Disturbance (Chapter 1)

Disturbance

Dear,
Kwon Yuri , Cho Kyuhyun

Cover and story,
pure mine

The story before Come (Ficlet),
The beginning of the love story

Chapter 1

HAPPY READING

“Jangan membuat aku takluk dengan pesonamu”

Dalam langkah ringan diiringi semilir angin musim panas yang menghangatkan, Kwon Yuri melangkah pelan ke arah pintu gerbang sekolahnya. Dengan perasaan senang, gadis itu selalu menampikkan senyum manis kepada siapapun. Seolah, gadis bermarga Kwon itu tidak pernah bersedih hati. Langkah Yuri terhenti ketika beberapa gadis menghalangi jalannya. Hanya diam sembari meniup poni-nya pelan. Well, di pagi hari ini gadis itu tidak ingin mencari masalah terlebih dahulu. Karena belum saatnya.

Tungkai gadis itu kembali bergerak ketika sekumpulan gadis di depan-nya telah pergi. “Hh, mereka benar-benar terlalu berlebihan. Mereka pikir, mereka itu siapa? Dan mereka pikir, apa jalan ini milik nenek mereka? Aish…”. Yuri memasuki kelas-nya, masih cukup sepi dan hanya di dominasi oleh tiga orang saja, termasuk dirinya.

“Kemana yang lain?” pertanyaan Yuri memecah keheningan. Kedua orang tersebut mengendikkan bahu. Si gadis berkacamata menghampiri Yuri dengan sebuah sapu di tangan kanan-nya. Yuri mendegus pelan, “Iya aku tahu Taeyeon, ini jadwalku membersihkan kelas…”

Lantas gadis itu berangsur menyapu kelas agar ia dapat bersantai setelahnya.

­-

“Yuri? Kau tahu?”

“Tidak!”

Aishh, aku belum selesai berbicara. Dengarkan aku dulu…” Yuri menoleh ke arah Yoona yang tengah disibukkan dengan note balok karangannya. “Ada apa?” Yoona tersenyum, diletakkan beberapa lembar kertas yang ia pegang di samping tubuhnya.

“Akhir pekan, pertandingan basket antar kelas akan dilaksanakan. Kau tidak ingin melihatnya?” Yuri terdiam sejenak, sedang Yoona menatap gadis itu antusias.

“Sebenarnya aku tidak suka yang melihat hal seperti itu. Tapi jika kau tidak bertanyapun, aku akan tetap melihatnya karena itu diwajibkan oleh pihak sekolah” Yoona menepuk keningnya pelan, kemudian menatap Yuri dengan senyuman hambar. Yuri menggeleng melihat tingkah temannya yang bisa dibilang pelupa itu.

Ah, Yuri! Kau tahu Victoria sunbae? Permainan basket-nya sangat menakjubkan! Aku salah satu penggemar beratnya, kau tahu? Ah… Victoria sunbae…” Yuri bergidik mendengar Yoona mengatakan hal seperti itu. Sedang Yoona kini berfantasi dengan pemikiran anehnya.

“Yoona? Kau penyuka sesama jenis?” ujar Yuri dengan ekspresi aneh. Yoona terdiam, raut wajahnya berubah menjadi aneh seketika.

Ya! Kwon Yuri! Bukan seperti itu, aku menyukai keterampilannya dalam bermain bola basket serta penampilannya. Bukan menyukai seperti aku menyukai lelaki lain” Yoona menjelaskan, Yuri mencerna perkataan gadis cantik itu dan hanya mampu mengangguk.

Hh, baiklah… Kupikir kau…”

Aish, bukan Yuri… Bukan seperti itu…” Yuri terkekeh, sementara Yoona terlihat putus asa karena sahabat-nya berdediksi sedemikian.

“Baiklah, aku mengerti…” pada akhirnya gadis itu mengalas dan membiarkan Yoona merasa tenang dengan delusi-nya. Yoona kembali menyibukkan diri dengan lembaran-lembaran note balok suatu nada. Dan Yuri kembali menatap pemandangan kota Seoul dari atap. Siang ini, meski terik matahari kian terasa, namun hal tersebut bukanlah suatu hal yang patut di permasalahkan. Karena sinar matahari kali ini begitu menghangatkankan.

