Maps (Chapter 1)

Maps (1)

Dear,
Kwon Yuri , Cho Kyuhyun , Kim Myungsoo

Cover and story,
pure mine

The maps is leads to you

Chapter 1

HAPPY READING

Bel berbunyi begitu nyaring ditelinga para murid. Bagi mereka, hal tersebut merupakan sebuah ancaman tersendiri yang harus dihindari dari penglihatan kepala sekolah yang luar biasa menakutkan. Dengan badan yang lumayan besar, perut yang buncit , tidak berperawakan tinggi, kumis yang tebal dan seringkali memberikan sebuah seringaian yang membuat para murid bertekuk lutut terhadapnya. Tapi tidak dengan murid yang yang satu ini, ia bahkan berani untuk datang terlambat dan melewati dinding pembatas antara sekolah dengan jalan setapak dibelakangnya. Gadis itu kini tengah melewati dinding pembatas yang lumayan tinggi itu, tapi itu tidak masalah baginya. Selama ia dapat melewati dengan aman dan selamat, itu sudah cukup. Tas nya telah ia lempar terlebih dahulu agar ia tidak kesusahan melewati dinding itu. Kini gadis itu turun dan menepuk kedua telapak tangannya, lalu memungut tasnya yang tergeletak ditanah.

“Cukup aman” gumamnya dan berangsur ke kelasnya.

Setibanya dikelas, gadis itu disambut hangat oleh beberapa temannya.Gadis itupun membalas lalu duduk bersama seorang gadis cantik yang bernama Tiffany.Keduanya kini melakukan high-five dan saling berbicara.

“Bagaimana Yul? Apa kau mendapatkannya?” tanya Tiffany senang.

“Tentu saja aku dapat” kata gadis yang tidak lain adalah Kwon Yuri itu. Yuri membunag isi tasnya sembarang, ia mengeluarkan isi tasnya yang tidak bisa dibilang sedikit itu.

Wah… Yuri! Kau benar-benar mendapatkannya!” kata Tiffany terkagum-kagum setelah diambilnya sebuah kotak kecil berwarna merah yang entah apa isinya. Yuri tersenyum senang lalu ia membereskan isi tasnya lagi. Tiba-tiba Jung Ssaemnim datang dan menatap intens seluruhnya.

“Siapa yang masuk lewat halaman belakang?” tanyanya lantang. Para murid saling melempar pandangan satu sama lain, sedang Yuri dan Tiffany saling tersenyum lalu terkekeh pelan.

Yuri dan Tiffany pergi kekantin bersama dengan yang lainnya. Ketika Yuri melewati murid lain, Yuri selalu mendapat sapan yang hangat dan ia membalasnya dengan sebuah senyuman juga. Tak heran jika para murid yang berada disini mengenalnya. Yuri terkenal akan kepandaian dan kecantikannya di sekolah. Belum lagi soal betapa baiknya seorang Kwon Yuri terhadap sesama.Banyak sekali yang ingin menjadi seperti seorang Kwon Yuri. Yuri memiliki segalanya, dania tidak pernah sedikitpun angkuh atau bahkan menyombongkan dirinya di hadapan orang lain. Ia benar-benar gadis yang baik, hanya saja kebiasaannya yang suka terlambat dan melewati dinding belakang itu adalah sisi negatif darinya.

“Yul, kau mau makan apa? Biar ku pesankan!” tawar Tiffany, Yuri berpikir lalu tersenyum.

“Terserahmu saja” katanya ramah.Tiffany membeli makanan dengan yang lainnya sedang Yuri dan 2 orang lainnya duduk bersama.

“Yul, kau tahu berita terbaru di sekolah kita?” tanya seorang gadis blonde yang berada di sampingnya atau sebut saja Jessica. Yuri mengernyitkan dahinya lalu menggeleng.

“Tidak, memangnya berita apa?” tanya balik Yuri.

