Flower (Ficlet)

FLOWER BTS

Author :
Mazetown14

Cast :
Park Neulra / Rae (OC) || Jeon Jungkook (BTS)

Other Cast :
Find it by yourself

Genre :
Au , Romance , Sad , Fluff , Hurt , Comfort

Credit / Cover :
K.RSYeo ART (Me)

Length :
Ficlet

Rated :
PG-13

Author’s Note :
terinspirasi dari beberapa hal lainnya yang bermakna bagi author

HAPPY READING

“Apa? Ia memberiku bunga?” kejutku tatkala kata gila yang dilontarkan temanku terucap begitu saja. Aku terdiam, ini benar-benar gila. Rasanya bercampur aduk dalam pikiranku kali ini. Tunggu, pelatihku ini gila atau tidak? Kenapa pemuda itu harus memberiku bunga? Ini membuatku gila.

“Bagaimana? Kau senang bukan?” seorang gadis yang memberitahuku itu tengah menyikut lenganku. Sontak aku tersadar dari lamunan anehku dan menatapnya lagi. “Eung…” aku menggeleng. Namun gadis yang berada dihadapanku ini hanya mampu tersenyum aneh.

“Kenapa? Kau pasti senang ‘kan?” ujarnya. “Hh…” kuhembuskan napas perlahan, benar apa yang dikatakannya. “Kau boleh berkata jika ingin…” persilahnya. Aku menatap kearahnya lekat-lekat seolah menandakan keseriusanku kali ini.

“Jujur saja, disisi lain aku senang… tapi disisi lain juga aku khawatir…” kataku cemas. Sedang ia mengangguk perlahan, pertanda bahwa ia mengerti akan apa yang aku bicarakan. “Masalah Taehyung ‘kan?”. Aku mengangguk, ini masalah pemuda itu. Kim Taehyung. Pemuda yang cukup tampan namun tidak terlalu pintar dikelas yang menyukaiku sejak lama. Namun sayang, aku tak memiliki perasaan apapun padanya hingga saat ini. Karena perasaanku hanya untuk seorang. Seorang pemuda tampan yang lucu dikelas, bahkan pemuda yang sering memberiku sejuta canda tawa, dulunya…

Yah… aku menyukai teman sekelasku sendiri yang bernama Jeon Jungkook. Pemuda itu tampan akan tetapi tidak terlalu pintar dimata orang. Terkadang, sikapnya yang kekanak-kanakan itu mampu menyembunyikan aura tampan dan dewasanya. Tapi bagiku sifat yang dimilikinya itu begitu unik, itu yang membuatku tetap menyukainya hingga sekarang ini.

Tapi jujur saja, aku menyukainya baru kali ini. Ketika aku hampir meninggalkan masa Junior High School-ku. Terkadang aku bingung akan perasaanku ini, tapi ingat kata pepatah bukan?

Cinta itu datang tanpa sapaan
Dan cinta itu pergi tanpa perpisahan

Itulah yang kurasa selama ini. Sungguh tragis. Terlebih, mengingat bahwa ada pemuda lain yang menyukaiku. Taehyung, ia tahu akan perasaanku ini pada sahabatnya. Terkadang ia menyindirku secara halus yang berkaitan dengan Jungkook. Itu membuatku begitu kesal, namun dibalik kekesalanku ini, aku pun ingin menjaga perasaannya dengan bersikap biasa terhadap Jungkook. Akan tetapi, pemuda itu tidak mampu mengerti apa yang kurasakan selama ini. Tidak tahukah bahwa selama ini aku menderita?

Jeon Jungkook, pemuda yang kusukai itu kini tengah bermain dengan gitar kesayangannya. Alunan itu mampu membuatku terjerumus dalam permainan gitarnya. Dimataku, ia adalah pemuda yang sempurna. Pandai berolahraga, pandai bermain alat musik, pandai melukis dan pandai dalam hal lainnya. Terkadang aku bingung, kenapa pemuda ini hanya disukai oleh satu atau dua orang saja? Padahal ia begitu sempurna dengan hal yang dimilikinya itu.

“Park Neulra!” kubulatkan kedua mataku perlahan lalu menoleh kearah sumber suara. “Oh… ada apa?” ujarku seraya menghembuskan napasku kesal.

“Apa kau lupa waktu kita latihan? Sekarang sudah petang, bukankah kalian berkata padaku bahwa kalian ingin cepat pulang? Cepat sana latihan!” kututup kedua telingaku dengan kedua tanganku. Orang ini, hanya bisa mengomel saja. Huh… tidak tahukah bahwa aku tengah meratapi hidupku ini?