“Yuri? Selama berada disini, kau benar-benar tidak pernah menyukai seorang lelaki?” Yuri kini membuka kelopak mata-nya. Pertanyaan Im Yoona membuat kegiatan bersantainya sedikit terganggu.

“Tidak,” balasnya singkat.

“Mengapa?” terkadang, Yuri ingin menyumpali mulut sahabat-nya itu tanpa ampun. Mulut gadis itu memang tidak pernah bisa diam meski sekejap. Bahkan sedetikpun, rasanya mustahil bagi seorang Im Yoona untuk diam.

Yuri berdecak pelan, “Tidak ada menarik”

What the? Kau pikir lelaki itu apa? Tidak ada yang menarik? Dengar nona Kwon, di dunia ini semua lelaki itu menarik di mata para gadis” Yoona kembali meletakkan lembaran-lembaran kertas note-nya. Yuri mendegus pelan, haruskah ia mencari sesuatu untuk dilemparkan ke arah gadis cantik di samping-nya itu? Rasanya Yuri ingin mengambil beberapa batu bata yang berada di pojok lantai atap.

“Tapi aku mengatakan yang sebenarnya, tidak ada yang menarik di mataku” Yoona memijat pelipisnya pelan.

“Baiklah, Kwon Yuri memang selalu benar. Tapi jangan salahkan aku jika tiba-tiba saja kau menyukai seseorang di sini. Kau belum melihat betapa tampan dan berbakat-nya para senior kita” Yuri tidak mempedulikan ucapan Yoona. Gadis itu memilih untuk memejamkan mata sejenak sembari menikmati semilir angin musim panas yang menghangatkan.

Yuri mengikuti langkah Yoona tanpa minat, ia sama sekali tidak ingin melihat pertandingan basket antar kelas. Sekalipun kelasnya akan mengikuti lomba dan bertanding hari ini. Lebih baik gadis itu berpura-pura sakit dan meminta ijin kepada ketua kelas untuk beristirahat di runag kesehatan. Disaat yang lain begitu bersemangat untuk saling mendukung dan bersorak, maka gadis itu enggan untuk bersua sedikitpun.

Jika seorang Kwon Yuri dikenal dengan perangai ceria serta bahagia-nya. Maka disaat seperti ini, gadis itu memilih untuk tidur dan menghabiskan waktu sendiri. Ketika semua telah bersiap pada kursi penonton, pertandingan telah dimulai.

Ahhh!!! Victoria sunbae, lihat permainannya! Dia gadis yang hebat!” Yuri menoleh ke arah Yoona yang sibuk menyemangati senior kesayangannya. Tidak luput dengan sebuah kamera digital yang dibawa –guna mengabadikan momen bersama dengan Victoria sunbae.

Yuri memutar bola mata-nya malas, sesekali ia menutup indera pendengarannya ketika teriakan siswa yang menyemati terdengar begitu berlebihan. Permainan bola basket yang dimulai dari kaum hawa sama sekali tidak menarik. Lalu apa yang perlu untuk diserukan kata ‘Semangat’?

Selang setengah jam lebih, permainan bola basket yang dilakukan kaum adam dimulai. Menurut Yuri, permainan basket kali cukup menarik. Karena para pemainnya terbilang cukup tampan.

“Yuri!” di tengah keramaian yang kian memuncak, Yoona menyikut lengan gadis itu. “Kau tahu lelaki yang memiliki nomor punggug empat itu?”

Yuri mengikuti arah jari manis Yoona teracung. Serta, gadis itu mencari siapa lelaki yang memiliki nomor punggung empat. “Oh, Cho Kyuhyun sunbaenim… Iya aku tahu, kenapa?”

“Kyuhyun sunbae itu sahabat Victoria sunbae selama tiga tahun berada di sekolah ini” ujar Yoona begitu antusias untuk bercerita.

“Dan kemudian, mereka saling menyukai begitu?” timpal Yuri menerka.

Yoona menggeleng, “Tidak, tidak ada yang hal seperti suka-menyuka di pertemanan mereka. Lagipula, Victoria sunbae memiliki seorang kekasih”

Well, itu langka…” Yuri beranggapan singkat. Yoona mengangguk, kemudian diikuti fakta lain mengenai persahabatan keduanya. Yuri sama sekali tidak menanggapi. Yang gadis itu lakukan hanya sesekali mengangguk dan setidaknya bersyukur dalam hati karena sorakan para siswa sedikit membantu.