Ck… Yuri kau ini murid terkenal, tapi kenapa tidak pernah mengetahui berita-berita baru dari sekolah ini, eoh?” cibir Sooyoung, gadis tinggi yang berhadapan dengan Jessica.Yuri mendegus kesal, lalu memandang kedua temannya itu.

“Bukannya aku tidak tahu, tapi aku memang tidak ingin tahu” bela Yuri.

“Baiklah, lupakan soal itu.Aku hanya ingin memberitahu bahwa tadi pagi, aku melihat kepala sekolah bersama dengan murid baru” kata Jessica perlahan namun penuh dengan penekanan yang menurut Yuri terlalu dilebih-lebihkan.

“Kau ini ingin berbicara atau menguntit orang? Kenapa gaya bicaramu seperti itu?” ujar Yuri. Jessica dan Sooyoung menepuk kening secara bersamaan.

“Yul, kau tahu tidak cara mengatakan sesuatu dengan intonasi yang benar?” tanya Jessica. Yuri mengangguk dengan polosnya, Jessica kini menghela napas, sedang Sooyoung menggeleng.

“Itulah caranya Yul!” sahut Jessica diiringi anggukan Sooyoung.Yuri menautkan kedua alisnya, dan bergantian menatap keduanya.

“Benarkah? Apa aku perlu mencobanya?” tanya Yuri polos, Jessica dan Sooyoung menghela napas. Tiffany dan yang lainnya kembali dengan sejumlah nampan dan makanan yang telah dipesan. Tiffany segera duduk berhadapan dengan Yuri, lalu Tiffany memberikan makanan yang sama dengan yang dimilikinya.

“Tidak masalah ‘kan, jika makananmu sama denganku?” pasti Tiffany, Yuri mengangguk.

Eh… itu murid barunya!” sorak Jessica seraya menyenggol bahu Yuri.Membuat mau tak mau Yuri harus melihatnya, agar terhenti dari senggolan Jessica. Yuri melihat seorang pria tampan memasuki kantin ini dengan sebuah tas dipunggungnya. Para gadis memandangnya yang penuh dengan pesona, pun dengan Jessica yang sebelumnya telah melihatnya.

Wah… pria itu tampan sekali” ujar Tiffany saat pria itu melewatinya.

Ck… tampan? Maaf, bagiku Myungsoo lebih tampan darinya” bela Yuri yang sama sekali tidak tertarik dengan ketampanan yang dimiliki pria itu. Tiffany menatapnya heran.

“Kau masih membandingkannya dengan Myungsoo,Yul?” tanya Tiffany.

“Bukannya membandingkannya, hanya saja Myungsoo lebih tampan darinya” kata Yuri.

“Bicara saja jika kau masih menyukai Myungsoo…” sindir Sooyoung. Yuri mengendikkan bahunya, ia tidak mau ambil pusing. Terlebih untuk hal dimana , seorang Kwon Yuri menyukai seorang pria arrogant yang merupakan sepupu temannya sendiri.

“Tiffany!” panggil Yuri, Tiffany menoleh.

“Ada apa Yul?” timpal Tiffany.

“Aku ingin kerumahmu besok, boleh ‘kan?” ujar Yuri, Tiffany terlihat menimbang.

“Bagaimana jika Myungsoo ada dirumah? Apa itu tidak masalah?” pastinya. Yah… Myungsoo adalah sepupu Tiffany dan tinggal serumah bersama dengan kedua orang tua Tiffany.

“Tidak! Masalah apa? Yang kubutuhkan adalah bertemu denganmu, bukan dengan Myungsoo” kata Yuri, Tiffany mengangguk.

“Baiklah!”

Bel telah berbunyi 5 menit lalu, pertanda bahwa waktu istirahat kali ini telah berakhir.Yuri kembali bersama dengan teman-temannya itu. Jam pelajaran memang sudah dimulai, tapi kelas yang Yuri tempati masih ramai dan gaduh. Han ssaem yang seharusnya mengajar kini tidak terlihat menampakkan batang hidung nya dimata para murid.

“Oia… dimana Han ssaem?” tanya Yuri setelah perbincangan panjangnya dengan Tiffany usai.