Oia, orang yang baru saja menegurku adalah pelatih tariku bersama dengan yang lainnya. Namanya Kimjun oppa, tapi aku dan yang lainya sering memanggilnya dengan sebutan ‘Kim’ saja. Dan terpaksa, aku harus mengikuti arahan orang yang berada dihadapanku ini.

“Hh…”

 

Tahukah kau akan satu hal?
Ketika cinta datang tanpa mengetuk pintu hati ku dan datang dengan sendirinya didalam hatiku?
Aku merasakannya kali ini…
Sama seperti kau memasuki rumah orang tanpa ijin dan mengisi rumah itu dengan barangmu…

 

Ini waktunya! Saat dimana aku akan mendapatkan setangkai bunga dari pemuda yang kusukai. Tapi tahukah kalian? Kupikir jika bukan karena Kimjun oppa, ia tidak akan melakukan ini. Entahlah… perasaan ini datang lagi. Antara senang, khawatir, sedih dan yang lain. Senang, aku mendapat bunga dari seorang yang kusukai. Khawatir, aku khawatir akan perasaan seorang yang menyukaiku, sementara pemuda itu kini menahan amarah yang memuncak. Sedih… itulah yang paling kupikirkan saat ini. Sedih karena ia memberiku bunga bukan karena setulus hatinya, melainkan karena paksaan orang lain. Bukankah itu sakit? Yah, sakit… aku terdiam, bersiap pada posisi awal dimana ia berlutut dihadapanku dengan setangkai bunga berwarna merah muda.

Perasaan ini, kenapa mudah sekali datang? Kenapa harus seperti ini? Seingatku, sikap yang seperti ini belum pernah kumiliki. Tapi kenapa kali ini datang?

“Bersiap? 1…2…3…” Alunan musik mulai mengalun dengan sendirinya. Ia berlutut dihadapanku sembari membawa setangkai bunga yang ditujukan kepadaku. Ini bodoh? Melihatnya saja aku sudah lemah seperti ini. Kenapa? Hal bodoh apa lagi ini?

 

Mengingat cinta datang tanpa mengetuk pintu hatiku terlebih dahulu…
Cinta itu kini telah mengisi hatiku dengan latar berbeda,
Berawal dari isi hatiku yang kosong,
Kini terisi lagi dengan hal yang lebih menyakitkan…

 

“Wah… Rae-ah… bagaimana? Apa kau senang dengan bunga pemberian Jungkook?” tanya salah satu temanku yang bernama Minsa. Aku tersenyum dan terkekeh, jujur saja… walau aku menunjukkan sikap senangku dihadapan semua orang, namun hatiku tak mampu memperlihatkannya. Hatiku berkata sebaliknya dengan ekspresi yang sama. Atau pada intinya, hatiku berkata bahwa isinya mulai remuk karena perlakuan manis pemuda tampan itu.

“Tentu saja aku senang, siapa gadis didunia ini yang tak senang disaat ia mendapatkan pemberian bunga dari orang yang disukainya? Aneh bukan?” kataku. Minsa terkekeh lalu menepuk pundakku perlahan.

“Kau benar, akupun begitu jika mendapat bunga dari orang yang kusukai” ujarnya seraya membawaku kekelas.

“Hh… ini bodoh…”

 

Seiring berjalannya waktu,
Rasa ini bertambah padamu…
Entah itu senang atau sedih…

4 hari sejak kejadian itu, kejadian dimana ia membawa setangkai bunga pada kelas tari. Seperti biasa, kami saling berjauhan dan terlihat canggung satu sama lain. Entahlah… melihatnya saja mampu membuat hatiku merasa nyaman. Namun, jika dalam keadaan seperti ini, aku tak mampu menjamin lagi akan kenyamananku ini. Ia selalu bersikap acuh padaku, seolah aku hanya sebuah boneka yang tak berguna lagi disaat seperti ini.

Tuhan…

Perasaan apa yang kumiliki ini? Tidakkah ini begitu kejam? Disaat yang lain bercanda tawa dan saling berbagi cerita, aku hanya mampu terdiam dan meratapi ceritaku sendiri. Dan apa perasaan pemuda itu jika ia mengetahui perasaanku ini?

Huh?

Jeon Jungkook…

 

Jika seorang bertanya padaku,

Apa yang paling kau sukai di dunia ini?
Akan kujawab cinta
Apa yang paling kau hindari di dunia ini?
Aku menjawab cinta
Apa yang paling kau impikan di dunia ini?
Cinta, itu jawabanku lagi

Namun,
Hal apa yang mampu membuatmu mati dan begitu sakit di dunia ini?
Mencintainya…

Itulah jawabannya

 

END

HUAH!!! #nangis
author kemakan cerita author sendiri :v

Keep RCL ne!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s