Merasa jenuh, gadis itu beralih ke arah pemain yang saling men-dribbling bola basket ke ring lawan. Dan yang kali ini memegang kendali atas three point ialah Cho Kyuhyun. Pemuda itu dengan lihai melakukan lemparan yang cukup jauh dan berhasil menciptakan sebuah kemenangan atas tim-nya.

Tanpa Yuri sadari, pandangan gadis itu selalu terarah pada pemuda Cho yang kini bermandikan keringat tersebut. Yuri akui, saat ini Cho Kyuhun begitu tampan dan seksi. Merasa dipandang oleh orang yang tidak dikenal, Kyuhyun mengalihkan pandang dari teman-temannya ke arah Kwon Yuri.

Keduanya pun terlibat kontak mata. Yuri tertegun ketika tatapan mata Kyuhyun begitu menusuk indera penglihatannya. Harus Yuri akui, ini kali pertama baginya bertatapan dengan seorang lelaki dalam jangka waktu yang cukup lama. Hingga Yuri tersadar, gadis itu memutuskan kontak mata dan menatap ke arah samping kiri-nya serta menyadari jika seorang Im Yoona yang telah menghilang entah kemana.

Yuri menggerutu kesal, ia yakin jika Yoona tengah mengabadikan momen bersama dengan senior kesayangannya. Iya, Yuri yakin akan hal tersebut. Merasa cukup aman, Yuri kembali menoleh ke arah lapangan jika pemuda bernama Cho Kyuhyun telah pergi. Untuk memastikan jika Cho Kyuhyun benar-benar telah pergi, pandangan gadis itu kian meneroka untuk menemukan keberadaan seorang Cho Kyuhyun.

Hingga ia menghembuskan napas lega dan bergumam pelan, “Tatapan Cho Kyuhyun membuat seluruh tubuhku terasa aneh, dia manusia ‘kan? Kenpa aura-nya berbeda?”. Yuri bergumam di tempat dengan delusi-nya yang benar-benar aneh.

Tanpa gadis itu sadari, seorang tengah mengamatinya dari celah terkecil yang tidak diketahui oleh-nya. Dengan sebuah senyum yang tidak dapat diartikan, orang itu terus menatap Yuri hingga Yuri pergi dari tempatnya.

“Yuri! Lihat! Aku berfoto dengan Victoria sunbae, wah! aku tidak menyangka Victoria sunbae mengiyakan ajakanku untuk berfoto bersama…” nada tertinggi seorang Im Yoona terdengar ketika pagi ini, gadis cantik itu mendapati Yuri yang berada di tempat duduknya dengan lemas.

Hmm…” Yuri menilik sekilas, kemudian kembali menelungkupkan kepalanya di atas meja. Yoona yang melihat sahabat-nya dalam keadaan tidak cukup baik, kini mengambil tempat tepat di samping-nya.

“Yuri, kau sakit?” tanyanya pelan. Yuri bergumam sebagai tanda jawaban ‘iya’. Dan Yoona terlihat khawatir.

“Sebaiknya kau tidak perlu mengikuti mata pelajaran sampai keadaanmu membaik. Ayo! Aku akan mengantarkanmu ke ruang kesehatan. Kau harus beristirahat…” Yuri tidak menjawab, namun gadis itu menuruti perkataan Yoona. Gadis itu harus bersusah payah menuruni tangga yang menuju ke lantai satu akibat kepala-nya yang terasa begitu pening.

“Yuri, beristirahat-lah… Aku akan mengijinkanmu pada Lee ssaem, jangan pergi kemanapun dan jangan buat aku khawatir lagi. Mengerti?” ujar Yoona setelah meletakkan Yuri di tempat tidur dan mengambilkan beberapa obat pereda sakit kepala. Yuri mengangguk dengan mata terpejam.

Setelah kepergian Yoona, Yuri dalam perjalanan menuju ke alam mimpi. Namun ia harus menunggu rasa pening di kepala-nya sedikit mereda. Bel tanda kegiatan mengajar telah terdengar. Yuri menghembuskan napas perlahan, pada akhirnya ia akan terbebas dari mata pelajaran kimia meski pening melanda.