Tiffany menggeleng,“Hmm… entahlah! Mungkin sibuk mengurus murid baru itu. Siapa namanya Yul?”.Yuri menggeleng lalu menatap Jessica yang berada dibelakangnya.

“Sica-ah, apa kau tahu siapa nama murid baru itu?” tanya Yuri yang terlihat antusias. Jessica mengernyitkan dahinya.

“Kenapa kau bertanya siapa nama pria itu?Bukannya kau tidak peduli soal dia?” selidik Jessica, Yuri menarik napasnya perlahan.

“Bukan aku yang ingin tahu, tapi Fany…” ujar Yuri, Jessica pun mengangguk.

“Oh… namanya Cho Kyuhyun, kenapa?” kata Jessica, Yuri tersenyum mengacungkan jempolnya pada Jessica.

“Tidak, Thanks Sica-ah!Aku hanya bertanya untuk Fany” kata Yuri kemudian berbalik menghadap Tiffany.

“Namanya Cho Kyuhyun” kata Yuri, Tiffany menautkan kedua alisnya.

“Cho Kyuhyun? Seperti pernah mendengarnya” gumam Tiffany perlahan.

“Siapa? Cho Kyuhyun? Kau pernah mendengar namanya?” entah darimana Jessica berasal dan mendengar gumaman Tiffany yang bisa dibilang hampir tidak terdengar itu.Yuri menatap aneh pada Jessica.

“Sica-ah, aku yang berada disamping nya tidak mendengar, tapi kenapa kau mendengarnya?” gerutu Yuri dengan tingkah Jessica.

“Apa kau tidak tahu Jessica Jung itu seperti apa?” peringat Jessica dengan tampang cool yang dibuatnya.

Hh, terserah lah…” pasrah Yuri.

“Aku pernah mendengar namanya, tapi aku tidak ingat siapa orang yang mengetakannya padaku” sambung Tiffany membuat Jessica mendekatkan dirinya pada si cantik eyesmile itu.

“Benarkah? Bisa kau beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Jessica antusias.

“Entahlah Sica-ah, mungkin aku akan memberitahumu jika aku sudah ingat” Tiffany menyerah, daripada ia harus dihujam beberapa pertanyaan lagi oleh Jessica. Jessica mendegus pasrah, paling tidak Tiffany sudah berjanji padanya untuk memberitahunya jika sudah ingat.

Beberapa lama kemudian, Han Ssaem datang bersama dengan seorang pria yang telah menjadi omongan para murid sebelumnya.Siapa lagi kalau bukan murid yang bernama Cho Kyuhyun itu.

“Semuanya, kita kedatangan murid baru disini.Ia pindahan dari Jepang dan ia menjadi murid disekolah ini sekarang” kata Han ssaem memberi sebuah kalimat pembuka (?) mungkin?

“Annyeong haseyo, Cho Kyuhyun imida.Bangapseumida.” Perkenal Kyuhyun yang membuat seluruh gadis terpesona akan ketampanan dan senyuman yang sekarang ditebarkannya(?).

“Baik, silahkan duduk disebelah Park Chanyeol ditengah-tengah sana!” tunjuk Han ssaem pada Kyuhyun. Kyuhyun pun menunduk hormat, lalu menghampiri Chanyeol yang tengah menulis –entah apa itu-.

Yuri menatap pria disamping kirinya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan begitu saja. Pun dengan Tiffany yang masih menyelidik, karena ia yakin, bahwa ia pernah mendengar pria bernama Cho Kyuhyun itu. Dan sesaat kemudian, manik mata keduanya kini focus pada Han ssaem yang telah memulai mata pelajaran kimianya itu.

“Kau tahu, melihatmu lagi seperti ini rasanya begitu senang sekali”

Bel pulang sekolah kini telah berdering, bel yang paling dinantikan setiap murid disini.Yuri masih berkemas-kemas didalam kelasnya bersama dengan Tiffany, sementara yang lainnya telah pulang terlebih dahulu. Eh… masih ada yang tertinggal, Cho Kyuhyun masih menata barangnya dikelas juga.

