika aku dalam proses membuatmu menyukaiku huh ?” wuahhhhhh hanbin selalu bisa buat aku jantungan dgn kata2 gombal nya . aduh sweet bgt dah yaampyunnn pantes dpt kecupan dr yuri hahaha
    ad sequel lg ?? yeayyyy

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s