Yuri tetap memejamkan matanya meski derap langkah kian terdengar. Bahkan ketika pintu ruang kesehatan terbuka, gadis itu tidak peduli. Ia berpikir jika yang datang merupakan penjaga ruang kesehatan, siapa lagi jika bukan Seo Joohyun. Gadis itu kerap absen di kelas hanya untuk mengatur jadwal-nya yang padat di ruang kesehatan. Membeli perlengkapan bagi para siswa dalam bidang kesehatan, serta senantiasa mengecek obat-obatan yang hampir kadaluwarsa dan tersisa sedikit.

Akan tetapi, perkiraannya salah ketika derap langkah orang itu menuju ke tempat tidur yang berada tepat di samping-nya. Tidak lupa dengan suara tirai yang terseret, menandakan jika orang itu merupakan salah satu orang yang berada dalam kondisi tidak cukup baik dalam menerima pembelajaran di kelas. Atau mungkin hanya berpura-pura?

Ketenangan terasa ketika keduanya telah memejamkan mata dan saling sibuk dalam pikiran masing-masing. Namun, tidak lama setelahnya. Ada suara yang benar-benar mengganggu ketenangan di ruang kesehatan.

Ya! Cho Kyuhyun! Jangan berpura-pura sakit! Keluarlah! Jeon ssaem mencarimu, kau akan menerima hukuman dari wanita tua itu jika kau tidak keluar sekarang juga!”

Aishh, mengganggu saja…”

Tanpa sebuah perintah, Yuri membuka matanya dan menatap siluet seseorang dari balik tirai.

“Cho Kyuhyun?”

TBC

Yeay! Ini merupakan sebuah ff yang menceritakan tentang kisah cinta Yuri sebelum kejadian di ff Come. Aku sengaja buat gini, biar pada penasaran aja :v
Btw, untuk ff ini bakal aku pendekin length-nya biar bisa cepet mikir dan cepet selese.

Well, cukup aneh menjadikan seorang Cho Kyuhyun sama dengan pemain basket.
Rada aneh kenapa milih Kyu, kalo basket seandainya mau pake Luhan.
Tapi entah mengapa, lagi nge-feel sama ini couple :v

Dan maaf untuk maps karena belum aku post dan malah post ff chapter lainnya.
Maps termasuk ff lama, jadi harus mikir lagi gimana ending dan alur baru.
Karena udah lupa sama yang dulu :3 #cepatsekalimelupakan :v

Okey buat yang belum baca ficlet-nya, diharuskan membaca agar kalian mengerti 😀

See you ©Firda©

Advertisements

11 thoughts on “Disturbance (Chapter 1)

  1. kisah kasih di sekolah, dengan si dia, tiada masa paling indah, kisah kasih di sekolah uuuuyeeeeee #nyanyigaje
    gila tatapan kyu sgt mengintimidasi ya, aura nya gelap makbrooo
    tuh mpok yoona ngepens bgt sm vic, vic lentur sih ya badannya jd cocok aja jd atlet .. tp syukurnya vic udah punya co jd gak ganggu kyuri deh hehe
    aduh pertemuan tak sengaja di ruang kesehatan .. ciyeeeee
    ehhh itu siapa yang ngintip ???? hmmmm

    Liked by 1 person

  2. Iya rda aneh sih si evil jdi pmain bsket,tpi untk kyuri peran apapun q dkung eun…..
    Eun kren skali updte lngsung bejibun fanfic y…..😊😊😊

    Liked by 1 person

  3. Kayanya kedua nya udh saling tertarik, wakakaka
    bersukur rasa baper abis baca numb sedikit terobati, hohohoho
    tapi aku rasa coco-cocok aja Kyuhyun jadi pemain basket, hahahay
    ditunggu next chap nya semangat^^

    Liked by 1 person

  4. Yuri bener blum tertarik sama cowok disekolahnya,, itu mata’nya kyu kok bisa nemu mata’nya yuri sihh,, itu yg senyum penuh arti itu yoona?,, yuri dan kyu masuk uks bareng?…. 👍

    Liked by 1 person

  5. Iya aneh banget kyuhyun jadi pemain basket. Pantesnya jadi anak yang sok sok an gt dan playboy. Tapi g apa” rombakan biar ada sesuatu yg beda jg dari yg lain..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s