“Yul, aku duluan… Myungsoo sudah menungguku” kata Tiffany seraya menutup resleting tasnya.

Huh? Kenapa kau tidak naik mobilmu sendiri? Kenapa kau harus bersama Myungsoo? Hh… kalian membuatku iri!” ujar Yuri sembari melipat kedua tangannya didepan dada dan memajukan bibirnya sehingga terlihat cute.

Really Cute Kwon Yuri, Maaf Yul! Mobilku sedang diperbaiki. Jangan cemburu Yul, Myungsoo sepupuku. Bukan kekasihku” kata Tiffany mencoba menenangkan hati sahabatnya itu.

“Tapi sama saja, entah kalian saudara atau tidak. Aku tetap cemburu Tiffany Hwang” gerutu Yuri.

“Sudah, tenang saja! Aku akan menjaga Myungsoo dari gadis lain, termasuk adik Jessica” seru Tiffany.

Hmm… Baiklah, kalau begitu hati-hati Fany” ujar Yuri tersenyum penuh arti.Tiffany pun meninggalkannya bersama dengan Cho Kyuhyun yang menata buku-bukunya. Saat Yuri hendak meninggalkan kelas, Yuri teringat akan seorang yang masih berada disana.

“Kyuhyun-ssi!” seru Yuri, Kyuhyun menoleh dengan tatapan sinisnya.

“Ya?”

“Aku pulang dulu, semoga kau baik-baik saja nantinya” peringat Yuri.Kyuhyun mengangguk lalu membenarkan resleting tasnya seusai Yuri pulang.Dan tanpa disadari, seutas senyuman telah terukir indah dikedua sudut pipi Kyuhyun.

“Jangan terlalu formal, kita seperti orang asing nantinya”

Hari ini adalah hari libur, Yuri yang sebelumnya telah memberitahu Tiffany akan pergi kerumahnya kini dilakukannya. Yuri bersemangat sekali untuk berkunjung kerumah Tiffany. Entah kenapa, ia begitu senang. Ia tahu, ia hanya akan bertemu dengan Tiffany. Tapi mengingat Myungsoo juga tinggal dirumah Tiffany sebagai sepupunya, Yuri berharap dapat melihat Myungsoo walau hanya sekejap. Ingat! Melihat! Bukan bertemu!

Tok! Tok! Tok!

Pintu rumah keluarga Hwang kini diketuk oleh Yuri dengan senyum yang tidak pernah pudar diwajahnya. Yuri berharap Dewi Fortuna memihak padanya, dimana ia akan melihat Myungsoo. Dan benar! Dewi Fortuna tengah berbaik hati padanya kali ini. Well, Yuri membeku didepan pintu keluarga Hwang. Ia tidak menyangka bahwa ia akan bertemu dengan orang yang disukainya dalam jarak sedekat ini.

“Apa kau mencari Tiffany?” suara serak yang khas itu menyadarkan Yuri dari lamunannya.Yuri tersenyum lalu mengangguk pada seorang pria yang telah membukakan pintu padanya itu.

“Kalau begitu masuklah!” ajaknya.Sungguh, Yuri begitu senang sekarang. Rasanya ia ingin berteriak sekencang-kencangnya, dan ia merasakan kupu-kupu bertebangan diperutnya.

“Duduklah!” perintahnya, Yuri menurutinya dan selalu menatapnya.Kini tatapannya tak luput dari seorang pria yang tampan dan arrogant ini.Arrogant?Memang, tapi entah kenapa Yuri dapat menyukai pria arrogant yang satu ini.

Kim Myungsoo, Ya… pria yang kini tengah duduk bersamanya dan telah menarik perhatiannya sejak pertama kali datang kesini.

“Namamu Kwon Yuri ‘kan?” Yuri terkejut mendengar sebuah pertanyaan yang terlonter begitu saja dari mulut Myungsoo. Mimpi apa ia semalam hingga paginya ia bisa berhadapan dengan Myungsoo. Oh tidak, ini lebih dari melihat dear. Bahkan ini terlihat seperti, errr… berbicara. Yuri mengangguk, Myungsoo mengangguk pertanda seolah ia telah mengetahui nama gadis ini dan mengerti.

“Oia, kalau aku boleh bertanya… dimana Tiffany?” tanya Yuri pada akhirnya.

“Tiffany? Dia masih mandi” balas Myungsoo. Yuri mengangguk, walaupun dalam hatinya ia sangat senang.

“Tiffany Hwang, Thanks! Berkat mandimu yang lama, aku dapat berbicara dengannya” batin Yuri senang.

“Sudah menunggu lama Yul?” Yuri mendegus kesal, baru saja dalam hatinya ia sangat bersyukur dan berterima kasih. Tapi semua itu lenyap sudah ketika Tiffany datang dan membuat Myungsoo beranjak dari duduknya.

“Fany-ah, aku pergi dulu.Yuri-ssi, yang kaucari sudah datang… aku pamit dulu!”Myungsoo menunduk hormat pada Yuri, lalu meninggalkan kedua gadis itu diruang tamu.Tiffany tersenyum menatap Yuri, lalu duduk disampingnya.

“Bagaimana? Apa kau senang?” tanya Tiffany, Yuri menautkan kedua alisnya.

“Apa maksudmu?” timpal Yuri.

“Itu, Myungsoo. Kau senang tidak bisa berbicara dengannya?” tanya Tiffany sekali lagi. Yuri menatap Tiffany heran.

“Jadi, kau yang menyuruhnya untuk menemaniku?” pasti Yuri dengan tatapan menyelidik.Tiffany tersenyum seraya menggeleng lalu duduk disamping Yuri.

“Bukan seperti itu,Tapi aku memperkanalkan mu padanya” kata Tiffany.

“Maksudmu?” tanya Yuri lagi.

“Begini, semalam Myungsoo bercerita padaku untuk mencarikan pasangan yang pas ketika ia akan pergi berdansa diacara pesta dansa sekolah kita.Dan aku mencoba memperkenalkan kau dengannya.Ia memang tahu kau disekolah, tapi ia tidak tahu siapa kau yang sebenarnya. Jadi, aku berbicara padanya soal kau akan kerumahku sekarang ini” jelas Tiffany, Yuri mengangguk seraya tersenyum aneh.Ia membayangkan betapa beruntungnya ia jika Myungsoo benar-benar ingin mengenalnya.tapi, ada satu pertanyaan dalam benak Yuri.

“Tunggu, kapan ada pesta dansa disekolah?Kenapa ku belum tahu soal itu?” heran Yuri.

“Yul, Myungsoo itu tergabung dalam grup penyelenggara acara disekolah itu. Sebelum yang lain mengetahuinya, ia sudah lebih dulu” terang Tiffany.

Hmm… Baiklah, setidaknya ini cukup membantu agar aku bisa lebih dekat dengan Myungsoo.Gomawo Fany-ah!” Yuri tersenyum lalu memeluk Tiffany, pun Tiffany yang membalas pelukan Yuri.

“Oke, lalu kenapa kau datang kerumahku? Ada urusan apa sebenarnya?” tanya Tiffany. Yuri menggeleng, membuat Tiffany memicingkan matanya.

“Tapi ini terlalu privasi jika orang lain mendengarnya juga” kata Yuri.

“Kalau begitu ayo kekamarku saja!” ajak Tiffany dan menuntun Yuri kelantai 2, tempat kamarnya berada.

“Myungsoo? Kamarnya bersebelahan denganmu?” pasti Yuri, Tiffany mengangguk lalu membuka pintu kamarnya.

“Huh… ini membuatku semakin iri saja” degus Yuri, Tiffany yang mendengarnya hanya mampu tersenyum.Mereka masuk dan duduk dipinggir ranjang Tiffany.

“Sebenarnya ada apa Yul?” heran Tiffany.

“Begini Fany-ah, aku ingin berbicara padamu tentang Cho Kyuhyun” ujar Yuri perlahan.Tiffany menutkan kedua alisnya.

“Cho Kyuhyun? Ada apa dengannya hingga gadis sepertimu membicarakannya?” tanya iffany dengan tatapan semenyelidik mungkin.

“Entahlah aku bingung Fany-ah” katanya lirih.

“Sebenarnya, aku juga pernah mengenal Kyuhyun.Tapi, aku tidak tahu dimana. Dan kebetulan, semalam aku bermimpi bahwa Kyuhyun dan au bermain bersama di taman.Bukankah itu aneh?” ujar Yuri. Tiffany semakin mengernyitkan dahinya. Ada apa dengan temannya yang satu ini?

“Kau bercanda bukan? Mimpi apa itu?” cibir Tiffany, Yuri menggeleng dan menatap Tiffany penuh arti.

“Aku tidak sedang bercanda nona Hwang!” pertegas Yuri yang membuat Tiffany terdiam.

Ekhemm…Euh… Baiklah, terserah apa katamu kali ini. Tapi kenapa begitu?” tanya Tiffany lagi. Yuri menghela napas besar.

“Mana kutahu Fany.. Jika aku tahu, aku tidak akan bertanya padamu itu aneh atau tidak. Jika aku tahupun aku mungkin sudah menjadi penguntit seekarang ini” gerutu Yuri.

“Baiklah, itu terserahmu saja…” pasrah Tiffany.

Tok! Tok! Tok!

Pintu kamar Tiffany ttelah diketuk seseorang dari depan. Kedua gadis yang telah kalut dalam pikirannya masing-masing itu kini menoleh kearah sumber suara.

“Siapa?” tanya Yuri. Tiffany mengendikkan bahunya.

“Jika aku tahu, mungkin aku sudah meneriaki namanya sekarang Yul!” ujar Tiffany.Tiffany menghampiri pintu kamarnya lalu membukanya.

Oh… Myungsoo, ada apa?” seru Tiffany ketika yang berada di hadapannya adalah Myungsoo. Yuri yang mendengar nama Myungsoo kini bangkit dan mencoba melihat, apakah itu benar-benar Myungsoo atau tidak?

“Ini, ibu menyuruhku untuk membawakan kalian minuman dan sedikit camilan yang masih ada dikulkas” kata Myungsoo seraya memberikan nampan yang dibawanya pada Tiffany.

“Oh, Thanks Myungsoo-ah!” kata Tiffany pada akhirnya, lalu Myungsoo pergi entah kemana.

“Myungsoo?” pasti Yuri, Tiffany mengangguk.

“Aish, seharusnya aku saja yang membuka pintunya… agar aku bisa berhadapan dengan Myungsoo” keluh Yuri.

“Yul, apa sedari tadi kau belum puas? Setelah apa yang dilakukannya sebelum aku selesai mandi?” tanya Tiffany, Yuri menggeleng.

“Baiklah, lain kali akan suruh ia untuk menjemputmu jika perlu” gerutu Tiffany.

“Hh…”

Seperti biasa, pagi ini Yuri berangkat kesekolah terlambat.Ia pergi kebagian belakang sekolah dan ingin melewati dinding pembatas itu seperti biasanya. Yuri melemparkan tasnya terlebih dahulu, lalu ia melewati dinding pembatas. Ketika ia berada ditengah-tengah, ia dikejutkan oleh seseorang.

“Kau?” sahut Yuri tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Seorang Cho Kyuhyun duduk santai di dinding pembatas yang dilewatinya.

“Kenapa kau berada disini?” tanya Yuri lagi. Kyuhyun terlihat santai dengan senyuman miliknya.

Hey! Kau tidak gila ‘kan? Kenapa tidak menjawab pertanyaanku barusan?” tegur Yuri.

“Apa kau tidak melihat apa yang kulakukan sekarang?” timpal Kyuhyun dengan nada datarnya.

“Tapi kau hanya duduk tuan Cho! Dan kau orang kedua yang mengetahuiku bahwa aku melewati dinding pembatas ini” ujar Yuri, Kyuhyun menaikkan satu alisnya.

“Benarkah? Lalu siapa yang pertama?” tanyanya sarkastik.

“Sudahlah, aku ingin pergi ke kelas” kata Yuri akhirnya dan meninggalkan Kyuhyun disana.Tanpa disadari, muncul seringaian aneh di wajah Cho Kyuhyun.

Yuri memasuki kelasnya dengan kesal, sesekali ia menghentakkan kakinya jengkel. Seperti biasa, sambutan hangat dari teman-temannya adalah yang pertama dilihatnya ketika memasuki kelas ini. Yuri bergegas ketempat ia duduk bersama dengan Tiffany. Tiffany yang melihat wajah kesal milik Yuripun mulai bertanya.

“Kau kenapa dear?” tanya Tiffany, Yuri menoleh kearahnya dengan wajah kesal yang sama seperti sebelumnya.

“Kyuhyun” kata Yuri.

“Kyuhyun? Ada apa dengan Kyuhyun?” heran Tiffany.

“Ia orang kedua yang tahu bahwa aku melewati dinding pembatas” ujar Yuri, Tiffany yang mendengarnya membulatkan matanya.

“Oh tidak, bagaimana jika yang lainnya tahu?” gumam Tiffany seraya berpikir.

“Jangan, yang lainnya tidak boleh tahu” kata Yuri dengan wajah cemas.saat itu pun, Kyuhyun tiba dikelas dengan menenggelamkan tangannya dikedua sakunya. Tatapan datar tanpa rasa bersalah adalah pertama kali yang dapat dilihat dari tampang seorang Cho Kyuhyun saat ini.

“Lihatlah wajah tanpa rasa berdosanya itu” cibir Yuri yang benar-benar kesal kali ini.

“Tenanglah Yul, bukankah ia pria arrogant? Aku yakin pria arrogant sepertinya tidak akan berbicara pada siapapun tentang ini” tutur Tiffany, Yuri menghela napas besar lalu tubuhnya terperosot pada kursi bantalan empuk itu.

“Baiklah, kita lihat saja jika ia berani mengadukanku pada yang lain” gumam Yuri.

“Jangan injak kakiku bodoh!” kata makian yang terlontar dengan sendirinya dimulut Yuri ketika Kyuhyun tidak sengaja menginjak kakinya.Entah kenapa, Yuri begitu membenci Kyuhyun saat ini.Kyuhyun hanya mampu mendesah pasrah dan berbaris dibelakang Yuri dengan tenang. Setidaknya, itulah cara terbaik agar ia tidak mendapat makian yang lebih lagi dari Yuri. Kini Yuri dan yang lainnya tengah berbaris rapi untuk mendapatkan makanan gratis dari pemilik kantin yang berbaik hati.

“Yuri, giliranmu!” ujar Tiffany memberitahu sahabatnya itu.Yuri maju selangkah dan mendapatkan nampan yang berisi 2 jenis makanan dan satu minuman. Ketika ia berbalik, tiba-tiba saja sebuah kaki menjegalnya. Membuat ia terjatuh dan menjadi bahan sorotan pada saat itu. Kini seragam yang Yuri kenakan penuh dengan makanan yang berada dinampannya dan belum lagi soal betapa sakitnya terkena lantai marmer ini. Tiffany, Jessica , Sooyoung dan teman Yuri yang lainnya menghampirinya lalu membantunya.

“Yul, kau tidak apa-apa ‘kan?” tanya Jessica cemas. Yuri mengangguk sembari menahan sakit.

“Yul, ah… lihat makananmu berserakan mengenai seragammu Yul” kata Sooyoung yang langsung mendapatkan sebuah senggolan dari Tiffany.Tiffany menatap seorang gadis yang diyakininya adalah orang yang membuat Yuri terjatuh seperti ini.

“Maaf sunbae, aku tidak tahu.Maaf sekali sunbae, tadi aku hanya mencoba untuk meluruskan kakiku.Maaf sunbae, Yuri sunbae… maaf” ujar gadis polos itu.Yuri mencoba berdiri dengan bantuan Jessica lalu menghampiri gadis itu.

“Tidak. Seharusnya aku yang meminta maaf karena aku ceroboh.Aku tidak melihat ada kakimu tadi, jadi aku terjatuh.Maaf jika kau yang harus bersalah” ujar Yuri begitu ramah.Gadis cantik yang bersama temannya itu tersenyum dan sangat berterima kasih.Tapi, Tiffany menyadari bahwa senyuman kedua gadis itu bukan senyuman tulus.

“Mereka tersenyum ataui menyembunyikan sesuatu?” batin Tiffany seraya menatap menyelidik.

“Yul, bagaimana dengan seragammu?” tanya Jessica.

“Sudahlah, Sooyoung-ah… boleh kupinjam jaketmu?” tanya Yuri pada Sooyoung.

“Hmm, aku selalu membawanya.Jika ingin kau bawa pulang, boleh saja” kata Sooyoung.Lalu Yuri dan teman-temannya meninggalkan kantin, manik mata murid yang sebelumnya tertuju pada Yuri kini berpaling pada makanan gratis itu lagi.Kyuhyun yang melihat kejadian itu hanya mampu tersenyum dan kembali kekelas.Ia tidak mempedulikan panggilan dari pemilik kantin yang akan memberinya makanan. Yang jelas, ia hanya ingin mengetahui keadaan orang itu. Orang yang sekarang berada dalam pikirannya.

“Kau masih sama seperti dulu”

TBC

Well, koleksi lamaku dari blog sebelumnya. aku cuma memperbaiki sedikit kata, tidak berniat untuk merevisi ulang tentang kata-kata yang banyak ini. Sebelumnya ada yang komen di blog lama, jadi aku move kesini dan berusaha untuk memperbaiki lagi.

RCL please, Yurisistable!

Advertisements

31 thoughts on “Maps (Chapter 1)

  1. iya eon spertinua aq sudah pernah baca n komen d blog sebelumnya dan nunggu2 lanjutannya eon … 🙂 smga kyuri bersatu ya

    Like

    1. Hehe… Iya, itu blog lama udah nggak kepake lagi jadi aku move kesini biar reader yang dulu bisa tahu kelanjutannya disini. Makasih udah nungguin, minggu depan update lagi kok 🙂

      Like

  2. halooo aku reader baru disini, senang berkenalan denganmu… kangen ff kyuri dan akhirnya ada juga yang ngepost ff kyuri, sukaaa sukaa, lanut thor 🙂

    Liked by 1 person

  3. wah ff kyuri bru nhy,,,d.sni kok kyak.x kyuri udah knal lama ya,,yul eonni ska sma myungsoo ampe kyupa ja nggak d.lrik,,,next d.tnggu eonni

    Liked by 1 person

  4. yuri gak suka kyu ? tp kyu agak gmn gitu tiap natap yuri .. ada hubungan di masa lalu kah ??
    aciyeee yul suka ama kang myungsoo .. ehm ehm

    pernah update di fb jg gak ya ? kyk pernah baca soalnya hehe

    Liked by 1 person

  5. Haloo eonni aku reader baru disini ,izin baca2 ffnya ya,aku bakal selalu ninggalin jejak.Pantsan critanya aku kyak prnah baca trnyata eonni post ulang ya next dtunggu part slanjutnya fighting

    Liked by 1 person

  6. anyeong aku new reader, izin baca ffnya ya unniii
    ffnya bagus unn, itu kyu siapanya yuri dulu? banyakin part kyurinya unn hehehehe
    next part ditunggu unn (:

    Liked by 1 person

  7. anyeong aku new reader, izin baca ffnya ya unniii
    ffnya bagus unn, itu kyu siapanya yuri dulu? banyakin part kyurinya unn hehehehe
    next part ditunggu unn, jgn lama lama yaa heheheheh (:

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s